Dalam hidup ini seringkali kita merasa gagal dan merasa telah membuang banyak waktu, tenaga, biaya dan lain sebagainya dalam kegagalan itu. Banyak orang yang menyerah karena terbentur dengan batu karang yang bernama "kegagalan" ini, dan akhirnya tidak berani bergerak maju kembali. Terpuruk dengan rasa kecewa, stress, depresi, dan berbagai perasaan-perasaan negatif, akhirnya seseorang yang pernah mengenal kata "gagal" akan diam di tempat, mengasihani dirinya sendiri dan akhirnya mengalami stagnasi.
Beberapa orang mencoba mengubah pandangan "kegagalan" sebagai awal dari suatu keberhasilan. Tidak sedikit pula yang akhirnya bisa bangkit karena gagal bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan saya terinspirasi oleh sejarah produk "Post-it Notes," kertas dengan perekat yang berfungsi untuk menulis memo dan dapat direkatkan di mana saja. Produk ini begitu laris di pasaran, dan apabila kita tahu bagaimana lahirnya sang "Post-it Notes," kita akan mengerti bahwa sesuatu yang gagal itu belum tentu gagal. Berikut saya bagikan kisah lahirnya "Post-it Notes" yang mendunia itu :
Perusahaan 3M yang terkenal itu hendak memulai suatu gebrakan baru, dan mengerahkan tenaga-tenaga kreatifnya untuk menciptakan inovasi baru. Perusahaan tersebut mengijinkan para peneliti untuk menghabiskan 15% dari waktu mereka untuk proyek apapun yang dinilai menarik oleh mereka. Perilaku seperti ini melahirkan suatu keuntungan yang fantastis tidak hanya bagi para karyawannya, tapi juga untuk perusahaan 3M itu sendiri. Seringkali lahir sebuah percikan ide yang kemudian berubah menjadi sebuah produk yang sangat sukses, yang berdampak secara luar biasa terhadap keuntungan perusahaan 3M.
Beberapa tahun silam, seorang peneliti di 3M bernama Art Fry menggunakan 15% waktu kreatifnya dengan luar biasa. Beliau menemukan sebuah ide untuk menghasilkan sebuah produk 3M yang paling laku. Semua ini berawal dari kejengkelan kecil setiap hari Minggu pada saat dia bernyanyi di paduan suara gereja. Dia selalu menyelipkan kertas-kertas kecil di buku nyanyiannya sebagai pembatas, tapi entah bagaimana kertas itu terus menerus jatuh berserakan di lantai.
Seketika itu juga terbersit sebuah ide di dalam benaknya. Dia teringat dengan sebuah bahan perekat yang dikembangkan oleh rekan kerjanya yang pada pada saat itu dianggap suatu produk gagal karena tidak dapat melekat dengan kuat. "Saya melapisi perekat itu pada kertas sampel," kata Fry sambil mengingat kembali, "dan saya menemukan bahwa hal itu tidak hanya bagus untuk digunakan sebagai pembatas buku, tapi ternyata juga bisa berfungsi untuk menuliskan memo. Kertas ini akan tetap melekat di tempatnya selama yang Anda inginkan, dan hebatnya lagi, saat tidak dibutuhkan, Anda bisa mencabut kertas tersebut tanpa menimbulkan kerusakan apapun pada bidang yang direkatkan."
Ya, Art Fry telah menemukan suatu titik terang. Produk akhir yang dikenal sebagai Post-it! telah menjadi salah satu produk 3M yang paling sukses.
Suatu penemuan yang luar biasa, hanya dengan barang-barang yang sederhana. Sebuah perekat yang dianggap gagal, malah menjadi perekat yang sempurna untuk melapisi kertas yang sangat ringan. Siapa yang mengira, produk gagal setelah diterapkan di kertas, menjadi produk yang luar biasa : Post-it!
Jangan menyerah saat kita menemui kegagalan. Selalu ada inovasi-inovasi untuk mengubah kegagalan itu menjadi keberhasilan. Keep on trying, never give up. God Bless You all...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar