Jumat, 07 Januari 2011

Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks bebas, perjudian, obat-obatan. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan... saya mau melihat apa yang akan terjadi..."

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...

Dia tidak melihat sehelai pita kuning...

Tidak ada sehelai pita kuning....

Bukan sehelai...

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning... Bergantungan di pohon beringin itu... Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan lagu tersebut...

Kamis, 30 Desember 2010

11 Cara Untuk Menjadikan Tahun Ini Sebagai Tahun Yang Terbaik

Hari ini adalah waktu yang indah untuk melihat kembali dan bercermin pada momen-momen yang telah berlalu, kemenangan-kemenangan yang telah Anda raih, waktu yang telah Anda habiskan dengan keluarga dan teman, dan pilihan-pilihan baik yang telah Anda buat dalam usaha/karir Anda. Tapi untuk dapat bertumbuh dan berkembang baik secara pribadi maupun secara profesional, Anda juga harus melihat ke belakang dan mengakui ada beberapa hal yang telah menjadi tantangan bagi Anda, hal-hal yang tidak berjalan dengan baik.

Tidak ada yang salah dengan kemunduran, bahkan saya percaya jika kita tidak memiliki kendala yang perlu diatasi dalam kehidupan ini, kita tidak akan dapat belajar dan bertumbuh. Thomas Watson, pendiri IBM pernah berkata, "Jika Anda ingin meningkatkan tingkat keberhasilan Anda, lebih baik Anda bersiap-siap untuk meningkatkan tingkat kegagalan Anda."

Kita semua memiliki harapan dan mimpi untuk masa depan. Sebentar lagi lembaran rencana tahunan kita akan dihapus bersih dan memulai segalanya dengan baru dan segar. Mengapa tidak meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan tentang mimpi dan cita-cita Anda untuk tahun yang akan datang? Dalam bidang apa Anda ingin bertumbuh? Apa yang sesungguhnya penting bagi Anda? Tantangan apa yang ingin Anda hadapi? Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita dapat memperoleh sesuatu ketika kita melepaskan bakat tersembunyi yang kita miliki.

Untuk membantu Anda menjadikan tahun mendatang sebagai tahun yang terbaik, luangkan waktu sebentar untuk merenungkan 11 saran ini :

1. Tantang Diri Anda
Miliki pandangan yang jelas dan fokus pada apa yang ingin Anda capai dan tentukan kurun waktunya. Tantang diri Anda untuk menjadi yang terbaik dalam setiap waktu. Visualisasikan apa yang ingin Anda raih. Bayangkan hal itu dalam benak Anda. Tulis harapan-harapan Anda, buat sebuah rencana pelaksanaan, dan jangan pernah ragu rencana tersebut tidak akan berhasil.

2. Temukan Faktor Cinta
Tempatkan diri Anda dalam lingkungan orang-orang yang penuh kasih dan suportif. Jauhi orang-orang yang menjatuhkan Anda, orang-orang yang merendahkan mimpi-mimpi Anda. Hargai orang-orang istimewa dalam hidup Anda dan biarkan mereka mengetahui bahwa Anda menghargai mereka.

3. Dedikasikan Waktu Berkualitas
Hidup ini sangat berharga, manfaatkan sebaik-baiknya setiap hari. Bangun pagi, luangkan waktu berkualitas untuk diri Anda sendiri dan juga dengan orang-orang yang Anda kasihi. Pergilah berjalan-jalan, berolahraga, membaca buku. Hargai waktu-waktu yang Anda habiskan bukan hanya dengan orang-orang terdekat, tapi juga waktu yang Anda gunakan untuk diri Anda sendiri.

4. Perbesar Zona Nyaman Anda
Lakukan sedikitnya sebuah hal dalam sehari yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Paksa diri Anda, dan Anda akan terkejut mengetahui sejauh mana Anda dapat mendorong diri Anda sendiri. Ingatlah sisi lain dari rasa takut adalah kebebasan. Tetap stagnan berarti tidak bertumbuh. Untuk meraih potensi penuh, Anda harus bangkit di atas rasa takut dan membubung bagai seekor elang.

5. Bergairah
Tunjukkan gairah dalam setiap hal yang Anda lakukan. Biarkan hal itu terlihat melalui bahasa tubuh, dalam senyum dan suara Anda. Biarkan mata Anda berkilau. Biarkan dunia melihat dan mendengarkan antusiasme dan merasakan semangat Anda.

6. Layani Orang Lain
Jadilah teladan dan guru bagi orang lain. Jadikan diri Anda seorang sukarelawan dalam komunitas dan bantu orang lain untuk meraih mimpi mereka. Dunia Anda akan diperkaya dan menjadi lebih baik dengan berbagi talenta dan memberikannya secara gratis. Tinggalkan sebuah warisan yang abadi.

7. Jangan Dipusingkan Dengan Hal-Hal Kecil
Tinggalkan hal-hal kecil yang tidak dapat Anda kendalikan. Jangan menganggapnya terlalu serius. Sadari bahwa kesempurnaan bukanlah satu-satunya pilihan. Jangan biarkan ketidak-sempurnaan hidup mengganggu Anda. Ringankan perasaan Anda dan lihat sisi jenaka dari hal-hal yang berjalan salah, dan pelajarilah kesalahan tersebut. Jadilah toleran, tersenyum... Jangan habiskan energi Anda untuk hal-hal kecil, Anda masih memiliki hal-hal lain yang lebih besar untuk dikerjakan.

8. Hidup Dalam Kejujuran
Selalu jujur terhadap diri Anda sendiri. Banggalah dengan apa yang Anda lakukan. Hargai diri Anda sendiri. Terimalah orang lain dengan kekurangan mereka. Tunjukkan kasih, kepedulian dan niat baik sebagai sesama manusia. Hidup dengan bermartabat. Jalani sebuah kehidupan dengan tujuan dan hargailah nilai-nilai yang ada dalam diri Anda.

9. Tunjukkan Rasa Syukur
Tunjukkan rasa syukur dan katakan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu Anda. Kirimkan sebuah surat dengan tulisan tangan pribadi kepada orang-orang yang telah membantu dan menyentuh batin Anda. Telepon seorang sahabat atau orang yang Anda kasihi dan katakan betapa berharganya mereka bagi Anda. Berikan pujian pada sesama rekan kerja atau rekan bisnis pada saat mereka berprestasi. Tunjukkan pada orang bahwa Anda menghargai dan peduli terhadap mereka. Tindakan penuh kebaikan tidaklah sulit untuk dilakukan namun sangat berarti bagi mereka yang menerimanya.

10. Rayakan Keberhasilan
Banggalah terhadap prestasi Anda. Luangkan waktu untuk merayakan pencapaian Anda dan orang lain walaupun itu hanyalah sebuah kesuksesan kecil. Selain itu Anda juga harus tetap rendah hati dan bermartabat, peka terhadap orang-orang yang tidak seberuntung Anda.

11. Pancarkan Sikap Positif
Saya tidak dapat mengungkapkan betapa pentingnya untuk memiliki sebuah sikap positif dan percaya pada diri Anda sendiri. Ya, Anda bisa saja bertujuan baik, Anda bisa saja bertekad, namun tanpa sebuah sikap positif dalam diri dan kehidupan, Anda tidak akan berhasil. Impian akan mati, cita-cita akan menghilang, kemurungan dan kegelapan akan menggantikan langit biru dan sinar mentari dalam pikiran dan hati Anda.

Ingatlah bahwa orang seringkali melupakan apa yang Anda katakan atau lakukan bagi mereka, namun mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana Anda mempengaruhi perasaan mereka. Buat suatu komitmen bagi diri Anda sendiri bukan hanya untuk menjadikan tahun berikutnya sebagai tahun yang terbaik, tapi juga untuk menolong orang yang Anda kasihi untuk dapat memperoleh tahun yang terbaik juga bagi mereka.

Jumat, 24 Desember 2010

Saat Tuhan Berkata Tidak...

Saya meminta Tuhan untuk menghilangkan rasa sakit saya.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Yang harus dilakukan bukanlah Aku yang menghilangkan rasa sakit itu,
tapi justru bagimu untuk menyerahkan rasa sakit itu kepadaKu.

Saya meminta Tuhan untuk menghilangkan cacad dari tubuh saya.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Jiwamu sudah sempurna,
sedangkan tubuhmu hanya sementara.

Saya meminta Tuhan untuk memberikan saya kesabaran.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Kesabaran adalah buah dari kesengsaraan,
dan kesabaran bukanlah dianugrahkan, tapi diusahakan.

Saya meminta Tuhan untuk memberikan saya kebahagiaan.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Aku memberikan kepadamu anugrah dan berkat,
kebahagiaan itu tergantung dirimu sendiri.

Saya meminta Tuhan untuk menghilangkan penderitaan saya.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari hal-hal duniawi,
dan membawamu mendekat kepadaKu.

Saya meminta Tuhan untuk mendewasakan saya.
Tuhan berkata, Tidak.
Kau harus bertumbuh sendiri,
tapi Aku akan membantumu untuk berbuah lebat.

Saya meminta semua hal yang saya sukai dalam hidup.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Aku akan memberimu kehidupan supaya kau dapat menikmati semua hal itu.

Saya meminta kepada Tuhan untuk dapat mencintai orang lain seperti Dia mencintai diri saya.
Dan Tuhanpun berkata...
Ahhhh, akhirnya kau mengerti.

Terkadang kita sebagai manusia sering mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita. Yang harus kita sadari adalah rencana dan waktuNya bukanlah rencana dan waktu manusia. Kuatkanlah keyakinan kita bahwa Tuhan itu ada, dan dia peduli terhadap kita. Seringkali hal-hal mengerikan terjadi justru untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi. Proses pembentukan dari Tuhan tidaklah mudah, bagaikan emas yang dimurnikan dengan bara api. Tapi saat semuanya selesai, hasilnya akan mengejutkan kita semua. Sebuah kehidupan yang berkenan dimataNya, yang telah dibentuk sesuai dengan rencanaNya.

Tuhan tidak selalu menjawab "Ya" dalam doa-doa kita. Tapi itu bukan berarti bahwa Tuhan tidak lagi peduli terhadap kita, dan justru sebaliknya, Tuhan terlalu peduli dengan manusia sehingga dia mau repot-repot membentuk manusia dalam proses kehidupan di dunia ini. Pada malam Natal ini marilah kita menyadari bahwa Tuhan itu baik, dan selalu baik walaupun banyak hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita. 2000 tahun yang lalu Dia datang ke dunia ini sebagai manusia biasa, sebuah anugrah terbesar bagi kita umat manusia. KasihNya saat itu tidak berubah sampai sekarang, Dia tetap mengasihi kita semua sampai detik ini. Jangan pernah merasa kecewa saat Tuhan berkata "Tidak" dalam kehidupan kita, sebab rancanganNya bukanlah rancangan kita.

Merry Christmas 2010 and Happy New Year 2011

Jumat, 17 Desember 2010

True To Yourself...

Semua orang tahu : Anda tidak dapat menjadi segalanya bagi semua orang. Anda tidak dapat melakukan segala hal sekaligus. Anda tidak dapat melakukan segalanya dengan baik secara merata. Anda tidak dapat melakukan semua hal dan menjadi lebih baik dari semua orang. Sisi kemanusiaan Anda sangat nampak jelas sama seperti orang-orang lain.

Jadi : Anda harus menemukan siapa diri Anda, dan jadilah seperti itu. Anda harus memutuskan hal apa yang utama, dan lakukanlah. Anda harus menemukan kekuatan Anda, dan mulai menggunakannya. Anda harus belajar untuk tidak bersaing dengan orang lain, karena tidak seorangpun berada dalam sebuah kontes untuk menjadi seperti Anda.

Lalu : Anda akan belajar menerima keunikan diri Anda. Anda akan belajar menentukan prioritas dan mengambil keputusan. Anda akan belajar untuk hidup dengan keterbatasan Anda. Anda akan belajar menghargai hal-hal yang memang patut dihargai. Dan Anda akan menjadi seorang manusia yang berarti.

Berani untuk percaya : Bahwa Anda adalah seorang pribadi yang indah dan unik. Menyadari bahwa diri Anda adalah bagian dari sejarah yang terjadi hanya sekali. Mengetahui bahwa untuk menjadi diri Anda bukan hanya hak Anda, tapi juga kewajiban Anda. Meyakini bahwa hidup bukanlah sebuah masalah untuk dipecahkan, tapi sebuah anugrah yang patut disyukuri. Dan akhirnya dengan semua ini Anda akan dapat terus bangkit dalam menghadapi hal-hal yang biasanya membuat Anda terpuruk.

“Being happy doesn't mean that everything is perfect. It means that you've decided to look beyond the imperfections.”

Rabu, 01 Desember 2010

Menjaga Lidah...

Lahir dalam keluarga miskin dengan banyak anak, tidaklah mudah. Kurang terurus, nakal, tak dihargai. Di kelas 3 SD, guru saya berkata: “Hei, kamu adiknya Badu ya? Jangan buat ulah seperti kakakmu, ya - sudah goblok, nakal lagi, tahu sendiri nanti!” Ucapan itu seperti kutuk yang menusuk hati. Setahun itu, saya tersiksa. Saya jadi suka bolos, malas belajar, dan akhirnya tidak naik kelas.

Tahun ajaran berikutnya, dengan baju lusuh dan celana bertambal, saya mengulang kelas 3. Malu rasanya. Namun, setelah 2 bulan, guru baru saya berkata, “Kamu bukan anak bodoh, tetapi anak pintar. Ibu akan buktikan.” Kata-kata berkat itu mengiang dan membakar semangat saya untuk belajar. Walau saya harus menunggu malam, agar bisa meminjam buku teman yang telah selesai belajar - sebab saya tak mampu membeli. Menjelang penerimaan rapor, ibu guru memanggil saya. Ia bandingkan rapor saya dengan si juara 1, ternyata nilai saya ada di atasnya. Hanya, karena sudah mengulang, saya tak bisa menjadi juara satu. Namun, kata penguatannya terngiang hingga kini, khususnya saat menghadapi kesulitan hidup.

Biarlah berkat saja yang keluar dari mulut kita. Kata yang terucap tak bisa ditarik kembali, dan ia bisa membangun atau menghancurkan. Jagalah lidah kita dalam bertutur kata...

Marilah Jaga Mulut Kita, Ucapkan Berkat Bukannya Mengutuk

Selasa, 23 November 2010

Mengalah...

Ada sebuah cerita tentang dua kakak beradik yang hidup rukun. Rumah mereka bersebelahan. Sampai memasuki usia lanjut, tak sekali pun mereka berselisih paham. Perbedaan pendapat di antara mereka tentu ada, tetapi tidak membuat mereka bertengkar apalagi saling membenci. Suatu hari si adik berkata, “Saudaraku, kita telah lama hidup berdampingan, dan tidak pernah sekali pun kita bertengkar tentang apa pun. Aku punya ide, bagaimana kalau untuk sekali ini kita bertengkar.”

Kakaknya berpikir sejenak, “Baiklah,” katanya. ”Apa yang akan kita pertengkarkan?” ia bertanya. “Bagaimana kalau sepiring nasi yang sedang kamu makan itu?” usul sang adik. Kakaknya setuju. Si adik lalu merebut piring nasi dari tangan kakaknya sambil berkata ketus, “Nasi ini kepunyaanku, kamu tidak boleh mengambilnya sedikit pun!” Sang kakak memandang si adik. “Baiklah, ambil saja,” katanya. Dan pertengkaran pun selesai.

Pertengkaran besar antar saudara atau antar teman, kerap terjadi karena adanya sikap tidak mau mengalah. Masing-masing ngotot mempertahankan pendapat dan keinginannya. Kita bisa belajar dari kisah sederhana di atas. Pelajaran untuk kita: dalam sebuah pertengkaran, selama bisa mengalah, mengalahlah. Tuhan tidak akan salah memberi berkat-Nya.

MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH

Kamis, 11 November 2010

Till Death Do Us Part...

Serombongan turis Amerika yang berwisata di pedalaman Tiongkok berpapasan dengan arak-arakan meriah. Sebuah arak-arakan pernikahan; pengantin pria sedang menjemput pengantin wanita untuk menuju balai pesta. “Siapa yang wajahnya ditutup cadar tebal itu?” tanya para turis. “Pengantin wanita,” sahut pemandu lagi. “Mengapa wajahnya harus ditutup?” “Di desa ini, orangtua menjodohkan anak-anaknya, dan seorang pengantin dilarang melihat calon pasangannya sampai resmi menikah,” jelas si pemandu.

Seorang turis penasaran: “Di negara saya, di mana setiap orang memilih jodohnya sendiri - bahkan ada yang sudah serumah sebelum menikah - angka perceraian sangat tinggi. Di sini, pasti jauh lebih tinggi ya?” Dengan heran si pemandu menjawab: “Di sini justru hampir tak ada perceraian.” “Apa rahasianya?” tanya turis itu lagi. Si pemandu terdiam lama sebelum menjawab: “Di negara Anda, orang menikah dengan orang yang mereka cintai. Di sini, nenek moyang kami mengajar bahwa kami harus mencintai orang yang kami nikahi”.

Betapa sederhana petuah ini, tetapi masih berguna bagi setiap pasangan pada zaman ini; bahwa pernikahan, sejak penciptaan manusia, berarti penyatuan laki-laki dan perempuan menjadi satu daging. Perceraian hanya akan menimbulkan luka yang menyakitkan bagi keduanya, terlebih bagi anak-anak. Karenanya, lebih baik berjuang untuk bersatu, memperjuangkan keutuhan dan kelanggengan pernikahan.

PERNIKAHAN DIMULAI UNTUK DIPERJUANGKAN
AGAR IA TETAP UTUH HINGGA MAUT MEMISAHKAN

Kamis, 04 November 2010

Bangun Lagi...

Bruce adalah raja negeri Skotlandia pada zaman dulu. Enam kali ia gagal memimpin pasukannya melawan Inggris. Mereka selalu kalah dihajar musuh dan terpaksa melarikan diri ke hutan. Sementara bersembunyi di gubuk kosong - menyesali kegagalannya dan berputus asa, ia melihat laba-laba yang merajut sarang. Enam kali berturut-turut serangga itu berusaha sekuat tenaga mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu di seberang, tetapi selalu gagal. “Kasihan, seharusnya kau menyerah saja!” bisik hati Bruce. Namun, laba-laba itu mencoba lagi dan berhasil! Ini memberinya inspirasi dan semangat baru. “Aku akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!” teriak Bruce. Ia bangun, mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya; mengatur strategi dan menggempur kembali pertahanan musuh, sampai mereka terusir dari tanah airnya.

Salah satu penyebab orang tawar hati adalah kegagalan berulang kali. Namun, banyak tokoh besar dunia punya sederet pengalaman gagal sebelum berhasil tiba di puncak. Sebut saja Abraham Lincoln dan Albert Einstein. Yang pasti, keberhasilan mereka tak akan terpatri di sejarah jika pada kegagalan terakhir mereka tidak mau bangun lagi. Apakah kegagalan sedang menimpa Anda? Jangan tawar hati atau menyerah; bangkit dan berjuanglah lagi!

TAK JADI MASALAH BERAPA KALI ANDA JATUH - YANG PENTING MASIHKAH ANDA MAU UNTUK BANGUN KEMBALI?

Jumat, 29 Oktober 2010

Akibat Salah Bergaul...

Berbagai penelitian mengungkap bahwa pengaruh teman terhadap pengambilan keputusan dan perilaku seseorang sangat besar. Hasil penelitian Profesor Dadang Hawari, misalnya, menyatakan bahwa 81,3% pengguna narkotika didorong oleh pengaruh teman. Komnas Perlindungan Anak juga mencatat pengaruh teman sebagai salah satu pendorong utama anak-anak terjerumus ke dalam kebiasaan merokok. Di Amerika pernah dilakukan penelitian tentang bagaimana seseorang memutuskan membeli sebuah barang. Hasilnya, pengaruh teman menduduki urutan nomor dua di bawah iklan.

Besarnya pengaruh teman tak dapat disangkal. Kedekatan dan keakraban dengan seseorang dapat membuat kita percaya bahkan memercayakan diri, kepadanya. Kita bisa lebih mendengar dan menghargai pendapatnya daripada orang lain, bahkan keluarga. Tak jarang keputusan kita ikut ditentukan oleh teman.

Siapa teman-teman dekat kita akan turut mengasah pemikiran dan batin kita, bahkan juga membentuk kebiasaan-kebiasaan dan karakter kita. Tidak jarang teman-teman dekat kita itu juga turut memengaruhi keberhasilan dan kegagalan kita, bahagia dan derita kita. Maka, baiklah kita berhati-hati memilih teman-teman dekat.

- Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik -

Selasa, 12 Oktober 2010

Sakit Hati

Orang sulit. Begitulah julukan bagi orang yang mudah tersinggung. Ia sering merasa diejek atau dihina, padahal orang lain tidak bermaksud apa-apa. Ketika kita berbisik-bisik, ia mengira kita membicarakannya. Saat lupa mengucapkan salam atau terlambat membalas SMS, ia pikir kita memusuhinya. Ia bagai kentang berkulit tipis. Sedikit saja tergores, sudah merasa sakit hati.

Apakah kita cepat tersinggung? Sering salah paham? Rasa sakit hati bisa membuat kita bersikap membela diri. Ingin balas melukai, padahal belum tentu orang tersebut bermaksud buruk kepada kita. Orang yang cepat tersinggung akan dijauhi orang! Sakit hati tak perlu dibalas dengan menyakiti hati orang, yang terbaik hanyalah dengan mencurahkan isi hati kepada Tuhan.

Do not give in too much to feelings. A overly sensitive heart is an unhappy possession on this shaky earth.
- Johann Wolfgang von Goethe -