Tampilkan postingan dengan label Exploration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Exploration. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Maret 2010

Menerima Diri Sendiri...

Sebuah kisah pribadi mengenai menerima dan menyangkal
Ketika saya masih muda, saya tidak menyukai senyum saya.
Saya memiliki gigi taring yang besar, dan hasilnya, senyum yang menakutkan.
Saya terus menyangkal senyum saya; Saya tidak mau tersenyum. Saya selalu berusaha untuk menyembunyikannya.
Tapi saya tidak bahagia, jadi saya mengambil kesimpulan bahwa saya harus mengubah keadaan ini.
Anda tahu cara terbaik untuk mengubah keadaan? Justru lakukanlah kebalikannya.
Jadi saya melakukan yang sebaliknya - saya tersenyum setiap saat.
Saya berkata kepada diri saya sendiri bahwa saya memiliki senyum yang paling indah.
Dan Anda tahu apa yang terjadi?
Orang-orang mulai berkata saya memiliki senyum yang indah!
Dan saya mulai merasa senang mengenai hal itu, saya menyukai senyum saya - seketika itu juga saya telah mengubah keadaan.

Apa yang dapat Anda pelajari dari cerita ini?

Hubungan yang Anda miliki dengan dunia ini adalah sebuah refleksi dari hubungan Anda dengan diri Anda sendiri. Coba Anda renungkan sejenak.
Dalam bahasa lain, inilah yang disebut dengan percaya diri. Semua dimulai dari hal-hal yang sederhana. Cara Anda memegang gelas, cara Anda menulis dengan sebuah pena, cara Anda berjalan, dan sebagainya.
Semua ini terjadi secara alamiah jika Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda bisa "memalsukannya" sampai Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri, tapi mengapa harus melakukan hal itu?
Bukankah lebih baik menjadi seorang yang percaya diri, dan memiliki segala hal sepele tersebut bekerja untuk diri Anda, bukan sebaliknya justru Anda yang bekerja untuk hal-hal sepele tersebut? Saya rasa ini adalah pendekatan yang lebih baik.

Terimalah segalanya. Terimalah diri Anda sendiri. Silahkan Anda coba sendiri dan beri tahu saya bagaimana hasilnya.

“Love yourself - accept yourself - forgive yourself - and be good to yourself, because without you the rest of us are without a source of many wonderful things.” - Leo F. Buscaglia

Jumat, 12 Maret 2010

Pribadi Yang Di Dalam...

Hari ini saya membaca sebuah kisah menarik dari sebuah buku. Kira-kira begini kisahnya :

Seorang ayah yang sangat lelah baru saja tiba di rumah, dan berharap dapat bersantai sejenak menonton televisi. Tapi kelihatannya hal tersebut tidak mungkin dilakukan, karena saat dia membuka pintu rumahnya sang anak sudah menunggunya di depan pintu dengan wajah "butuh perhatian." Sang anak pun langsung menyibukkan sang ayah dengan permintaannya untuk diperhatikan. Namun kelelahan sang ayah sudah tidak tertahankan lagi, dia butuh waktu untuk bersantai sejenak. Tanpa ingin mengecewakan anaknya, dia memutar otak bagaimana caranya dia dapat menyelesaikan situasi sulit ini.

Sambil melihat surat kabar, dia mendapat sebuah ide untuk menyibukkan anaknya itu. Pandangannya tertuju pada sebuah gambar peta dunia di salah satu halaman surat kabar tersebut. Beliau mengambil gunting, dan menggunting gambar peta tersebut menjadi banyak bagian. Lalu kata sang ayah : "Nak, coba kau gabungkan serpihan-serpihan gambar ini menjadi sebuah peta dunia yang utuh." Sang anak pun mulai sibuk dengan potongan-potongan kertas tadi dan mulai berkonsentrasi penuh. Melihat perhatian anaknya telah terpecah, sang ayah merasa akhirnya saya memiliki waktu setidaknya satu jam untuk bersantai dan menyaksikan acara televisi kesayangannya.

Lima belas menit berlalu, sang ayah sedang asyik menonton televisi, dan si anak pun sibuk dengan potongan-potongan kertas tersebut. Tak lama kemudian sang anak memanggil ayahnya : "Sudah selesai pa. Kita main apalagi sekarang?" Sang ayah pun terkejut, mana mungkin anak sekecil itu tahu letak posisi tiap negara dengan tepat? Bagaimana mungkin secepat itu dia dapat menyusunnya kembali? Dengan rasa penasaran, sang ayah bertanya kepada anaknya : "Bagaimana caramu menyusun gambar itu dengan begitu cepat nak?" Dengan polos anak itu menjawab : "Mudah sekali pa. Di belakang gambar peta itu ada gambar orang. Saya hanya menyusun gambar orang tersebut, ketika selesai saya membalikkan gambarnya dan saya telah menyelesaikan sebuah peta dunia yang utuh."

Sering kali kita tidak bertindak seperti anak itu. Dalam menghadapi kehidupan setiap hari kita disibukkan dengan banyak masalah, berusaha menyusun kepingan-kepingan permasalahan tersebut dalam susunan yang benar. Yang sebenarnya perlu kita lakukan sangat sederhana, kita hanya perlu menyusun "gambar orang" yang ada di dalam diri kita. Mengapa kita sibuk membenahi apa yang di luar, sedangkan sebenarnya inti permasalahan hidup kita ini datang dari kita sendiri? Apakah tidak lebih mudah untuk menyelesaikan "pribadi" yang di dalam, sehingga masalah-masalah yang ada di luar juga secara otomatis akan selesai dengan sendirinya?

It is not easy to find happiness in ourselves, and it is not possible to find it elsewhere.
- Agnes Repplier -

Memang pembenahan pribadi bukanlah suatu hal yang mudah. Saya sendiri merasa sulit untuk membenahi hal-hal yang kurang baik di dalam diri saya. Tapi hanya melalui pembentukan karakter saja saya dapat menghadapi dunia yang semakin lama semakin kejam ini. Dunia ini tidak akan berubah menjadi lebih baik, dan kita tidak dapat melakukan apapun untuk mengubah hal itu. Hanya dengan pribadi yang utuh dan tangguh saya dapat berjalan dengan berani untuk menghadapi hari-hari yang sulit ini...

Senin, 22 Februari 2010

Kepingan Puzzle

Dia orangnya begitu, saya orangnya begini. Dia pelit, saya royal. Dia baik hati, saya tidak baik hati. Dia supel, saya sulit bergaul, Dia hemat, saya boros. Dia mandiri, saya bergantung pada orang. Dia tegas, saya plin plan. Dia jenaka, saya serius. Dia pandai melihat peluang, saya sering melewatkan peluang. Dia pendiam, saya bawel. Dan lain sebagainya. Tapi mengapa saya masih bergaul dengannya? Dan mungkin dia pun bertanya mengapa dia bergaul dengan saya? Begitu banyak ketidak cocokan dalam sifat dan karakter kami masing-masing.

Mungkin pertanyaan seperti itu sering terbersit di pikiran kita. Sering kali kita bersosialisasi dengan orang yang jauh berbeda dengan kita. Sifat yang bertolak belakang, namun "get along" baik-baik saja, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya. Mungkin bukan hanya sekedar kenal, tapi teman, bahkan menjadi sahabat terlebih lagi menjadi pasangan hidup tempat berbagi suka dan duka.

Suatu pertanyaan besar yang sempat mengisi hati saya mengenai hal ini, mengapa orang dengan berbagai sifat yang tidak cocok bisa menjadi sahabat, bahkan tidak jarang menjadi pasangan hidup. Dan mereka bahagia dengan hal itu. Begitu banyak ketidak cocokan, tetapi mereka tetap bertahan menjadi orang-orang yang dekat di hati. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan sepanjang hidup mereka. Sampai saya tiba di sebuah pemikiran yang membuka mata hati saya.

Bayangkan ini. Seperti apa dunia ini saat Anda keluar dari rumah, dan melihat semua orang seperti Anda. Tabiat, perilaku, karakter, sifat, bahkan sampai ke penampilan fisik yang identik dengan Anda. Mungkin pada awalnya Anda akan merasa nyaman, karena Anda berpikir mereka tentu mengerti Anda sebab mereka sama dengan Anda. Tapi apakah tidak membosankan, setiap hari bertemu sosok yang identik dengan diri Anda sendiri, tanpa mengetahui begitu banyak karakter-karakter lain yang dapat di eksplorasi?

Inilah realita kehidupan di dunia ini. Saat Anda merasa sedih dan terluka, seseorang dengan karakter yang riang dan ceria akan mampu mengobati rasa pedih di hati Anda. Saat Anda berperilaku boros dalam keuangan Anda memiliki seseorang yang mengingatkan untuk berhemat. Saat Anda terdiam dan merasa hening dan hampa selalu ada seseorang yang begitu gemar berbicara berbagi hal-hal menarik untuk dipikirkan dan direnungkan. Saat Anda hampir melewatkan peluang besar dalam hidup, selalu ada orang yang mengingatkan dan mendorong Anda untuk mengambil langkah ekstrim untuk mengambil peluang tersebut. Saat Anda merasa pesimis akan selalu ada orang yang memberikan rasa nyaman dan optimisme di hati Anda untuk bangkit kembali menghadapi masalah Anda. Dan lain sebagainya.

Kita semua diciptakan berbeda. Bahkan sepasang anak kembar yang identik pun memiliki karakter yang berbeda. Tidak ada manusia yang sama persis satu pun di dunia ini. Semua memiliki ciri dan karakternya masing-masing, diciptakan sesuai dengan perannya masing-masing di dunia ini.

Bagaikan susunan puzzle yang berbeda setiap kepingnya, masing-masing keping memiliki peranannya sendiri untuk melengkapi rangkaian puzzle tersebut menjadi suatu karya yang indah. Anda dan saya adalah sebuah kepingan puzzle yang memiliki tugas untuk menjadi bagian dari mahakarya yang indah dalam hidup ini. Perbedaan individu bukanlah suatu kekurangan, melainkan suatu bentuk rangkaian kehidupan antar manusia yang unik, yang terkait satu sama lain. Yang jadi pertanyaan, apakah kita mau menempatkan diri kita sebagai kepingan puzzle di tempat dimana seharusnya kita berada, dan terkait satu sama lainnya dengan puzzle-puzzle lainnya yang berbeda dengan kita?

Perbedaan akan selalu ada dalam hiidup ini, dan kehadiran kita bukanlah tanpa arti. You can make a difference. Apalah artinya sebuah puzzle yang sempurna, namun memiliki sebuah lubang kecil karena kita tidak mau ikut berperan sebagai kepingan puzzle yang melengkapi rangkaian puzzle-puzzle tersebut.

Sampai detik ini pun saya masih belajar, belajar untuk menerima orang dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Menjadi pribadi yang semakin hari semakin bijak, menjadi pribadi yang lebih dapat bertoleransi dengan segala keadaan di lingkungan yang ada. Marilah kita belajar untuk memahami peranan kita, sebesar apapun perbedaan yang ada di sekitar kita...

Pahamilah bahwa kita pribadi yang unik, dan kita adalah spesial. Sebab tanpa kita, dunia ini tidak akan lengkap. Be yourself, and try to accept people as they are, because we are connected one another. GBU all...

Minggu, 14 Februari 2010

Seperti Apa Harimu?

Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini, sangat bersemangat untuk melakukan banyak hal sebelum lonceng jam 12 malam berdentang. Tugas saya adalah untuk memilih hari seperti apa yang akan saya jalani hari ini.

Hari ini saya dapat mengeluh karena hujan yang menyebalkan atau saya dapat bersyukur karena rumput-rumput mendapat air secara gratis.

Hari ini saya dapat merasa sedih karena saya tidak memiliki uang atau justru saya dapat merasa senang bahwa kondisi keuangan saya mendorong saya untuk merencanakan pembelanjaan saya secara bijak dan menuntun saya untuk tidak melakukan pemborosan.

Hari ini saya dapat menggerutu mengenai kondisi kesehatan saya atau saya dapat bersukacita karena saya masih diberi kesempatan untuk hidup.

Hari ini saya dapat meratapi atas hal-hal yang tidak diberikan oleh orang tua saya ketika saya tumbuh dewasa atau saya dapat merasa bersyukur karena mereka memberikan saya kesempatan untuk dilahirkan.

Hari ini saya dapat menangis karena mawar-mawar memiliki duri atau saya dapat bergembira karena duri-duri itu memiliki mawar.

Hari ini saya dapat berduka karena kehilangan teman atau saya dapat merasa bersemangat untuk memulai suatu petualangan baru dalam menjalin hubungan pertemanan dengan lebih banyak orang lagi.

Hari ini saya dapat mengeluh karena saya harus pergi bekerja atau saya dapat berteriak kegirangan karena saya memiliki pekerjaan.

Hari ini saya dapat mengeluh karena saya harus pergi ke sekolah atau justru merasa bersemangat untuk membuka pikiran saya dan mengisinya dengan pengetahuan dan petualangan baru.

Hari ini saya dapat merasa jengkel karena saya harus membereskan rumah atau saya dapat merasa bersyukur karena memiliki tempat bernaung untuk pikiran, tubuh dan jiwa saya.

Hari ini membentang di hadapan saya, menunggu untuk dibentuk, dan inilah saya, sang pemahat yang bertugas untuk membentuknya.

Bagaimana hari ini akan berjalan adalah tergantung saya sendiri. Dan saya yang memutuskan hari seperti apa yang akan saya jalani.

Bagaimana Anda akan menjalani HARI INI?

Senin, 25 Januari 2010

Sempurna...

Seorang teman saya dinasihati agar belajar untuk bersikap dewasa. Apa yang ia lakukan? Jika ditanyai berapa umurnya, ia menyebutkan angka yang membuat dirinya dua-tiga tahun lebih tua. Ia juga suka berlagak menasihati teman-teman lain yang sebaya atau malah sebenarnya lebih tua darinya. Pengertian yang keliru menghasilkan tindakan yang keliru. Demikian pula kita yang mungkin juga bingung ketika diperintahkan untuk menjadi semakin hari semakin sempurna. Apakah itu berarti kita harus kebal terhadap kesalahan dan kegagalan?

Sempurna, atau bahasa Yunaninya teleios, berarti dewasa, matang, sudah mencapai tujuan, lengkap, utuh. Kathleen Norris dalam buku Amazing Grace menguraikan arti kesempurnaan secara menarik. Ia menulis, “Kesempurnaan, dalam pengertian kristiani, berarti menjadi cukup dewasa, sehingga kita mampu memberikan diri kita kepada orang lain. Apa pun yang kita miliki, tidak peduli betapa pun kecil tampaknya hal itu, adalah sesuatu yang dapat kita bagikan dengan mereka yang lebih miskin. Kesempurnaan semacam ini menuntut kita untuk menjadi diri kita sepenuhnya sebagaimana ditetapkan oleh Allah : dewasa, matang, utuh, siap menanggung apa saja yang menimpa hidup kita.”

Untuk menjadi sempurna, kita tidak perlu bertingkah aneh seperti teman saya tadi. Tuhan telah meneladankan kesempurnaan dengan memberkati orang yang baik dan juga orang yang jahat. Kita pun dapat menjadi sempurna dengan belajar mengasihi tanpa pandang bulu dan bersikap lebih sabar terhadap orang lain. Kesempurnaan bukanlah keadaan yang tanpa cacat cela, melainkan sikap hati yang rela berbagi dengan siapa saja.

“Live life fully while you're here. Experience everything. Take care of yourself and your friends. Have fun, be crazy, be weird. Go out and screw up! You're going to anyway, so you might as well enjoy the process. Take the opportunity to learn from your mistakes: find the cause of your problem and eliminate it. Don't try to be perfect; just be an excellent example of being human.”
- Anthony Robbins -

Rabu, 13 Januari 2010

Belajar Dari Kesalahan

Saat Anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan Anda membuat suatu kesalahan. Bila Anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang baik karena Anda berkesempatan untuk belajar sesuatu.

Akui kesalahan Anda, teliti dan pelajari secara mendalam. Jawablah kesalahan Anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, Anda dibantu untuk menemukan apa yang benar.

Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan.Suatu saat, seorang pegawai membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dollar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson, berkata "Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri." Jawab Watson, "Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dollar untuk mendidik Anda..."

Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila Anda membuat sebuah kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru Anda itu.

"Your mistake does not define who you are...you are your possibilities."
- Oprah Winfrey -

Jumat, 01 Januari 2010

Berkelebihan atau Berkecukupan???

Sebuah Harapan di Pagi Hari...

Matahari baru saja terbit sekali lagi di pagi hari yang baru ini, di hari pertama di tahun yang baru. Apa yang bisa saya harapkan hari ini, mengenai bagaimana tahun ini akan saya jalani seperti apa?
Sesuatu yang tidak membuat orang lain menjadi miskin, sesuatu yang tidak mengorbankan orang lain; hanya beberapa hal di mana kehadirannya tidak akan membuat saya berhenti tapi justru menyentuh dan memberikan saya kekuatan :
  • Beberapa teman yang mengerti dan menerima saya apa adanya, dan tetap mau menjadi teman saya.
  • Pekerjaan yang memiliki nilai nyata tanpa membuat orang lain merasa lebih miskin.
  • Imbalan untuk pekerjaan yang secukupnya yang tidak membebani siapapun yang membayarnya.
  • Sikap yang tidak takut untuk bepergian, walaupun jalan yang harus dilalui tidaklah mulus.
  • Hati yang pengertian.
  • Sebuah pemandangan lembah yang abadi dan lautan tanpa batas, juga sesuatu yang indah yang dibuat oleh tangan penciptanya.
  • Rasa humor dan kekuatan untuk tertawa.
  • Sedikit waktu santai tanpa melakukan apapun.
  • Sejenak waktu yang tenang, sebuah meditasi sunyi. Merasakan keberadaan Sang Pencipta.
  • Dan kesabaran untuk menunggu hadirnya hal-hal di atas, disertai kebijaksanaan untuk tahu keberadaan mereka saat mereka hadir.
W.R. Hunt
Tahun 2009 telah berlalu, hadir tahun 2010 di hadapan kita. Banyak orang memimpikan hal-hal muluk dalam menyongsong tahun yang baru ini, berharap segalanya akan menjadi lebih baik lagi. Memang tidak salah menginginkan hal yang lebih baik, tapi andaikan tidak tercapai, jangan pernah merasa kecewa karena kita telah berusaha melakukan yang terbaik.

Tulisan W.R. Hunt di atas membuat saya berpikir dalam. Sedikit harapan, tidak terlalu muluk, tapi cukup untuk membuat seseorang merasa bahagia. Mengharapkan secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya, itulah kunci kebahagiaan. Saat kita merasa puas dengan kecukupan, kita akan bersyukur dan berterima kasih. Justru saat kita berharap sebanyak-banyaknya, kita akan terus merasa kurang saat segalanya belum diraih.

Di tahun yang baru ini saya belajar untuk meraih apa yang terpenting di hidup saya. Saya sadar sebagai manusia saya tidak mungkin meraih segala hal dalam hidup ini, karena sebagai manusia saya pun punya banyak keterbatasan. Belajar untuk meraih kebahagiaan bukan hanya dalam pengertian berkelebihan, tapi berkecukupan. Seperti harapan W.R. Hunt untuk sebuah pagi yang baru, seperti itulah harapan saya di tahun yang baru ini.

“Seorang yang optimis menunggu tengah malam untuk menyongsong hadirnya tahun yang baru. Seorang yang pesimis menunggu tengah malam untuk memastikan tahun yang lama telah berlalu.” 
- Bill Vaughn -

Hadapi tahun yang baru ini dengan penuh harapan, bukan dengan kenangan masa lalu yang mengecewakan. Happy New Year 2010 for all of you. May this year brings better happiness than last year...

