Tampilkan postingan dengan label Positive Thinking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Positive Thinking. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Desember 2010

11 Cara Untuk Menjadikan Tahun Ini Sebagai Tahun Yang Terbaik

Hari ini adalah waktu yang indah untuk melihat kembali dan bercermin pada momen-momen yang telah berlalu, kemenangan-kemenangan yang telah Anda raih, waktu yang telah Anda habiskan dengan keluarga dan teman, dan pilihan-pilihan baik yang telah Anda buat dalam usaha/karir Anda. Tapi untuk dapat bertumbuh dan berkembang baik secara pribadi maupun secara profesional, Anda juga harus melihat ke belakang dan mengakui ada beberapa hal yang telah menjadi tantangan bagi Anda, hal-hal yang tidak berjalan dengan baik.

Tidak ada yang salah dengan kemunduran, bahkan saya percaya jika kita tidak memiliki kendala yang perlu diatasi dalam kehidupan ini, kita tidak akan dapat belajar dan bertumbuh. Thomas Watson, pendiri IBM pernah berkata, "Jika Anda ingin meningkatkan tingkat keberhasilan Anda, lebih baik Anda bersiap-siap untuk meningkatkan tingkat kegagalan Anda."

Kita semua memiliki harapan dan mimpi untuk masa depan. Sebentar lagi lembaran rencana tahunan kita akan dihapus bersih dan memulai segalanya dengan baru dan segar. Mengapa tidak meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan tentang mimpi dan cita-cita Anda untuk tahun yang akan datang? Dalam bidang apa Anda ingin bertumbuh? Apa yang sesungguhnya penting bagi Anda? Tantangan apa yang ingin Anda hadapi? Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita dapat memperoleh sesuatu ketika kita melepaskan bakat tersembunyi yang kita miliki.

Untuk membantu Anda menjadikan tahun mendatang sebagai tahun yang terbaik, luangkan waktu sebentar untuk merenungkan 11 saran ini :

1. Tantang Diri Anda
Miliki pandangan yang jelas dan fokus pada apa yang ingin Anda capai dan tentukan kurun waktunya. Tantang diri Anda untuk menjadi yang terbaik dalam setiap waktu. Visualisasikan apa yang ingin Anda raih. Bayangkan hal itu dalam benak Anda. Tulis harapan-harapan Anda, buat sebuah rencana pelaksanaan, dan jangan pernah ragu rencana tersebut tidak akan berhasil.

2. Temukan Faktor Cinta
Tempatkan diri Anda dalam lingkungan orang-orang yang penuh kasih dan suportif. Jauhi orang-orang yang menjatuhkan Anda, orang-orang yang merendahkan mimpi-mimpi Anda. Hargai orang-orang istimewa dalam hidup Anda dan biarkan mereka mengetahui bahwa Anda menghargai mereka.

3. Dedikasikan Waktu Berkualitas
Hidup ini sangat berharga, manfaatkan sebaik-baiknya setiap hari. Bangun pagi, luangkan waktu berkualitas untuk diri Anda sendiri dan juga dengan orang-orang yang Anda kasihi. Pergilah berjalan-jalan, berolahraga, membaca buku. Hargai waktu-waktu yang Anda habiskan bukan hanya dengan orang-orang terdekat, tapi juga waktu yang Anda gunakan untuk diri Anda sendiri.

4. Perbesar Zona Nyaman Anda
Lakukan sedikitnya sebuah hal dalam sehari yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Paksa diri Anda, dan Anda akan terkejut mengetahui sejauh mana Anda dapat mendorong diri Anda sendiri. Ingatlah sisi lain dari rasa takut adalah kebebasan. Tetap stagnan berarti tidak bertumbuh. Untuk meraih potensi penuh, Anda harus bangkit di atas rasa takut dan membubung bagai seekor elang.

5. Bergairah
Tunjukkan gairah dalam setiap hal yang Anda lakukan. Biarkan hal itu terlihat melalui bahasa tubuh, dalam senyum dan suara Anda. Biarkan mata Anda berkilau. Biarkan dunia melihat dan mendengarkan antusiasme dan merasakan semangat Anda.

6. Layani Orang Lain
Jadilah teladan dan guru bagi orang lain. Jadikan diri Anda seorang sukarelawan dalam komunitas dan bantu orang lain untuk meraih mimpi mereka. Dunia Anda akan diperkaya dan menjadi lebih baik dengan berbagi talenta dan memberikannya secara gratis. Tinggalkan sebuah warisan yang abadi.

7. Jangan Dipusingkan Dengan Hal-Hal Kecil
Tinggalkan hal-hal kecil yang tidak dapat Anda kendalikan. Jangan menganggapnya terlalu serius. Sadari bahwa kesempurnaan bukanlah satu-satunya pilihan. Jangan biarkan ketidak-sempurnaan hidup mengganggu Anda. Ringankan perasaan Anda dan lihat sisi jenaka dari hal-hal yang berjalan salah, dan pelajarilah kesalahan tersebut. Jadilah toleran, tersenyum... Jangan habiskan energi Anda untuk hal-hal kecil, Anda masih memiliki hal-hal lain yang lebih besar untuk dikerjakan.

8. Hidup Dalam Kejujuran
Selalu jujur terhadap diri Anda sendiri. Banggalah dengan apa yang Anda lakukan. Hargai diri Anda sendiri. Terimalah orang lain dengan kekurangan mereka. Tunjukkan kasih, kepedulian dan niat baik sebagai sesama manusia. Hidup dengan bermartabat. Jalani sebuah kehidupan dengan tujuan dan hargailah nilai-nilai yang ada dalam diri Anda.

9. Tunjukkan Rasa Syukur
Tunjukkan rasa syukur dan katakan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu Anda. Kirimkan sebuah surat dengan tulisan tangan pribadi kepada orang-orang yang telah membantu dan menyentuh batin Anda. Telepon seorang sahabat atau orang yang Anda kasihi dan katakan betapa berharganya mereka bagi Anda. Berikan pujian pada sesama rekan kerja atau rekan bisnis pada saat mereka berprestasi. Tunjukkan pada orang bahwa Anda menghargai dan peduli terhadap mereka. Tindakan penuh kebaikan tidaklah sulit untuk dilakukan namun sangat berarti bagi mereka yang menerimanya.

10. Rayakan Keberhasilan
Banggalah terhadap prestasi Anda. Luangkan waktu untuk merayakan pencapaian Anda dan orang lain walaupun itu hanyalah sebuah kesuksesan kecil. Selain itu Anda juga harus tetap rendah hati dan bermartabat, peka terhadap orang-orang yang tidak seberuntung Anda.

11. Pancarkan Sikap Positif
Saya tidak dapat mengungkapkan betapa pentingnya untuk memiliki sebuah sikap positif dan percaya pada diri Anda sendiri. Ya, Anda bisa saja bertujuan baik, Anda bisa saja bertekad, namun tanpa sebuah sikap positif dalam diri dan kehidupan, Anda tidak akan berhasil. Impian akan mati, cita-cita akan menghilang, kemurungan dan kegelapan akan menggantikan langit biru dan sinar mentari dalam pikiran dan hati Anda.

Ingatlah bahwa orang seringkali melupakan apa yang Anda katakan atau lakukan bagi mereka, namun mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana Anda mempengaruhi perasaan mereka. Buat suatu komitmen bagi diri Anda sendiri bukan hanya untuk menjadikan tahun berikutnya sebagai tahun yang terbaik, tapi juga untuk menolong orang yang Anda kasihi untuk dapat memperoleh tahun yang terbaik juga bagi mereka.

Jumat, 17 Desember 2010

True To Yourself...

Semua orang tahu : Anda tidak dapat menjadi segalanya bagi semua orang. Anda tidak dapat melakukan segala hal sekaligus. Anda tidak dapat melakukan segalanya dengan baik secara merata. Anda tidak dapat melakukan semua hal dan menjadi lebih baik dari semua orang. Sisi kemanusiaan Anda sangat nampak jelas sama seperti orang-orang lain.

Jadi : Anda harus menemukan siapa diri Anda, dan jadilah seperti itu. Anda harus memutuskan hal apa yang utama, dan lakukanlah. Anda harus menemukan kekuatan Anda, dan mulai menggunakannya. Anda harus belajar untuk tidak bersaing dengan orang lain, karena tidak seorangpun berada dalam sebuah kontes untuk menjadi seperti Anda.

Lalu : Anda akan belajar menerima keunikan diri Anda. Anda akan belajar menentukan prioritas dan mengambil keputusan. Anda akan belajar untuk hidup dengan keterbatasan Anda. Anda akan belajar menghargai hal-hal yang memang patut dihargai. Dan Anda akan menjadi seorang manusia yang berarti.

Berani untuk percaya : Bahwa Anda adalah seorang pribadi yang indah dan unik. Menyadari bahwa diri Anda adalah bagian dari sejarah yang terjadi hanya sekali. Mengetahui bahwa untuk menjadi diri Anda bukan hanya hak Anda, tapi juga kewajiban Anda. Meyakini bahwa hidup bukanlah sebuah masalah untuk dipecahkan, tapi sebuah anugrah yang patut disyukuri. Dan akhirnya dengan semua ini Anda akan dapat terus bangkit dalam menghadapi hal-hal yang biasanya membuat Anda terpuruk.

“Being happy doesn't mean that everything is perfect. It means that you've decided to look beyond the imperfections.”

Kamis, 04 November 2010

Bangun Lagi...

Bruce adalah raja negeri Skotlandia pada zaman dulu. Enam kali ia gagal memimpin pasukannya melawan Inggris. Mereka selalu kalah dihajar musuh dan terpaksa melarikan diri ke hutan. Sementara bersembunyi di gubuk kosong - menyesali kegagalannya dan berputus asa, ia melihat laba-laba yang merajut sarang. Enam kali berturut-turut serangga itu berusaha sekuat tenaga mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu di seberang, tetapi selalu gagal. “Kasihan, seharusnya kau menyerah saja!” bisik hati Bruce. Namun, laba-laba itu mencoba lagi dan berhasil! Ini memberinya inspirasi dan semangat baru. “Aku akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!” teriak Bruce. Ia bangun, mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya; mengatur strategi dan menggempur kembali pertahanan musuh, sampai mereka terusir dari tanah airnya.

Salah satu penyebab orang tawar hati adalah kegagalan berulang kali. Namun, banyak tokoh besar dunia punya sederet pengalaman gagal sebelum berhasil tiba di puncak. Sebut saja Abraham Lincoln dan Albert Einstein. Yang pasti, keberhasilan mereka tak akan terpatri di sejarah jika pada kegagalan terakhir mereka tidak mau bangun lagi. Apakah kegagalan sedang menimpa Anda? Jangan tawar hati atau menyerah; bangkit dan berjuanglah lagi!

TAK JADI MASALAH BERAPA KALI ANDA JATUH - YANG PENTING MASIHKAH ANDA MAU UNTUK BANGUN KEMBALI?

Selasa, 12 Oktober 2010

Sakit Hati

Orang sulit. Begitulah julukan bagi orang yang mudah tersinggung. Ia sering merasa diejek atau dihina, padahal orang lain tidak bermaksud apa-apa. Ketika kita berbisik-bisik, ia mengira kita membicarakannya. Saat lupa mengucapkan salam atau terlambat membalas SMS, ia pikir kita memusuhinya. Ia bagai kentang berkulit tipis. Sedikit saja tergores, sudah merasa sakit hati.

Apakah kita cepat tersinggung? Sering salah paham? Rasa sakit hati bisa membuat kita bersikap membela diri. Ingin balas melukai, padahal belum tentu orang tersebut bermaksud buruk kepada kita. Orang yang cepat tersinggung akan dijauhi orang! Sakit hati tak perlu dibalas dengan menyakiti hati orang, yang terbaik hanyalah dengan mencurahkan isi hati kepada Tuhan.

Do not give in too much to feelings. A overly sensitive heart is an unhappy possession on this shaky earth.
- Johann Wolfgang von Goethe -

Jumat, 27 Agustus 2010

Kisah Sup Batu

Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di se­buah kota. Warga kota itu tak pernah ber­gem­bira, sebab hidup mereka sa­ngat mementingkan diri sendiri. Mereka me­nger­jakan segala sesuatu sendiri dan un­tuk dirinya sendiri. Selain itu mereka su­ka mencurigai semua orang, termasuk kepa­da tiga pengembara kela­paran yang duduk di tengah alun-alun kota itu.

Tiga pengembara itu mem­buat api la­lu merebus sebuah batu. “Apa yang kau­buat?” tanya seorang anak yang lewat. “Kami membuat sup batu yang sangat enak,” kata si pengembara, “tetapi akan ja­uh lebih enak jika ditambah se­siung kecil bawang,” lanjutnya. Anak itu pun berlari dan mengambilkan bawang. Orang-orang kota itu mulai penasaran. Mereka mengintip dan menengok satu per satu. “Sup ini akan jauh lebih enak jika ditambah wortel dan tomat. Seiris kecil daging juga membuat rasanya jauh lebih baik.” Didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat, mereka membawakan satu per satu bahan yang disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup yang enak dan penduduk kota itupun turut menik­matinya. Untuk pertama kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa curiga dan mengalami indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan.

Betapa indahnya apabila kita hidup ber­sa­­ma dengan rukun. Tidak hanya tinggal bersama-sama, teta­pi saling menerima dan saling berbagi dalam kasih. Hidup rukun tan­pa prasangka yang menghalangi interaksi dengan sesama.

"Orang yang Selalu Menaruh Curiga Membatasi Dirinya Untuk Bahagia"

Selasa, 17 Agustus 2010

Jika Sudah Normal...

Sejak ditinggal mati suaminya, Desi kehilangan semangat hidup. Ia tidak lagi tertarik untuk berolahraga atau merawat tubuh seperti dulu. Ia selalu berpikir, “Nanti jika situasinya sudah kembali normal, aku akan berolahraga lagi.” Tiga tahun berlalu dan Desi merasa situasinya belum berubah. Tiba-tiba ia tersadar, ”Jika aku tidak mulai berusaha melakukan apa yang masih bisa kulakukan, situasi tidak akan kembali menjadi normal!” Ia pun memutuskan untuk kembali beraktivitas, lalu semua menjadi normal lagi.

Situasi yang kita hadapi kerap kali tidaklah ideal. Tidak normal. Investasi yang kita tanam belum tentu langsung membuahkan hasil. Pemberian kita kepada orang lain belum tentu bisa menolongnya keluar dari musibah. Cuaca dan arah angin hari ini mungkin tidak ideal untuk menabur benih. Apa pun yang kita lakukan selalu punya risiko untuk gagal. Namun, jauh lebih baik kita berusaha berbuat sesuatu ketimbang terus menunggu situasi hingga menjadi ideal. Jika kita selalu menanti ”saat yang tepat” untuk bertindak, kita akan menunggu selamanya tanpa hasil apapun! Lebih baik kalah setelah mencoba, daripada menyerah sebelum berusaha.

Apakah Anda merasa beban persoalan membuat hidup Anda menjadi ”tidak normal”? Jangan menunggu semuanya menjadi normal kembali. Bisa jadi Anda tidak akan pernah bisa mengalami hidup seperti dulu. Pengalaman hidup kerap mengubah diri dan lingkungan kita. Jadi, lebih baik lakukan saja apa yang bisa Anda lakukan hari ini. Carilah ”rasa normal” yang baru...

Situasi hidup kita selalu normal saat kita berusaha menjalaninya dengan normal

Senin, 26 Juli 2010

365 Hari Bersyukur...

Seni Bersyukur...

Kata bersyukur memiliki beberapa arti. Yang pertama adalah untuk berterima kasih atau menunjukkan rasa syukur. Arti lainnya adalah untuk menaikkan atau meningkatkan nilai sesuatu, misalnya menghargai waktu sebagai investasi yang berharga. Saya merasa dengan menghargai dan bersyukur, nilai dari hal-hal yang kita miliki dan kita inginkan dalam hidup kita juga akan meningkat.

Dalam hidup kita yang penuh hiruk-pikuk dan serba cepat, sangatlah mudah bagi kita untuk melupakan banyak hal yang seharusnya kita syukuri. Kita cenderung mengejar prestasi, dan menjadi orang yang berorientasi pada hasil.

Dan tidak ada yang salah dengan hal itu.

Walaupun demikian, sangatlah vital dan penting bagi kita untuk tidak kehilangan pandangan pada hal-hal yang jelas-jelas ada di dekat kita, hal-hal yang seringkali kita anggap sepele.

Apa yang kita fokuskan akan berkembang. Jika kita fokus pada masalah-masalah dalam hidup kita, mereka cenderung akan bertambah sulit. Jika kita fokus pada hal-hal baik yang telah kita miliki, hal ini juga, memiliki kecenderungan untuk bertumbuh.

Saya melihat hal ini sebagai bentuk lain dari doa. Jika kita kuatir dan resah oleh berbagai masalah, kita menjadikan masalah-masalah itu bertambah besar dari keadaan sesungguhnya, dan hal ini bagaikan magnet yang akan menambah masalah-masalah itu menjadi benar-benar besar. Hal ini bagaikan sebuah doa negatif... sebuah doa yang terbalik.

Berfokus pada apa yang kita PUNYA dan apa yang kita INGINI, mulai menghargai hal-hal ini - dan mereka akan benar-benar bertumbuh.

Sesaat sebelum pergi tidur setiap malam, saya dan istri saya berbagi setidaknya tiga hal yang patut kita syukuri. Kami menyebutnya sebagai ritual "Bersyukur." Hanya perlu beberapa saat, tapi ritual ini mengalihkan pikiran kami pada hal-hal yang baik... pada hal-hal yang kami harapkan untuk bertambah dan bertumbuh dalam hidup kami.

Saya menyarankan untuk melakukan perenungan secara sadar atas berkat-berkat yang Anda terima tiap-tiap hari daripada melakukannya dalam periode per tahun. Jika Anda melakukannya, Anda akan merasakan bagaimana hal-hal ini lebih nyata hadir - tidak hanya hadir, tetapi juga bertumbuh - dalam hidup Anda.

"Jika Anda belajar untuk lebih menghargai terhadap hal-hal yang telah Anda miliki, Anda akan menyadari ternyata Anda memiliki lebih banyak hal yang patut Anda syukuri." - Michael Angier.

Sungguh luar biasa saat kita menyadari begitu banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari. Pernahkah terpikir oleh Anda untuk membuat jurnal harian untuk hal-hal yang patut Anda syukuri? Mungkin pernah terbersit di benak Anda, tapi seringkali kesibukan membuat kita lupa untuk tetap konsisten dalam membuat jurnal ini. Mungkin situs ini dapat membantu, sebuah situs bertema 356 Days of Being Grateful (365 Hari Dengan Bersyukur).

When you’re grateful, that allows God to do great things in your life - Joel Osteen

Kamis, 22 Juli 2010

Bengkok, Tapi Jangan Sampai Patah

Salah satu kenangan yang teringat di benak saya adalah saat saya berada di sungai dan duduk di tepiannya. Di sana saya menikmati kedamaian dan kesunyian, memandangi air yang mengalir turun, mendengarkan kicauan burun dan suara dedaunan dari pohon-pohon di sekitar. Saya juga mengamati pohon-pohon bambu yang bengkok akibat tekanan udara yang kuat dan secara anggun mereka kembali ke posisi tegak setelah angin yang menerpa mereka berlalu.

Ketika saya memikirkan kemampuan pohon bambu tersebut yang dapat memantulkan tekanan atau kembali ke posisi semula, kata ketahanan datang dalam pikiran saya. Bila digunakan sebagai acuan untuk seseorang kata ini berarti kemampuan untuk segera pulih dari goncangan, depresi atau situasi apapun yang menekan batas diri seseorang.

Apakah Anda pernah merasa seperti akan patah? Apakah Anda pernah merasa seperti berada di titik puncak daya tahan Anda? Bersyukurlah karena Anda mampu bertahan dalam menghadapi pengalaman itu dan tetap hidup untuk membagikannya kepada yang membutuhkan. Selama pengalaman itu mungkin Anda merasa merasakan berbagai perasaan bercampur aduk dan kesehatan fisik Anda terganggu. Anda secara emosional kering, lelah secara mental dan bukan tidak mungkin mengalami gejala-gejala gangguan kesehatan fisik yang tidak menyenangkan.

Hidup adalah kombinasi dari saat-saat indah dan saat-saat buruk, momen-momen bahagia dan momen-momen tidak bahagia. Bila Anda mengalami saat-saat buruk atau momen-momen tidak bahagia yang membawa Anda pada titik patah, bengkoklah, tapi jangan patah. Berusaha sebaik mungkin untuk tidak dikuasai oleh situasi.

Sebuah sikap penuh pengharapan akan membantu Anda menghadapi masa-masa tidak menyenangkan ini. Dengan harapan untuk hari esok yang lebih baik atau situasi yang lebih baik, keadaan jadi terlihat lebih ringan dari sebelumnya. Siksaan yang Anda hadapi akan lebih mudah dihadapi dengan melihat hasil akhir yang akan Anda dapatkan.

Jika keadaan menjadi buruk dan Anda pada titik patah Anda, tunjukkan ketahanan. Seperti pohon bambu, bengkok, tapi jangan sampai patah!

Jumat, 09 Juli 2010

Roda Kehidupan...

Selama 45 tahun, Ken Karpman hidup nyaris dalam kesempurnaan. Ia lulus dari salah satu universitas terbaik di Amerika dan menikah dengan gadis impiannya. Kariernya sebagai pialang saham terus menanjak dan memberinya penghasilan hingga Rp8,8 miliar per tahun. Lalu tibalah saat itu. Tahun 2008 resesi menghantam perekonomian Amerika. Hidup Karpman pun “terjun bebas” dalam sekejap. Ia kehilangan pekerjaan, tabungan, dan hartanya.

Untuk menghidupi keluarganya, Karpman mengambil langkah drastis. Ia melamar pekerjaan sebagai pengantar pizza dengan penghasilan yang amat pas-pasan, bahkan untuk orang kebanyakan. Kehidupannya pun berubah 180 derajat, tetapi ia tidak menyesalinya, “Ini hanya sebuah proses. Saya mensyukuri tiap sen yang saya dapat. Ada pelajaran berharga dari setiap potong pizza yang saya antar, yaitu kerendahan hati.”



Hidup di dunia ini memang serba tidak pasti. Apa yang ada kini, bisa tiba-tiba hilang tak berbekas. Hari ini kita berhasil, besok gagal. Usaha yang semula maju mendadak bangkrut. Kita semula sehat, tiba-tiba sakit. Namun, tak usah khawatir. Sejauh kita berjalan bersamaNya, semua itu tak akan “melumpuhkan” kita. Bersama Yang Kuasa, kita siap menghadapi perubahan apa pun yang terjadi.

"Roda kehidupan selalu berubah, terkadang di atas, terkadang di bawah. Tetapi ingat kasih setia-Nya tidak pernah berubah."

Minggu, 30 Mei 2010

Bangkitkan Cinta Mula-Mula...

Seringkali kita merasakan bahwa hidup ini mulai terasa membosankan saat kita berkeluarga, mulai segalanya terasa perlahan-lahan kering. Rasa cinta yang begitu besar awalnya pada saat mulai berpacaran, perlahan-lahan mulai surut seiring dengan berjalannya waktu. Saat ini saya hanya ingin berbagi cerita agar rasa cinta kita terhadap pasangan kita dapat disegarkan kembali melalui kisah yang menyentuh ini :

Kisah ini menceritakan tentang pasangan muda yang bernama Jim dan Della. Mereka miskin namun mereka saling mencintai satu sama lain.

Saat menjelang Natal, Della berpikir untuk memberikan Jim sebuah hadiah Natal. Dia sangat ingin memberikan suaminya sebuah rantai untuk jam kantungnya, tetapi dia tidak memiliki cukup uang. Kemudian diapun mendapat sebuah ide. Dia memiliki rambut panjang yang indah. Dan akhirnya Della memutuskan untuk memotong rambutnya dan menjualnya supaya dia dapat membelikan sebuah rantai yang bagus untuk jam kantungnya Jim.

Pada malam Natal dia pulang ke rumah, dan di dalam tangannya ada sebuah kotak indah berisi rantai jam terbuat dari emas yang dia beli dengan menjual rambutnya. Kemudian Della mulai kuatir. Dia tahu Jim sangat mengagumi rambut panjangnya, dan dia bertanya-tanya apakah Jim akan kecewa saat Jim mengetahui bahwa dia memotong rambutnya dan menjualnya.

Della pun menaiki tangga dengan penuh rasa bingung menuju apartemen mereka yang kecil. Saat dia membuka pintu, dia terkejut melihat Jim sudah berada di rumah dan sedang menunggunya. Di dalam genggaman tangannya ada sebuah kotak yang terbungkus rapi berisi kado yang Jim belikan untuk istrinya.

Saat Della melepas scarfnya dan Jim melihat rambut Della yang pendek, mata Jim mulai berkaca-kaca. Tapi dia menahan air matanya agar tidak menetes dan memberikan Della kotak hadiahnya.

Saat Della membukanya, diapun tidak dapat mempercayai apa yang ada di depannya. Di dalam kotak itu ada satu set sisir perak yang indah untuk rambutnya yang panjang.

Dan saat Jim membuka bingkisannya, diapun juga terkejut. Di dalam kotak itu ada sebuah rantai emas yang indah untuk jam kantung emasnya. Hanya saja saat itu Della mengetahui bahwa Jim menggadaikan jam emasnya untuk membelikan istrinya sisir-sisir perak tersebut.

Hadiah-hadiah ini sebenarnya sangat indah, tetapi jauh lebih indah cinta yang dilambangkan oleh hadiah-hadiah yang mereka berikan ini.

O. Henry

Mari kita segarkan kembali kasih dan cinta kita kepada pasangan kita. Saat segalanya mulai terlihat tidak baik, ingat saat pertama kali kita bertemu dengan pasangan kita. Bangkitkan cinta yang dahulu pernah ada. Belajar mengingat kebaikan pasangan kita, bukan hanya melihat keburukannya. Anda pernah mencintainya dengan sepenuh hati jiwa raga Anda, mengapa sekarang tidak? Semoga kisah sederhana di atas dapat membangkitkan rasa cinta mula-mula yang sekarang mulai pudar...

Selasa, 25 Mei 2010

Sebuah Kisah Tentang Tekad

Hidup dapat menjadi hal yang paling kejam bagi beberapa orang dan ketika hal itu terjadi pada seseorang hanya tersisa dua pilihan. Mereka dapat mengalah dan menyerah, atau bahkan mencoba untuk bunuh diri, atau berusaha untuk melawan balik keadaan.

TinyRay Grier adalah seorang petarung. Pada tahun 1972 di usia 17 tahun TinyRay sedang bermain bola kaki di SMU ketika sebuah kecelakaan mengakibatkan kerusakan tulang belakang yang parah. Ini adalah momen yang menghapus semua impian pemuda itu dan meninggalkan dirinya dengan masa depan yang penuh ketidak pastian.

Operasi demi operasi berlangsung dan TinyRay menderita rasa sakit tiada akhir. Cedera tulang belakangnya menjadi komplikasi yang sangat parah akibat sebuah kecelakaan mobil dan beberapa gegar otak.

Tubuh ini tidak pernah dirancang untuk diam. Tubuh ini tidak dirancang untuk tetap berada dalam satu posisi di kursi roda walaupun menjalani latihan, TinyRay merasakan rasa sakit akibat berada dalam posisi lumpuh permanen ini.

Dalam beberapa tahun dia telah berjuang mengatasi beberapa penyakit ini:

Asthma - COPD
Degenerative Joint Disease
Strokes - April 98, July 98
Hypertension
Diabetes
Acid Reflux
Diastolic Dysfunction
Reflex Sympathetic Dystrophy
Spinal Stenosis
Spina Bifida - Occulta
Right Shoulder Impingement
Carpel Tunnel Syndrome
Calcified Granuloma - Bottom Lobe Right Lung
Sleep Apnea
Chronic Sinusitis - Allergies

Sebagian besar dari penyakit ini adalah dampak akibat kecelakaan yang diakibatkan ketika seorang pemuda pergi untuk menikmati sebuah permainan bola kaki tanpa menyadari bahwa itu adalah kesempatan terakhirnya untuk menikmati permainan tersebut.

Sampai saat ini TinyRay menunggu dengan penuh harap dan kesabaran untuk beberapa suntikan tulang belakang, yang *mungkin* menghalau rasa sakit yang menyiksa itu untuk sementara, atau untuk sebuah operasi, sebuah pilihan yang mungkin menjadikannya lebih lumpuh lagi dan lebih bergantung pada orang lain dibanding saat ini.

Tapi TinyRay Grier tidak pernah menyerah. Dia menggunakan bakat luar biasanya dalam menggambar dan melukis untuk mengungkapkan perasaannya, untuk melawan keganasan rasa sakit yang dihadapinya setiap hari. Bakat dan dedikasinya pada seni menjadikan dirinya dihormati diantara rekan-rekannya dan gaya lukisannya mencerminkan sebuah ciri khas.

Setiap hari dia melukis, bersantai bersama keluarga atau menikmati kebebasan yang diberikan kepadanya melalui dunia internet. Dia mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang dia nikmati, mengangkat rasa sakit dan mengalihkan pandangannya dari masalah yang ada di depannya.

Dalam menjalani tahun-tahun penuh rasa sakit TinyRay bisa saja mengembangkan rasa benci pada dunia karena dunia telah mengambil kemampuannya untuk berjalan dan dia tetap hidup untuk menjalani hari-hari penuh siksaan ini. Tapi hal itu tidak terjadi. TinyRay merasa jika dunia ini tidak mau membantunya, dengan imannya kepada Tuhan, keluarga dan teman-teman, dia akan memperjuangkan hidup ini langkah demi langkah, dan dia melakukannya, setiap hari dan dalam setiap cara.

Kamis, 06 Mei 2010

Pianis Berjari 4...

Kisah ini akan menginspirasi Anda... untuk dapat menyadari bahwa siapapun dapat mengatasi kesulitan!

Apa yang Anda lakukan ketika Anda dilahirkan dengan dua jari pada setiap tangan dan kedua kaki Anda diamputasi dari lutut ke bawah ketika Anda berusia tiga tahun? Jika Anda seorang Hee Ah Lee, Anda akan menjadi seorang pianis konser. Dia sudah cukup professional sekarang, dan Anda akan sangat suka mendengarnya bermain piano... Silahkan saksikan video berikut ini :



Hee Ah Lee dilahirkan dengan cacad fisik yang cukup parah. Dia hanya memiliki dua jari pada setiap tangan. Dan kedua kakinya hanya utuh sampai ke lutut. Dokter yang merawatnya tidak berharap dia dapat bertahan hidup.

Tapi dia tetap bertahan hidup. Pada usia enam tahun dia mulai bermain piano. Saat itu keempat jarinya sangat lemah. Dia bahkan tidak dapat memegang sebuah pensil. Sang ibu berharap dengan bermain piano genggaman sang anak dapat menjadi lebih kuat.

Ternyata hal itu berhasil. Tetapi lebih dari itu, Lee menyadari panggilannya. Dia sekarang tur keliling dunia, bermain piano untuk para pemirsanya yang terkesan. Dia memainkan lagu-lagu yang bahkan sulit untuk dimainkan oleh manusia berjari lengkap.

Sebuah kisah nyata yang menggetarkan hati...

Kisah ini nyata dan Hee Ah Lee memang benar-benar ada. Ini adalah sebuah kisah mengenai seorang ibu dan seorang anak perempuan yang mampu mengatasi permasalahan dari awal.

Ibu Lee secara tidak diketahui hamil saat dia menikah dengan seorang yang lumpuh. Para dokter berkata akibat penggunaan obat tertentu mungkin anaknya tidak dapat dilahirkan normal. Namun dia memilih untuk melanjutkan kehamilannya dan pada tahun 1985 di Seoul, Korea Selatan, Hee Ah Lee kecil dilahirkan dengan hanya dua jari pada masing-masing tangan, kerusakan pada kedua kakinya, dan sedikit cedera otak. Pihak rumah sakit berkata kepada sang ibu bahwa dia tidak dapat merawat anaknya di rumah dan pihak keluarga menginginkannya untuk menempatkan anak tersebut untuk diadopsi di negara lain. Namun sang ibu tetap berpikir bahwa anaknya sempurna, dan bertekat bahwa anak tersebut dapat menjalani sebuah hidup yang sukses dan berhasil.

Pada masa kanak-kanak Lee, sang ibu memutuskan untuk memberikan anaknya pelajaran piano untuk dua alasan. Yang pertama adalah dengan belajar piano akan memperkuat kedua tangan anaknya sehingga dia dapat memegang pensil. Yang kedua adalah jika anak ini dapat menguasai permainan piano, dia dapat menguasai apapun. Begitu banyak kesulitan, pergumulan dan air mata yang dijalani pasangan ibu dan anak ini selama beberapa tahun. Dan pada usia 7 tahun Lee memenangkan Korea’s 19th National Handicap Conquest Contest dan mendapatkan penghargaannya langsung dari Presiden Korea.

Sekarang Lee berusia 22, memiliki banyak penghargaan, dan telah menjadi seorang pianis konser kelas dunia dengan lebih dari 200 pertunjukan. Album pertamanya berjudul “Hee-ah, a Pianist with Four Fingers” dirilis pada Juni 2008.

Lee memberikan penghargaan kepada ibunya untuk tantangannya menguasai piano dan berkata walaupun begitu banyak kesulitan pada masa-masa latihan, "dengan berlalunya waktu, sang piano menjadi sumber inspirasi saya dan sahabat saya."

Minggu, 25 April 2010

Attitude of Gratitude...

Siapapun yang menulis ini, adalah seorang ahli dalam bersikap penuh syukur (attitude of gratitude). Saya sangat ingin memberikan penghargaan kepada si penulis, tapi saya tidak tahu siapa penulisnya. Saya menerima referensi ini via email dan berusaha mencari sumbernya di internet, tapi tidak pernah berhasil untuk menemukan si penulis.

Silahkan baca tulisan ini dan bila Anda merasa bersikap penuh syukur adalah hal yang sulit untuk dipelajari, saya yakin setelah membacanya Anda akan menyadari bahwa hal ini sesungguhnya tidak sesulit yang Anda bayangkan.

Saya Berterima Kasih
Penulis Tidak Diketahui

Saya berterima kasih untuk seorang istri walaupun dia hanya menyajikan hot dog untuk makan malam namun dengan demikian saya tahu bahwa dia berada di rumah bersama saya bukan dengan orang lain.

Untuk seorang suami yang berada di sofa dengan setumpuk keripik kentang karena itu berarti dia berada di rumah bersama saya dan bukan di luar di sebuah bar.

Untuk remaja yang mengeluh ketika mencuci piring, karena dia berada di rumah, bukan berada di jalanan.

Untuk pajak yang saya bayar, karena hal itu berarti saya bukan pengangguran.

Untuk kekacauan yang harus saya bereskan sesudah sebuah pesta, karena itu berarti saya dikelilingi oleh teman-teman.

Untuk pakaian yang terasa agak sempit, karena berarti saya cukup makan.

Untuk bayangan saya yang menemani sepanjang hari, karena hal itu berarti saya masih disinari oleh mentari.

Untuk rumput yang perlu di potong, jendela yang perlu dibersihkan, dan selokan yang perlu dikeruk, karena hal itu berarti saya memiliki sebuah rumah.

Untuk semua keluhan yang saya dengar mengenai pemerintahan, karena itu berarti kita memiliki kebebasan berpendapat.

Untuk tempat parkir yang tersedia di ujung lapangan parkir, karena itu berarti saya masih mampu berjalan dan saya telah diberkati dengan sarana transportasi.

Untuk tagihan listrik yang membengkak akibat AC, karena itu berarti saya merasa sejuk.

Untuk seorang perempuan di gereja yang berada di belakang saya dan menyanyi dengan sumbang, karena itu berarti saya dapat mendengar.

Untuk tumpukan pakaian yang perlu di cuci dan di setrika, karena itu berarti saya tidak kekurangan pakaian untuk dipakai.

Untuk kelelahan dan otot yang sakit di penghujung hari, karena itu berarti saya mampu untuk bekerja keras.

Untuk alarm yang berbunyi dan segera mati di pagi hari, karena itu berarti saya masih hidup.

Yang terakhir, untuk terlalu banyak email, karena itu berarti saya memiliki teman-teman yang peduli dengan saya.

Jumat, 09 April 2010

Survival... True Story...

Joe Simpson dan rekannya sesama pemanjat tebing, Simon Yates, berhasil mencapai puncak sebuah gunung dengan ketinggian puncak 21.000 kaki pegunungan Andes ketika sebuah bencana menerpa mereka. Simpson terjatuh dari sebuah permukaan es vertikal dan mematahkan kakinya. Dalam beberapa jam berikutnya, keadaan menjadi gelap dan badai salju mulai menerpa saat Yates mencoba untuk menurunkan temannya ke tempat yang aman. Dan akhirnya, Yates dengan sangat terpaksa mengambil keputusan untuk memotong tali yang menopang temannya, beberapa saat sebelum mereka berdua terjatuh bersama-sama.

Tiga hari berikutnya adalah hari-hari penuh perjuangan yang hampir tidak masuk akal bagi mereka berdua. Yates yakin bahwa Simpson telah meninggal, kembali ke base camp diliputi perasaan duka dan bersalah karena meninggalkan temannya. Tapi sebuah keajaiban terjadi, Simpson bertahan hidup walaupun terjatuh dari tebing, tapi dalam kondisi pincang, kelaparan, dan kedinginan parah akibat terjebak dalam jurang yang dalam. Dengan berbagai cara dia mengeluarkan seluruh kekuatan fisik dan spiritualnya, dan Simpson merangkak melewati jurang dan ngarai pegunungan Andes, sampai ke base camp beberapa jam sebelum Yates meninggalkan tempat itu.

Bagaimana kedua pria ini mengatasi siksaan dan tekanan pada hari-hari yang mengerikan itu menjadi sebuah legenda kepahlawanan dalam mengatasi rasa takut, penderitaan, kelangsungan hidup dan juga sebuah kesaksian yang pedih mengenai sebuah keberanian dan persahabatan yang tidak tergoyahkan.

Kisah nyata ini sudah didokumentasikan dalam sebuah buku, Touching The Void, dan juga sebuah film. Berikut trailernya :



12 seri wawancara dari Joe Simpson dan Simon Yates yang menceritakan perjuangan mereka dapat juga Anda saksikan di sini :

























Sebuah kisah luar biasa, keadaan yang sungguh tidak mungkin menjadi mungkin, dengan satu modal yang sederhana : Tekad. Sebuah pelajaran bagi kita yang merasa saat ini tidak kuat lagi menghadapi tekanan-tekanan hidup atau apapun masalah kita, selalu ada jalan keluar dan selalu ada kekuatan lebih selama kita mau dan tidak putus asa.

Sebuah pemikiran sederhana dari saya, surviving bukanlah suatu pergumulan dengan kekuatan penuh dan semaksimal mungkin untuk mencari jalan keluar, tetapi lebih tepat kalau saya sebut bagaimana bertahan dengan diri kita, keeping us in one piece, keep a clear head, bukan masalah kekuatan, tetapi masalah daya tahan. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua...

Senin, 22 Februari 2010

Kepingan Puzzle

Dia orangnya begitu, saya orangnya begini. Dia pelit, saya royal. Dia baik hati, saya tidak baik hati. Dia supel, saya sulit bergaul, Dia hemat, saya boros. Dia mandiri, saya bergantung pada orang. Dia tegas, saya plin plan. Dia jenaka, saya serius. Dia pandai melihat peluang, saya sering melewatkan peluang. Dia pendiam, saya bawel. Dan lain sebagainya. Tapi mengapa saya masih bergaul dengannya? Dan mungkin dia pun bertanya mengapa dia bergaul dengan saya? Begitu banyak ketidak cocokan dalam sifat dan karakter kami masing-masing.

Mungkin pertanyaan seperti itu sering terbersit di pikiran kita. Sering kali kita bersosialisasi dengan orang yang jauh berbeda dengan kita. Sifat yang bertolak belakang, namun "get along" baik-baik saja, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya. Mungkin bukan hanya sekedar kenal, tapi teman, bahkan menjadi sahabat terlebih lagi menjadi pasangan hidup tempat berbagi suka dan duka.

Suatu pertanyaan besar yang sempat mengisi hati saya mengenai hal ini, mengapa orang dengan berbagai sifat yang tidak cocok bisa menjadi sahabat, bahkan tidak jarang menjadi pasangan hidup. Dan mereka bahagia dengan hal itu. Begitu banyak ketidak cocokan, tetapi mereka tetap bertahan menjadi orang-orang yang dekat di hati. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan sepanjang hidup mereka. Sampai saya tiba di sebuah pemikiran yang membuka mata hati saya.

Bayangkan ini. Seperti apa dunia ini saat Anda keluar dari rumah, dan melihat semua orang seperti Anda. Tabiat, perilaku, karakter, sifat, bahkan sampai ke penampilan fisik yang identik dengan Anda. Mungkin pada awalnya Anda akan merasa nyaman, karena Anda berpikir mereka tentu mengerti Anda sebab mereka sama dengan Anda. Tapi apakah tidak membosankan, setiap hari bertemu sosok yang identik dengan diri Anda sendiri, tanpa mengetahui begitu banyak karakter-karakter lain yang dapat di eksplorasi?

Inilah realita kehidupan di dunia ini. Saat Anda merasa sedih dan terluka, seseorang dengan karakter yang riang dan ceria akan mampu mengobati rasa pedih di hati Anda. Saat Anda berperilaku boros dalam keuangan Anda memiliki seseorang yang mengingatkan untuk berhemat. Saat Anda terdiam dan merasa hening dan hampa selalu ada seseorang yang begitu gemar berbicara berbagi hal-hal menarik untuk dipikirkan dan direnungkan. Saat Anda hampir melewatkan peluang besar dalam hidup, selalu ada orang yang mengingatkan dan mendorong Anda untuk mengambil langkah ekstrim untuk mengambil peluang tersebut. Saat Anda merasa pesimis akan selalu ada orang yang memberikan rasa nyaman dan optimisme di hati Anda untuk bangkit kembali menghadapi masalah Anda. Dan lain sebagainya.

Kita semua diciptakan berbeda. Bahkan sepasang anak kembar yang identik pun memiliki karakter yang berbeda. Tidak ada manusia yang sama persis satu pun di dunia ini. Semua memiliki ciri dan karakternya masing-masing, diciptakan sesuai dengan perannya masing-masing di dunia ini.

Bagaikan susunan puzzle yang berbeda setiap kepingnya, masing-masing keping memiliki peranannya sendiri untuk melengkapi rangkaian puzzle tersebut menjadi suatu karya yang indah. Anda dan saya adalah sebuah kepingan puzzle yang memiliki tugas untuk menjadi bagian dari mahakarya yang indah dalam hidup ini. Perbedaan individu bukanlah suatu kekurangan, melainkan suatu bentuk rangkaian kehidupan antar manusia yang unik, yang terkait satu sama lain. Yang jadi pertanyaan, apakah kita mau menempatkan diri kita sebagai kepingan puzzle di tempat dimana seharusnya kita berada, dan terkait satu sama lainnya dengan puzzle-puzzle lainnya yang berbeda dengan kita?

Perbedaan akan selalu ada dalam hiidup ini, dan kehadiran kita bukanlah tanpa arti. You can make a difference. Apalah artinya sebuah puzzle yang sempurna, namun memiliki sebuah lubang kecil karena kita tidak mau ikut berperan sebagai kepingan puzzle yang melengkapi rangkaian puzzle-puzzle tersebut.

Sampai detik ini pun saya masih belajar, belajar untuk menerima orang dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Menjadi pribadi yang semakin hari semakin bijak, menjadi pribadi yang lebih dapat bertoleransi dengan segala keadaan di lingkungan yang ada. Marilah kita belajar untuk memahami peranan kita, sebesar apapun perbedaan yang ada di sekitar kita...

Pahamilah bahwa kita pribadi yang unik, dan kita adalah spesial. Sebab tanpa kita, dunia ini tidak akan lengkap. Be yourself, and try to accept people as they are, because we are connected one another. GBU all...

Minggu, 14 Februari 2010

Seperti Apa Harimu?

Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini, sangat bersemangat untuk melakukan banyak hal sebelum lonceng jam 12 malam berdentang. Tugas saya adalah untuk memilih hari seperti apa yang akan saya jalani hari ini.

Hari ini saya dapat mengeluh karena hujan yang menyebalkan atau saya dapat bersyukur karena rumput-rumput mendapat air secara gratis.

Hari ini saya dapat merasa sedih karena saya tidak memiliki uang atau justru saya dapat merasa senang bahwa kondisi keuangan saya mendorong saya untuk merencanakan pembelanjaan saya secara bijak dan menuntun saya untuk tidak melakukan pemborosan.

Hari ini saya dapat menggerutu mengenai kondisi kesehatan saya atau saya dapat bersukacita karena saya masih diberi kesempatan untuk hidup.

Hari ini saya dapat meratapi atas hal-hal yang tidak diberikan oleh orang tua saya ketika saya tumbuh dewasa atau saya dapat merasa bersyukur karena mereka memberikan saya kesempatan untuk dilahirkan.

Hari ini saya dapat menangis karena mawar-mawar memiliki duri atau saya dapat bergembira karena duri-duri itu memiliki mawar.

Hari ini saya dapat berduka karena kehilangan teman atau saya dapat merasa bersemangat untuk memulai suatu petualangan baru dalam menjalin hubungan pertemanan dengan lebih banyak orang lagi.

Hari ini saya dapat mengeluh karena saya harus pergi bekerja atau saya dapat berteriak kegirangan karena saya memiliki pekerjaan.

Hari ini saya dapat mengeluh karena saya harus pergi ke sekolah atau justru merasa bersemangat untuk membuka pikiran saya dan mengisinya dengan pengetahuan dan petualangan baru.

Hari ini saya dapat merasa jengkel karena saya harus membereskan rumah atau saya dapat merasa bersyukur karena memiliki tempat bernaung untuk pikiran, tubuh dan jiwa saya.

Hari ini membentang di hadapan saya, menunggu untuk dibentuk, dan inilah saya, sang pemahat yang bertugas untuk membentuknya.

Bagaimana hari ini akan berjalan adalah tergantung saya sendiri. Dan saya yang memutuskan hari seperti apa yang akan saya jalani.

Bagaimana Anda akan menjalani HARI INI?

Rabu, 13 Januari 2010

Belajar Dari Kesalahan

Saat Anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan Anda membuat suatu kesalahan. Bila Anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang baik karena Anda berkesempatan untuk belajar sesuatu.

Akui kesalahan Anda, teliti dan pelajari secara mendalam. Jawablah kesalahan Anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, Anda dibantu untuk menemukan apa yang benar.

Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan.Suatu saat, seorang pegawai membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dollar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson, berkata "Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri." Jawab Watson, "Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dollar untuk mendidik Anda..."

Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila Anda membuat sebuah kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru Anda itu.

"Your mistake does not define who you are...you are your possibilities."
- Oprah Winfrey -

Jumat, 01 Januari 2010

Berkelebihan atau Berkecukupan???

Sebuah Harapan di Pagi Hari...

Matahari baru saja terbit sekali lagi di pagi hari yang baru ini, di hari pertama di tahun yang baru. Apa yang bisa saya harapkan hari ini, mengenai bagaimana tahun ini akan saya jalani seperti apa?
Sesuatu yang tidak membuat orang lain menjadi miskin, sesuatu yang tidak mengorbankan orang lain; hanya beberapa hal di mana kehadirannya tidak akan membuat saya berhenti tapi justru menyentuh dan memberikan saya kekuatan :
  • Beberapa teman yang mengerti dan menerima saya apa adanya, dan tetap mau menjadi teman saya.
  • Pekerjaan yang memiliki nilai nyata tanpa membuat orang lain merasa lebih miskin.
  • Imbalan untuk pekerjaan yang secukupnya yang tidak membebani siapapun yang membayarnya.
  • Sikap yang tidak takut untuk bepergian, walaupun jalan yang harus dilalui tidaklah mulus.
  • Hati yang pengertian.
  • Sebuah pemandangan lembah yang abadi dan lautan tanpa batas, juga sesuatu yang indah yang dibuat oleh tangan penciptanya.
  • Rasa humor dan kekuatan untuk tertawa.
  • Sedikit waktu santai tanpa melakukan apapun.
  • Sejenak waktu yang tenang, sebuah meditasi sunyi. Merasakan keberadaan Sang Pencipta.
  • Dan kesabaran untuk menunggu hadirnya hal-hal di atas, disertai kebijaksanaan untuk tahu keberadaan mereka saat mereka hadir.
W.R. Hunt
Tahun 2009 telah berlalu, hadir tahun 2010 di hadapan kita. Banyak orang memimpikan hal-hal muluk dalam menyongsong tahun yang baru ini, berharap segalanya akan menjadi lebih baik lagi. Memang tidak salah menginginkan hal yang lebih baik, tapi andaikan tidak tercapai, jangan pernah merasa kecewa karena kita telah berusaha melakukan yang terbaik.

Tulisan W.R. Hunt di atas membuat saya berpikir dalam. Sedikit harapan, tidak terlalu muluk, tapi cukup untuk membuat seseorang merasa bahagia. Mengharapkan secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya, itulah kunci kebahagiaan. Saat kita merasa puas dengan kecukupan, kita akan bersyukur dan berterima kasih. Justru saat kita berharap sebanyak-banyaknya, kita akan terus merasa kurang saat segalanya belum diraih.

Di tahun yang baru ini saya belajar untuk meraih apa yang terpenting di hidup saya. Saya sadar sebagai manusia saya tidak mungkin meraih segala hal dalam hidup ini, karena sebagai manusia saya pun punya banyak keterbatasan. Belajar untuk meraih kebahagiaan bukan hanya dalam pengertian berkelebihan, tapi berkecukupan. Seperti harapan W.R. Hunt untuk sebuah pagi yang baru, seperti itulah harapan saya di tahun yang baru ini.

“Seorang yang optimis menunggu tengah malam untuk menyongsong hadirnya tahun yang baru. Seorang yang pesimis menunggu tengah malam untuk memastikan tahun yang lama telah berlalu.” 
- Bill Vaughn -

Hadapi tahun yang baru ini dengan penuh harapan, bukan dengan kenangan masa lalu yang mengecewakan. Happy New Year 2010 for all of you. May this year brings better happiness than last year...

Sabtu, 26 Desember 2009

Hanya Masalah Cara Pandang...

Andrew Jackson lahir pada 15 Maret 1767 di daerah Lancaster, California Selatan. Sebagai seorang anak kecil dia hanya bisa menikmati pendidikan secara sporadis di sekolah-sekolah dusun yang terpencil, dan pada usia tiga belas tahun, Jackson bergabung sebagai kurir pada Perang Revolusi. Pada masa Revolusi Amerika, Andrew dan adiknya Robert tertangkap oleh pasukan Inggris, dan hampir mati kelaparan. Saat menjadi tawanan, Andrew membangkang ketika diperintahkan untuk membersihkan sepatu seorang perwira Inggris, yang berakibat goresan luka pada muka dan tangan kirinya akibat sabetan pedang perwira tersebut. Andrew dan Robert juga terkena cacar saat ditawan, dan Robert meninggal beberapa hari setelah mereka berdua dilepaskan. Insiden-insiden ini mengakibatkan kebencian abadi terhadap Kerajaan Inggris. Jackson telah menjadi presiden terakhir yang menduduki masa jabatan selama Perang Revolusi, dan satu-satunya presiden yang pernah menjadi seorang tawanan perang.

Pada 1787, Andrew telah tinggal di negara bagian Tennessee. Jackson telah menjadi seorang pengacara ternama, dan akan dicalonkan sebagai anggota kongres pertama ketika Tennessee resmi menjadi sebuah negara bagian di tahun 1796. Jackson dilantik oleh Senat Amerika Serikat pada tahun 1797, dan mengundurkan diri pada tahun 1798, dan kemudian dia menempati sebuah kursi di pengadilan tinggi negara. Jackson juga melayani sebagai kolonel milisi negara, dan selama perang di tahun 1812, angkatan militer Jackson mengalahkan "The Red Stick Creeks" pada perang "Horseshoe Bend" di Alabama pada 27 Maret 1814. Karir militer Jackson menanjak pesat, dan mencapai puncaknya pada Perang New Orleans, yang diperangkan pada 8 Januari 1815. Pada perang ini, Jackson memimpin pasukan sebesar enam ribu personil melawan armada Inggris yang berisi dua belas ribu personil, dan mengalahkan mereka dengan mudah. Jackson dijuluki "Old Hickory," mengingat ketangguhannya yang legendaris.

Ini hanyalah sebuah kisah dari ribuan kisah-kisah lainnya yang luar biasa tentang seorang anak kecil yang serba kekurangan, tertindas, bertahan, dan akhirnya bersinar bagaikan sebuah berlian yang belum diasah, perlahan-lahan mulai menunjukkan kilaunya saat diproses menjadi batu mulia. Kita tidak bisa memilih dimana kita dilahirkan. Kita sama sekali tidak memiliki kendali terhadap apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Mengapa saya harus dilahirkan tidak sempurna? Mengapa saya harus lahir di keluarga yang miskin? Mengapa kedua orang tua saya harus berpisah? Mengapa begitu banyak orang yang kejam dan jahat di sekeliling saya? Mengapa saya tidak memiliki bakat yang luar biasa seperti orang lain? Mengapa saya tidak memiliki kesempatan untuk mengecap pendidikan yang layak? Mengapa fisik saya tidak secantik atau setampan orang lain? Mengapa saya harus mengalami kegagalan dalam percintaan dan rumah tangga? Mengapa saya terus menderita? Dan berbagai "mengapa-mengapa" lainnya akan berlanjut tidak berujung jika kita mau memikirkan betapa nestapanya hidup ini.

Semua orang dilahirkan unik, untuk tujuannya masing-masing. Seorang Nick Vujicic (baca kisah lengkapnya) yang lahir tanpa tangan dan kaki melewati proses yang berat dan menjadi bukti bahwa kebahagiaan bukan datang dari keadaan lahiriah. Seorang Marion Luna Brem (baca kisah lengkapnya) yang mengidap kanker dan divonis mati, terus berjuang menjalani hidup dan tetap hidup sampai detik blog ini dibuat, bahkan dia sekarang sangat sukses sebagai seorang pengusaha wanita. Sepasang ayah dan anak Dick dan Rick Hoyt (baca kisah lengkapnya) yang sangat membara semangatnya dalam menembus rintangan, walaupun si anak lumpuh total dan semua orang menertawakannya saat mereka hendak ikut dalam perlombaan atletik. Dan masih banyak lagi kisah-kisah hidup pribadi-pribadi yang kurang beruntung tapi pada akhirnya menjadi berkat dan inspirasi bagi orang lain.

Apakah kita bisa menjadi seperti mereka? Kalau mau direnungkan lagi, kita memiliki banyak kelebihan dibanding mereka. Kita masih memiliki tangan dan kaki, tidak seperti Nick Vujicic yang benar-benar tanpa tungkai. Kita masih sehat walafiat, dibanding Marion Luna Brem yang mengidap kanker dan divonis mati dalam beberapa tahun. Kita memiliki keluarga yang sehat, yang dengan mudah saling menolong satu sama lain, tidak seperti Dick dan Rick Hoyt yang mengorbankan banyak hal untuk dapat saling membantu. Mengapa kita tidak bisa seperti mereka, menjadi orang yang luar biasa dan bersinar di tengah-tengah keriuhan dunia ini? Ada beberapa hal yang membedakan kita dengan mereka. Yang pertama, Rasa Syukur. Mereka mensyukuri keadaan yang ada, dan berusaha untuk mencari solusi masalahnya dengan lapang dada. Sebaliknya kita, bukannya memikirkan solusi, justru kita malah menghabiskan waktu untuk menggerutu dan mengeluh. Yang kedua, Keteguhan Hati. Saat mereka dihadapkan dengan situasi yang sebegitu sulitnya, mereka tidak menyerah dan berujung pada depresi dan bunuh diri. Mereka terus berusaha, berusaha, dan berusaha. Tidak terhitung jatuh bangun yang dialami oleh mereka, tapi mereka tetap bertahan. Apakah kita sudah memiliki mental Keteguhan Hati seperti mereka? Apakah justru saat mengalami situasi sulit kita memilih untuk melarikan diri daripada menghadapinya?

"Oke, oke, mudah bicara sulit melakukannya. Bagaimana caranya saya harus bersyukur dan tegar dalam menghadapi hal yang sedemikian buruknya?" mungkin saja Anda bertanya seperti itu. Kunci dari semua ini adalah CARA PANDANG. Apapun keadaannya, semua bisa menjadi lebih baik hanya dengan mengubah cara Anda memandang. Apakah Anda memandang situasi dan keadaan yang sulit sebagai suatu tekanan, ataukah justru suatu tantangan? Sebagai sebuah tekanan, tentu saja Anda akan merasa dongkol dan menjalaninya dengan setengah hati. Tapi sebagai suatu tantangan, masalah apapun akan bisa dihadapi dengan lapang dada dan keteguhan hati, sebab kita berfokus bukan pada keadaan sekarang, tapi pada keadaan di masa depan. Sebuah VISI, menjadikan apapun situasi kita saat ini, baik atau buruk, sebagai pijakan ke arah depan yang lebih baik....


“Keep your dreams alive. Understand to achieve anything requires faith and belief in yourself, vision, hard work, determination, and dedication. Remember all things are possible for those who believe.” 
- Gail Devers -

Sabtu, 28 November 2009

Unstoppable Women : Kisah Seorang Marion Luna Brem



Pada tahun 1984, Marion Luna Brem yang berusia 30 tahun sedang sekarat. Marion memiliki kanker di payudara dan rahim juga telah melalui dua kali operasi dalam 11 minggu - sebuah mastektomi dan histerektomi. Saat itu dia sedang mengalami penderitaan yang luar biasa dan efek mengerikan akibat kemoterapi. Melengkapi penderitaannya, penyakitnya telah mengambil rambutnya, tabungannya, dan juga suaminya. Suaminya pergi sambil berkata bahwa dia sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi tekanan. Marion ditinggalkan dengan dua anak laki-laki kecilnya dan tanpa memiliki apapun untuk menyokong mereka. Lebih parah lagi, diapun telah divonis hukuman mati : Dokter berkata padanya dia hanya memiliki 2 tahun untuk hidup, 5 jika dia benar-benar beruntung.

Pada suatu pagi bulan Mei yang panas di Texas, Marion terbaring di lantai kamar mandi yang dingin dengan pipinya menempel di lantai berusaha untuk tidak muntah - lagi. Meskipun dengan rasa sakit yang luar biasa dan rasa takut yang menguasainya, dia tahu bahwa dia tidak boleh hanya terus terbaring mengasihani dirinya. Dia harus fokus untuk merawat anak-anaknya, dan ini berarti menemukan sebuah pekerjaan. Tapi dia hampir tidak memiliki pengalaman dan pendidikan formal - bukan sebuah hal yang mudah untuk memulai karir. Ditambah lagi, dia adalah seorang perempuan - seorang perempuan Hispanic - yang menambah dua hal negatif mengenai dirinya dalam mencari pekerjaan. Marion hanya berpikir untuk bertahan hidup. Kata-kata kaya dan sukses bahkan tidak pernah terpikir olehnya.

Memutuskan Untuk Menjadi Berani 
Dimana harus memulainya? Susan, sahabat baik Marion, menyarankan dia untuk mencari pekerjaan di bagian penjualan, tapi Marion kuatir mengenai kurangnya pengalaman. Setelah berdiskusi dan melalui berbagai pertimbangan, Marion berpikir, "Kenapa tidak?"

Dari segala macam industri yang tersedia, Marion memilih bidang yang didominasi oleh kaum pria yakni penjualan mobil. Dia juga pernah melihat langsung bagaimana seorang salesman menghadapi pasangan dengan hanya berbicara kepada prianya saja dan hampir mengacuhkan si perempuan. Secara intuisi, dia tahu bahwa wanita adalah bagian penting dalam proses pengambilan keputusan dan merasa bahwa ini adalah suatu peluang. Statistik sekarang menunjukkan bahwa Marion benar. Ketika pasangan membeli sebuah mobil, si wanita memiliki pengaruh 80 persen dalam mengambil keputusan. Marion menyadari peluang ini, dan dia telah bertekad untuk mengambil peluang tersebut.

Dengan hanya bersenjatakan insting dan sebuah rambut palsu pirang, Marion menghampiri dealer pertama. "Pernahkah Anda berpikir untuk mempekerjakan seorang perempuan?" tanyanya. "Tidak!" adalah jawaban singkat yang diperolehnya. Dia mendengar respon yang sama dari 16 manajer penjualan lainnya di sekeliling kota. Namun Marion Brem tidak menyerah. Dia tidak boleh menyerah! "Saya pikir keberanian adalah sesuatu yang Anda putuskan," katanya. "Anda bangun di pagi hari dan memiliki janji dengan sang cermin untuk berkata, "Hari ini saya akan menjadi berani."

Tapi pendekatannya jelas-jelas tidak berhasil. Jadi pada percobaannya yang ke-17, dia mengubah nada bicaranya dan berkata, "Ini adalah hal yang dapat saya lakukan untuk Anda..." Setelah memberitahukan sang manajer mengenai sudut pandang pembeli mobil wanita, dia langsung dipekerjakan saat itu juga! Karir Marion Luna Brem dalam penjualan mobil telah dimulai.

Dari Seorang Sales Pemula Menjadi Seorang Manajer
Awalnya semua rekan kerjanya yang semuanya pria menyambut kedatangannya. "Hal ini berlangsung sampai saya mulai berkompetisi dengan mereka, mengalahkan mereka, dan disitulah saya mulai merasakan perbedaan sikap mereka," ingat Marion. "Tapi ketika mereka melihat Anda tidak menjauh, dan tidak mempermasalahkan komentar dan penghinaan mereka, lahirlah rasa hormat."

Tahun pertama Brem, dia mendapat gelar Salesperson Of The Year. Tentu saja, piagamnya bertuliskan "Salesman Of The Year," dan hadiahnya adalah perjalanan ke Super Bowl dan sebuah jam tangan pria Rolex. Tetap saja, itu adalah sebuah kehormatan dan sebuah prestasi yang indah. Sementara itu kankernya pun membaik dan Marion mulai menjadi lebih kuat.

Dalam 2 tahun berikutnya, Marion berprestasi lebih dashyat lagi, tapi dia masih mau lebih lagi. Saat itulah dia menghampiri bosnya untuk pindah ke posisi manajemen. Proposalnya dengan datar ditolak. Bosnya berkata bahwa dia sudah "gila" jika dia memindahkannya dari bagian penjualan dengan sebegitu banyaknya uang yang dihasilkan bagi bosnya maupun untuk dirinya sendiri. Walaupun sulit baginya untuk meninggalkan rasa aman dari penghasilan yang besar sebagai buah dari kerja kerasnya, diapun terus maju, percaya bahwa dia akan menemukan apa yang dicarinya. Hal ini berarti, sekali lagi, mulai mengetuk pintu dan mencari pekerjaan baru lagi.

Setelah beberapa minggu yang membuat frustasi saat mencari pekerjaan, Marion akhirnya bekerja sebagai seorang manajer entry-level di sebuah dealer baru. Karirnya dengan cepat menanjak di jenjang manajemen. Dua setengah tahun kemudian, dia siap untuk membangun dealernya sendiri. Dia membayangkan sebuah perusahaan yang dijalankan oleh wanita dan untuk wanita. Yang dia butuhkan adalah $ 800,000, yang serasa seperti $ 800 juta untuknya.

Sebuah Pekerjaan Mengenai Cinta
Singkat cerita, Marion mendapatkan seorang rekan yang mau untuk menginvestasikan dananya. $ 800,000 telah tersedia sebagai modal kerjanya dan juga jutaan lagi dalam bentuk pinjaman yang diperlukan untuk kredit, stok, dan pemasaran dealer pertamanya. Marion mendekati Chrysler Corporation - dan dengan cepat memperoleh kata sepakat.

Sekarang yang dia butuhkan adalah sebuah nama untuk dealer barunya. Marion menginginkan sesuatu yang khas - dan harus feminin. Dan akhirnya sebuah kata menyelesaikan semuanya : "Love." "Ini adalah kata paling positif dalam kamus," pikirnya. "Dan ini adalah hal yang saya rasakan mengenai proyek ini, cara saya akan memperlakukan pelanggan dan pekerja saya."

Jadi di 1989 "Love Chrysler" lahir, lengkap dengan logo hati di semua mobil. Motto Marion : "It's not just the hearts on our cars, it's the hearts inside our people. We're spreading Love all over Texas!"

Kerja keras Marion dengan cinta membuahkan hasil yang luar biasa. Sekarang dia telah bebas dari kanker, pemilik dari dua dealer mobil, dan prestasinya terus saja bertambah. Perusahaannya adalah urutan 89 dalam Hispanic Business 500 dengan pendapatan lebih dari $ 45 juta.

Pada usia 30 Marion Luna Brem telah kehilangan payudaranya, rahimnya, pernikahannya, dan kata para dokter, segera kehilangan nyawanya. Tetapi Marion secara harafiah bangkit dari lantai yang dingin, mengenakan sebuah rambut palsu murah, dan terjun ke sebuah dunia yang didominasi oleh pria. Dalam perjalanannya, dia merawat dua anak, mengalahkan penyakit yang sedang menghancurkannya, dan merubah baja menjadi cinta.

"Terkadang tidaklah cukup hanya dengan menggedor pintu.
Anda harus merobohkannya!"
-Marion Luna Brem