Sabtu, 24 Oktober 2009

Gagal? Coba Pikirkan Lagi...

Dalam hidup ini seringkali kita merasa gagal dan merasa telah membuang banyak waktu, tenaga, biaya dan lain sebagainya dalam kegagalan itu. Banyak orang yang menyerah karena terbentur dengan batu karang yang bernama "kegagalan" ini, dan akhirnya tidak berani bergerak maju kembali. Terpuruk dengan rasa kecewa, stress, depresi, dan berbagai perasaan-perasaan negatif, akhirnya seseorang yang pernah mengenal kata "gagal" akan diam di tempat, mengasihani dirinya sendiri dan akhirnya mengalami stagnasi.

Beberapa orang mencoba mengubah pandangan "kegagalan" sebagai awal dari suatu keberhasilan. Tidak sedikit pula yang akhirnya bisa bangkit karena gagal bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan saya terinspirasi oleh sejarah produk "Post-it Notes," kertas dengan perekat yang berfungsi untuk menulis memo dan dapat direkatkan di mana saja. Produk ini begitu laris di pasaran, dan apabila kita tahu bagaimana lahirnya sang "Post-it Notes," kita akan mengerti bahwa sesuatu yang gagal itu belum tentu gagal. Berikut saya bagikan kisah lahirnya "Post-it Notes" yang mendunia itu : 

Perusahaan 3M yang terkenal itu hendak memulai suatu gebrakan baru, dan mengerahkan tenaga-tenaga kreatifnya untuk menciptakan inovasi baru. Perusahaan tersebut mengijinkan para peneliti untuk menghabiskan 15% dari waktu mereka untuk proyek apapun yang dinilai menarik oleh mereka. Perilaku seperti ini melahirkan suatu keuntungan yang fantastis tidak hanya bagi para karyawannya, tapi juga untuk perusahaan 3M itu sendiri. Seringkali lahir sebuah percikan ide yang kemudian berubah menjadi sebuah produk yang sangat sukses, yang berdampak secara luar biasa terhadap keuntungan perusahaan 3M.

Beberapa tahun silam, seorang peneliti di 3M bernama Art Fry menggunakan 15% waktu kreatifnya dengan luar biasa. Beliau menemukan sebuah ide untuk menghasilkan sebuah produk 3M yang paling laku. Semua ini berawal dari kejengkelan kecil setiap hari Minggu pada saat dia bernyanyi di paduan suara gereja. Dia selalu menyelipkan kertas-kertas kecil di buku nyanyiannya sebagai pembatas, tapi entah bagaimana kertas itu terus menerus jatuh berserakan di lantai.

Seketika itu juga terbersit sebuah ide di dalam benaknya. Dia teringat dengan sebuah bahan perekat yang dikembangkan oleh rekan kerjanya yang pada pada saat itu dianggap suatu produk gagal karena tidak dapat melekat dengan kuat. "Saya melapisi perekat itu pada kertas sampel," kata Fry sambil mengingat kembali, "dan saya menemukan bahwa hal itu tidak hanya bagus untuk digunakan sebagai pembatas buku, tapi ternyata juga bisa berfungsi untuk menuliskan memo. Kertas ini akan tetap melekat di tempatnya selama yang Anda inginkan, dan hebatnya lagi, saat tidak dibutuhkan, Anda bisa mencabut kertas tersebut tanpa menimbulkan kerusakan apapun pada bidang yang direkatkan."

Ya, Art Fry telah menemukan suatu titik terang. Produk akhir yang dikenal sebagai Post-it! telah menjadi salah satu produk 3M yang paling sukses.


Suatu penemuan yang luar biasa, hanya dengan barang-barang yang sederhana.  Sebuah perekat yang dianggap gagal, malah menjadi perekat yang sempurna untuk melapisi kertas yang sangat ringan. Siapa yang mengira, produk gagal setelah diterapkan di kertas, menjadi produk yang luar biasa : Post-it!

Jangan menyerah saat kita menemui kegagalan. Selalu ada inovasi-inovasi untuk mengubah kegagalan itu menjadi keberhasilan. Keep on trying, never give up. God Bless You all...

Jumat, 23 Oktober 2009

Menjadi Dewasa atau Menjadi Tua?

Hari pertama di kampus kami seorang professor memperkenalkan dirinya dan menugaskan kami untuk mengetahui sesuatu dari seseorang yang belum dikenal.

Saya berdiri dan melihat ke sekeliling sampai saya merasakan sentuhan tangan yang lembut mendarat di bahu saya. Saya berbalik dan melihat seorang wanita tua yang sudah keriput sambil tersenyum kepada saya yang membuat saya merasakan kehangatan dan niat baiknya.

Dia berkata, "Hai, tampan! Nama saya Rose. Saya berumur 87 tahun. Bolehkah saya memberikan kamu sebuah pelukan?"

Saya tertawa dan dengan antusias merespon, "Tentu saya boleh!" dan diapun memberikan pelukan yang erat.

"Mengapa Anda berada di kampus dengan usia Anda yang masih muda dan sangat polos?" Saya bertanya. Dia sambil berkelakar menjawab, "Saya disini untuk bertemu dengan seorang suami kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan berkeliling dunia."

"Tidak-tidak, saya serius dengan pertanyaan saya," saya menegaskan rasa penasaran saya. Saya sangat tertarik untuk mengetahui apa yang memotivasi dirinya sehingga dia ikut kuliah dengan usianya yang sekarang.

"Saya selalu bermimpi untuk megecap bangku kuliah dan sekarang saya ada disini untuk meraihnya!" kata wanita itu kepada saya.

Setelah pelajaran usai kami berjalan ke kantin dan berbagi segelas milkshake coklat. Seketika itu juga kami menjadi teman. Setiap hari selama 3 bulan berikutnya kami menghabiskan waktu bersama seusai kuliah dan bercerita terus tanpa henti.

Saya selalu terpesona mendengarkan tentang "mesin waktu" yang dia bagikan berupa kebijaksanaan dan pengalamannya kepada saya.

Selang waktu satu tahun, Rose menjadi icon kampus dan dia dengan mudah berteman dengan siapapun dimanapun dia berada. Dia sangat suka bersolek dan gemar menjadi pusat perhatian di antara para mahasiswa lainnya. Dia sangat menikmati hidupnya saat itu.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk menjadi pembicara di sebuah acara makan malam tim sepak bola kampus. Saya tidak akan pernah melupakan apa yang dia ajarkan kepada kami semua saat itu. Pembawa acara memperkenalkan dirinya dan dia pun mulai naik ke atas podium. Saat dia bersiap untuk menyampaikan pidatonya, dia menjatuhkan kertas panduan pidatonya sehingga berserakan di atas lantai.

Kecewa dan merasa sedikit malu dia maju menuju mikrofon dan dengan sederhana berkata, "Maaf, saya sangat gugup sekali. Whiskey ini sungguh menyebalkan! Saya tidak akan bisa menyusun kembali pidato saya, jadi biar saya bagikan kepada Anda apa yang saya ketahui saja." Saat itu kami tertawa, diapun menelan ludahnya dan memulai pidatonya:

"Kita tidak berhenti bermain karena kita menjadi tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. Sebenarnya sederhana untuk bisa tetap muda, tetap bahagia dan memperoleh keberhasilan. Kita hanya perlu tertawa, harus memiliki dan mencari lelucon setiap hari, harus punya impian, sebab pada saat kita kehilangan impian, kita akan mati. Ada banyak orang 'mati' berjalan disekeliling kita, dan mereka bahkan tidak menyadarinya sama sekali!" katanya.

"Ada perbedaan besar antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Jika Anda berusia sembilan belas tahun, berbaring di tempat tidur selama setahun penuh dan tidak melakukan satupun hal yang produktif, Anda akan berusia dua puluh tahun di tahun berikutnya. Jika saya berusia delapan puluh tujuh tahun, juga berbaring di tempat tidur selama satu tahun, dan tidak pernah berbuat apapun, saya juga akan berusia delapan puluh delapan tahun pada tahun berikutnya. Setiap orang dapat menjadi tua. Hal ini tidak memerlukan suatu bakat atau kemampuan," dia menambahkan.

"Inti dari menjadi dewasa adalah dengan selalu menemukan kesempatan-kesempatan dalam hidup untuk berubah menjadi lebih baik. Tidak ada penyesalan. Semakin waktu berjalan dan semakin kita tua, kita tidak memiliki penyesalan terhadap apa yang pernah kita lakukan, tetapi justru terhadap hal-hal yang tidak kita lakukan. Hanya orang-orang yang takut akan kematian adalah orang-orang yang memiliki penyesalan."

Dia menutup pidatonya dia dengan lantang menyanyikan lagu "The Rose." Dia meminta setiap dari kami untuk mempelajari liriknya dan menerapkannya dalam kehidupan kami sehari-hari.

Some say love it is a river
that drowns the tender reed
Some say love it is a razer
that leaves your soul to blead
Some say love it is a hunger
an endless aching need
I say love it is a flower
and you it's only seed

It's the heart afraid of breaking
that never learns to dance
It's the dream afraid of waking that never takes the chance
It's the one who won't be taken
who cannot seem to give
and the soul afraid of dying that never learns to live

When the night has been too lonely
and the road has been too long
and you think that love is only
for the lucky and the strong
Just remember in the winterfar beneath the bitter snows
lies the seed
that with the sun's love
in the spring
becomes the rose

Pada akhirnya, Rose menyelesaikan pendidikannya yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun. Seminggu setelah wisuda Rose meninggal dengan damai dalam tidurnya. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri pemakamannya sebagai bukti pernghormatan bagi seorang wanita yang luar biasa yang telah menjadi seorang contoh nyata bahwa tidak pernah terlambat untuk meraih sesuatu yang mungkin diraih.

Ingatlah kata-kata 'penuh inspirasi' ini untuk mengenang ROSE...

"MENJADI TUA ADALAH KEHARUSAN, MENJADI DEWASA ADALAH PILIHAN."

Kamis, 22 Oktober 2009

Hukum Pygmalion - Kekuatan Berpikir Positif...

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi oleh orang-orang di sekelilingnya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

* Ketika ada seorang pembeli patung bersikeras tawar-menawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih penting."

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia sungguhan. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah, sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu seperti manusia sungguhan. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia nyata. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya,

* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan. Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang tidak jelas. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikiran buruk, kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah."

Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita." Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Lingkungan menjadi hangat dan akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah. MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only. How nice...

Rabu, 21 Oktober 2009

Penjual Ikan dan Papan Pengumuman

Seseorang mulai berjualan ikan segar di pasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar."

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata DISINI ? Bukankah semua orang sudah tahu kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?" "Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR."

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.
"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"

"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN."

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan "IKAN."

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tahu kalau ini Ikan bukan Daging?"

"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Bila kita ingin memuaskan semua orang, kita takkan mendapatkan apa-apa!

Senin, 19 Oktober 2009

Bunga Mawar dan Pohon Cemara

Konon di tengah hutan, bunga mawar menertawakan pohon cemara seraya berkata; "Meskipun anda tumbuh begitu tegap, tetapi anda tidak memiliki keharuman sehingga tidak dapat menarik kumbang dan lebah untuk mendekat."

Pohon cemara diam saja. Demikianlah bunga mawar di mana-mana menyiarkan dan menceritakan tampak buruk pohon cemara, sehingga membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Ketika musim dingin datang dan turun salju yang lebat, bunga mawar yang sombong sangat sulit mempertahankan kehidupannya. Demikian pula dengan pohon dan bunga-bunga lainnya. Hanya pohon cemara yang masih tegak berdiri di tengah badai dingin yang menerpa bumi.

Di tengah malam yang sunyi, salju berbincang-bincang dengan pohon cemara. Salju berkata; "Setiap tahun saya datang ke bumi ini, selalu melihat kemakmuran dan keramaian di bumi berubah wajah. Hanya gersang dan sunyi senyap yang menyelimuti bumi. Namun, kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian saya dan berdiri tegak hingga dapat menahan segala macam tekanan alam. Begitu pula alam kehidupan dan manusia selalu mengalami perubahan." Demikianlah pembicaraan menarik antara pohon cemara dan salju yang terjadi di tengah malam pada musim dingin.

Sedih dan gembira selalu datang silih berganti; hanya dengan keteguhan jiwa dan pikiran, kebahagiaan itu dapat diraihnya. Caci maki dan fitnah tidak dapat menjatuhkan orang yang kuat.

Di dalam ungkapan Timur sering terdapat kata-kata : "Menengadah ke langit dan membuang ludah" dan "Menabur debu dengan angin yang berlawanan."

Ini semua mengisahkan kebodohan-kebodohan yang dilakukan seseorang dan pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri. Menghadapi fitnahan dan celaan, hendaknya seseorang berlapang dada bagaikan langit besar yang tak bertepi.

Cuaca terang dan berawan selalu silih berganti. Belajar bagaikan cermin yang jernih dapat melihat keadaan sebenarnya.

Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dan kecongkakan sejenak, tetapi pohon cemara dapat menghadapi, menerima dan menahan diri dengan tenang dan sabar.

Kita harus belajar dari sifat pohon cemara yang tegar menahan serangan, baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan maupun pikiran; dan menjadikannya sesuatu yang sejuk, hangat dan damai.

Minggu, 18 Oktober 2009

Sejarah Mengajarkan...

Tahukah Anda?

Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya?

Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis mashyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven.

Sekarang adalah waktunya untuk memilih seorang pemimpin dunia dan keputusan anda berpengaruh besar terhadap siapa yang akan menjadi pemenang. Berikut adalah fakta mengenai ketiga calon tersebut:

Calon A: dihubung-hubungkan dengan politisi jahat dan sering berkonsultasi dengan astrologis, punya dua istri muda, dia juga seorang perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.
Calon B: dipecat dua kali dari kantor, selalu bangun sore hari, pernah menggunakan narkoba waktu kuliah dan minum wiski tiap sore.
Calon C: dianggap pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh diluar perkawinannya.

Siapa diantara ketiga calon ini yang akan anda pilih? Anda mungkin tidak akan menduga siapa sebenarnya calon-calon ini.

Calon A adalah Franklin D. Roosevelt.
Calon B adalah Winston Churchill.
Calon C adalah Adolf Hitler.

Sekali lagi sejarah mengajarkan untuk tidak menilai orang dari penampilan.

Sabtu, 17 Oktober 2009

The Power of Reward...

Ada kisah nyata seorang penyanyi terkenal di Eropa, seorang wanita yang memiliki suara yang bagus sekali. Wanita ini bersuamikan pemain musik, pemain keyboard, dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, tangga nada dan hal-hal lain di bidang musik semacam itu, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.

Kalau isterinya menyanyi selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi, lain kali dia berkata bagian ini kurang pelan, lain kali dia berkata bagian akhir harusnya "kres"..naik sedikit, dan lain sebagainya. Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya sang wanita malas menyanyi. Dia berkeputusan "Wah gak usah nyanyi aja deh, apa aja salah terus, nyanyi apa aja ada yang kurang. Enggak usah nyanyi kalau nyanyi kadang malah bertengkar."

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika isterinya bertanya "Pak, bagaimana laguku?" dan dia berkata kepada isterinya: "Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi." Lain kali dia berkata, "Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli, karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu ma, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara-suara gergaji dan lain sebagainya yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang terngiang-ngiang."

Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung merasa diterima dengan pujian yang diterimanya dan membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat.

Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat dan hasrat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi yang bisa diraihnya.

Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik yang tidak membangun tidak banyak merubah. Karena itu marilah kita saling memberikan sedikit pujian satu dengan yang lain.

Jumat, 16 Oktober 2009

Cara British Airways Menghadapi Rasialisme

Kejadian di bawah ini berlangsung dalam penerbangan British Airways antara Johannesburg dan London. Seorang wanita kulit putih Afrika Selatan berusia sekitar 50 tahunan duduk di samping seorang pria berkulit hitam. Hal ini agaknya mengganggu wanita ini sehingga dia memanggil pramugari, "Nyonya, ada masalah apa?" tanya parmugari.

"Anda tidak melihat apa yang terjadi?" tanya wanita itu. "Anda menempatkan saya di samping pria berkulit hitam. Saya keberatan duduk di samping orang yang tergolong menjijikan seperti itu. Berikan saya kursi pengganti," kata wanita itu. "Tolong tenang dulu," jawab sang pramugari. "Hampir semua kursi dalam pesawat ini telah terisi. Akan saya lihat dulu kalau-kalau masih ada kursi yang kosong."

Pramugari itu pun berlalu dan kembali lagi beberapa menit kemudian.

"Nyonya, seperti yang telah saya perkirakan, tidak ada lagi kursi kosong di kelas ekonomi. Saya sudah berbicara dengan kapten dan dia bilang kalau masih ada satu kursi kosong di kelas bisnis. Juga ada satu kursi kosong di kelas utama (first class)."

Sebelum wanita itu berkata apa-apa, pramugari itu pun melanjutkan kata-katanya: "Perusahaan kami biasanya tidak memperbolehkan penumpang dari kelas ekonomi untuk duduk di kelas utama. Namun, dalam situasi semacam ini, kapten merasa bahwa akan sangat memalukan membiarkan seorang penumpang duduk di samping penumpang lain yang begitu menjijikan."

Pramugari itu lalu berpaling kepada pria berkulit hitam itu dan berkata : "Karena itu Pak, jika Anda berkenan, silakan kemasi bawaan Anda, dan pindahlah ke kelas utama."

Seketika itu juga, penumpang lain yang masih terkejut oleh apa yang baru saja terjadi, serentak berdiri dan memberi tepuk tangan penghormatan. sebuah cara jitu untuk memerangi rasialisme baru saja ditunjukkan oleh British Airways.

This is a true story...

Kamis, 15 Oktober 2009

Jalur Kereta Api

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati kereta api), sementara jalur kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati kereta api), sementara lainnya bermain di jalur kereta api yang masih aktif. Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi, dan kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah kereta api tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah kereta api tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain? Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yg tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut berada di jalur yang seharusnya?

Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil ?

Pikirkan baik-baik jawaban Anda..., dan setelah yakin dengan jawaban Anda, baru teruskan membaca ke bawah.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disahkan baik secara moral maupun emosional.

Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur kereta api yang sudah tidak aktif berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman? Disamping itu, dia pulalah yang harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.

Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur kereta api yang berbahaya telah dikesampingkan. Bahkan mungkin kita tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.

Namun ada orang lain yang berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur kereta api yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.

Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat. Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas, karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut.

Disamping itu, alasan jalur kereta itu dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif, maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa hidup ini penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat.

Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang diambil dengan cepat dan tergesa-gesa tidak selalu menjadi keputusan yg benar.

Satu lagi yang perlu diingat, dalam masyarakat kita sekarang ini "Sesuatu yang benar tidak selalu disukai dan sesuatu yang disukai tidak selalu benar."

Rabu, 14 Oktober 2009

Nilai Yang Tidak Akan Pernah Berubah

Seorang pembicara terkenal memulai seminarnya dengan mengangkat selembar uang bernilai 20 $. Dia bertanya kepada pemirsanya, "Siapa yang mau uang senilai 20 $ ini?"
Tangan-tangan mulai naik ke atas.
Lalu katanya, "Saya akan memberikan uang 20 $ ini kepada salah satu dari kalian, tapi saya akan melakukan ini terlebih dahulu." Kemudian dia meremas lembaran uang tersebut sampai kumal.
Dia kembali bertanya, "Siapa yang masih menginginkan uang ini?"
Tangan-tangan masih terangkat ke atas.
"Nah, bagaimana kalau saya melakukan ini?" Sang pembicara menjatuhkan uang tersebut ke lantai, menginjak dan menggilasnya dengan sepatunya.
Sang pembicara kembali mengambil lembaran uang tersebut, yang sekarang terlihat sangat lusuh dan kotor. "Nah sekarang siapa yang masih menginginkannya?" Tangan-tangan tadipun masih teracung di udara.
"Teman-temanku, kalian telah mempelajari suatu pelajaran yang sangat berharga. Tidak peduli apa yang saya lakukan terhadap uang ini, kalian tetap mengingininya karena nilainya tidak berkurang. Lembaran uang ini tetap bernilai 20 $."

Seringkali dalam kehidupan kita terjatuh, tergilas, tercampur dengan debu sehingga menjadi kotor oleh keputusan-keputusan yang kita buat dan keadaan-keadaan sulit yang datang di hidup kita. Kita merasa tidak berharga dan tidak berguna. Tapi apapun yang terjadi dan yang akan terjadi, kita tidak akan pernah kehilangan 'Nilai' diri kita - Jangan pernah lupakan hal itu.

Melalui tulisan ini saya berharap kita semua dapat menyadari bahwa diri kita berharga, terlebih lagi di mataNya. Kita ini spesial dan unik. Setiap orang mempunyai 'Nilai'nya sendiri, dan itu yang menjadikan setiap manusia berharga. May this writing inspire you, God bless you always...