Minggu, 01 November 2009

Ambillah Waktu Sejenak...

Ambillah waktu sejenak untuk berpikir - itulah sumber kekuatan.

Ambillah waktu sejenak untuk membaca - itulah mata air kebijaksanaan.

Ambillah waktu sejenak untuk bermain - itulah rahasia untuk tetap muda.

Ambillah waktu sejenak untuk berdiam - itulah saat-saat mencari Tuhan.

Ambillah waktu sejenak untuk peka - itulah kesempatan menolong yang lain.

Ambillah waktu sejenak untuk mencintai dan dicintai - itulah anugrah terbesar dari Tuhan.

Ambillah waktu sejenak untuk tertawa - itulah musik bagi jiwa.

Ambillah waktu sejenak untuk ramah - itulah jalan menuju kebahagiaan.

Ambillah waktu sejenak untuk bermimpi - itulah yang membentuk masa depan.

Ambillah waktu sejenak untuk berdoa - itulah kuasa terbesar di muka bumi.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Sebuah Senyuman...

Sebuah senyuman tidak perlu mengeluarkan biaya apapun, tapi memberikan begitu banyak.
Senyum memperkaya orang yang menerimanya, tanpa menjadikan mereka yang memberikannya miskin.
Senyuman membutuhkan waktu hanya sesaat, tetapi kenangan yang ditinggalkan terkadang bertahan abadi.
Tidak ada seorangpun terlalu kaya atau hebat untuk dapat hidup tanpanya, dan tidak ada seorangpun pula yang terlalu miskin sehingga tidak dapat diperkaya olehnya.
Sebuah senyuman menciptakan kebahagiaan di rumah, memelihara kebaikan dalam usaha dan mempererat sebuah persahabatan.
Dia memberikan kelegaan bagi yang lelah, penghiburan bagi yang berkecil hati, cahaya mentari bagi yang bersedih, dan penawar alami terbaik bagi masalah hidup.
Namun demikian senyum tidak dapat dibeli, diminta, dipinjam ataupun dicuri, karena dia adalah sesuatu yang tidak berharga kecuali dia diberikan.
Sebagian orang terlalu lelah untuk memberikan Anda senyuman;
Berikan senyum Anda bagi mereka yang sangat membutuhkannya, karena mereka tidak memiliki satu senyuman pun untuk diberikan.

(diterjemahkan dari : L Gibson, Laughter, The Universal Language, 1990)

Percayakah Anda kekuatan dashyat sebuah senyuman? Hal yang sulit menjadi mudah, dan yang tak mungkin menjadi mungkin. Orang Cina kuno bahkan memiliki pepatah, "Tanpa wajah yang tersenyum, Anda tidak boleh membuka toko." Bisa jadi ini kunci sukses orang Cina dalam berdagang. Begitu banyak hal baik yang kita dapatkan dalam senyuman. Bahkan tidak ada negatifnya sama sekali bila kita tersenyum. Tentu saja yang dimaksud adalah senyum tulus dari hati, bukan senyum sinis atau terpaksa yang tidak sedap dipandang mata. Berikut beberapa fakta mengenai senyum :

Senyum Membuat Anda Lebih Menarik
Orang yang tersenyum memiliki daya tarik. Senyuman membuat perasaan orang di sekitarnya menjadi nyaman dan senang. Orang yang merengut, cemburut, mengerutkan kening dan menyeringai membuat lingkungannya tidak nyaman. Sudah tentu orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.

Senyum Mengubah Perasaan
Jika Anda sedih, cobalah tersenyum. Menurut penelitian, senyum bisa mengubah mood sehingga perasaan berubah menjadi lebih baik.

Senyum Itu Menular
Ketika seseorang tersenyum, suasana menjadi lebih riang. Orang di sekitarnyapun pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

Senyum Menghilangkan Stress
Stress bisa terlihat di wajah. Senyuman menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Cobalah berhenti sejenak dan tersenyum ketika Anda stress, rasakan stress tersebut berkurang dan pikiran menjadi lebih jernih.

Senyum Meningkatkan Imunitas
Menurut penelitian senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik karena fungsi imunitas tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Bahkan sebuah riset menyatakan tersenyum dapat menyembuhkan flu dan batuk.

Senyum Menurunkan Tekanan Darah
Tidak percaya? Coba Anda catat tekanan darah saat Anda tidak tersenyum dan saat tersenyum.

Senyum Melepas Endorphin dan Serotonin
Senyum sebagai pengobatan alami. Endorphin dan serotonin adalah zat yang baik bagi tubuh.

Senyum Menjadikan Anda Awet Muda
Banyak sekali otot wajah yang digerakkan saat tersenyum. Akibatnya otot wajah terlatih sehingga tidak perlu lagi yang namanya face lift.

Senyum Membuat Anda Kelihatan Sukses
Sebuah senyum memancarkan aura percaya diri, mantap, dan professional. Pasang senyum saat rapat atau bertemu klien, pasti mereka melihat Anda dengan lebih baik.

Senyum Mendorong Positive Thinking
Coba pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pastilah sulit. Penyebabnya adalah ketika Anda tersenyum tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik” ke otak Anda.

Dan masih ada 1001 alasan lagi mengapa kita harus tersenyum, yang tidak akan habisnya kalau saya terus tuliskan disini. Tetaplah tersenyum, untuk dunia yang lebih baik...

Kamis, 29 Oktober 2009

Bakat Terpendam...

Suatu saat ada seorang pemain piano bekerja di sebuah bar. Orang ini adalah pianis yang hebat. Banyak orang datang ke tempat ini hanya untuk mendengar permainan pianonya. Tapi pada suatu malam, seorang langganan tetap berkata padanya bahwa dia tidak ingin lagi mendengarnya bermain piano saja. Dia ingin mendengar pemain piano itu juga menyanyi.

Sang pianis berkata, "Saya tidak menyanyi."

Tetapi pelanggan itu sangat gigih. Dia berkata kepada bartender, "Aku lelah mendengarkan suara piano. Aku mau orang itu bernyanyi!"

Si bartender berteriak dari seberang, "Hei kawan! Kalau kau mau tetap dibayar, nyanyikan sebuah lagu. Seorang pelanggan meminta kau untuk bernyanyi!"

Akhirnya sang pianispun bernyanyi. Dia menyanyikan sebuah lagu. Seorang pemain piano yang tidak pernah bernyanyi di hadapan publik akhirnya bernyanyi untuk pertama kalinya. Dan tidak ada seorangpun pernah mendengar lagu Mona Lisa yang dibawakan secara spektakuler oleh Nat King Cole malam itu!

Dia mempunyai bakat dan dia memendamnya! Dia bisa saja berakhir dengan menghabiskan seluruh sisa hidupnya sebagai seorang pianis "biasa" di sebuah bar "biasa", tapi karena dia harus bernyanyi, diapun meneruskan langkahnya menjadi salah satu entertainer paling terkenal di Amerika.

Andapun demikian, memiliki berbagai keahlian dan kemampuan. Anda mungkin menilai "talenta" Anda secara sepele sebagai sesuatu yang tidak hebat, tetapi JUSTRU mungkin kenyataannya malah melebihi dari apa yang Anda bayangkan selama ini! Dan dengan ketekunan, hampir semua keahlian dapat dipertajam. Juga sebaliknya, Anda mungkin juga tidak akan memiliki kemampuan sedikitpun jika Anda memendam apapun bakat yang Anda miliki! Pertanyaannya sekarang bukanlah "Kemampuan apa yang saya miliki yang bisa berguna?" Akan tetapi "Bagaimana saya akan menggunakan apapun kemampuan yang saya miliki?"

Tulisan ini didedikasikan untuk teman-teman dan keluarga saya yang sedang mencoba meraih cita-cita mereka tanpa mengenal lelah, dengan banyak pengorbanan berupa waktu, biaya, tenaga, perasaan, dan lain sebagainya. Terus semangat, sadarilah bakat-bakat terpendam kalian, dan bertekun senantiasa sampai memperoleh hasil yang maksimal. May my prayers be with you all...