Hari ini saya menonton sebuah film fiksi berjudul Surrogates. Sebuah gambaran tentang kemajuan teknologi yang mempermudah hidup banyak orang, dan mengurangi banyak resiko dalam hidup ini. Dalam film ini dikisahkan tentang kehidupan manusia di masa depan dengan menggunakan teknologi terbaru memungkinkan untuk manusia dapat mengerjakan banyak hal dari dalam rumahnya.
Sang pengguna hanya perlu berbaring dan mengenakan sensor untuk mengendalikan sebuah boneka yang mirip dengan manusia dan melakukan kegiatannya sehari-hari. Sang boneka pun keluar beraktifitas, menggantikan sang manusia dalam melakukan banyak hal. Saat terjadi kecelakaan, yang mengalami musibah adalah sang boneka, bukan manusianya. Saat dirampok, sang pengguna boneka tersebut pun terhindar dari resiko luka ataupun terbunuh. Segala macam resiko ditanggung oleh boneka tersebut, sedangkan si manusia aman berbaring di dalam rumah. Selengkapnya mengenai kisah film tersebut, silahkan Anda tonton sendiri. Saya tidak mau merusak kesenangan Anda dengan membeberkan seluruh kisah film tersebut di blog ini :p
Kira-kira begitulah nantinya kehidupan manusia di masa mendatang, setidaknya itu yang digambarkan dalam film "Surrogates." Saat teknologi semakin maju, manusia dapat mengurangi resiko bencana yang akan menimpa dirinya. Tidak hanya di film itu, saat ini hal tersebut juga mulai dapat dirasakan. Kemudahan berkomunikasi, video call, conference call, dan lain-lain banyak memudahkan hidup kita untuk bertemu dan bersosialisasi dengan orang lain tanpa harus keluar rumah.
Mungkin film tersebut adalah sebuah contoh yang terlalu ekstrim, menggambarkan bagaimana sebuah boneka akan menggantikan seluruh kegiatan dalam hidup kita. Tetapi hal tersebut bukanlah tidak mungkin, melihat bagaimana perkembangan teknologi sekarang yang sedemikian pesat. Memang teknologi adalah hal yang baik, bahkan hal-hal seperti inipun juga bermanfaat, seperti memungkinkan penyandang cacat untuk dapat hidup normal dengan organ buatan yang dapat dikendalikan sepenuhnya, dan bagi para pekerja konstruksi atau pekerjaan apapun yang mengandung resiko tinggi sehingga kehilangan nyawa dapat dihindarkan.
Namun bagi saya apapun yang dilakukan dengan "terlalu" tidak pernah berdampak baik. Saat manusia mulai mengandalkan teknologi dalam menjalani hidupnya, segalanya akan menjadi lebih mudah. Namun saat manusia mulai "terlalu" mengandalkan teknologi dalam hidup, sesuatu yang pada awalnya adalah kebutuhan berubah menjadi kecanduan. Sama seperti kita sekarang ini. Berapa banyak dari kita yang mulai kecanduan, dan merasa tak berdaya saat kita tidak menggunakan teknologi? Berapa banyak dari kita yang mulai panik saat kita lupa dan tidak membawa ponsel? Berapa banyak dari kita yang saat listrik mati mulai merasa gelisah? Berapa banyak dari kita saat komputer kita rusak kita merasa bingung karena tidak dapat bekerja? Saya pun pernah mengalami hal seperti itu, merasa tidak lengkap saat tidak membawa ponsel, merasa haus informasi saat internet saya mati, dan lain sebagainya. Beruntung saya menonton film ini, menyadarkan saya tentang bagaimana manusia dapat merasakan kecanduan terhadap hal yang disebut dengan "teknologi."
Disinilah saya menyadari, bahwa teknologi yang demikian maju memang baik untuk hidup saya, tetapi teknologi tersebut hanyalah alat bantu. Saya sendirilah yang harus menyelesaikan segala sesuatunya saat teknologi tersebut gagal untuk membantu saya. Sebagai manusia saya diciptakan dengan segala macam kemampuan untuk menyelesaikan berbagai macam tugas, dengan ataupun "tanpa" bantuan teknologi. Jangan membuat hal berbalik 180 derajat, sebuah teknologi yang harusnya menjadi budak kita, bukan kita yang menjadi budak teknologi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar