Salah satu kenangan yang teringat di benak saya adalah saat saya berada di sungai dan duduk di tepiannya. Di sana saya menikmati kedamaian dan kesunyian, memandangi air yang mengalir turun, mendengarkan kicauan burun dan suara dedaunan dari pohon-pohon di sekitar. Saya juga mengamati pohon-pohon bambu yang bengkok akibat tekanan udara yang kuat dan secara anggun mereka kembali ke posisi tegak setelah angin yang menerpa mereka berlalu.
Ketika saya memikirkan kemampuan pohon bambu tersebut yang dapat memantulkan tekanan atau kembali ke posisi semula, kata ketahanan datang dalam pikiran saya. Bila digunakan sebagai acuan untuk seseorang kata ini berarti kemampuan untuk segera pulih dari goncangan, depresi atau situasi apapun yang menekan batas diri seseorang.
Apakah Anda pernah merasa seperti akan patah? Apakah Anda pernah merasa seperti berada di titik puncak daya tahan Anda? Bersyukurlah karena Anda mampu bertahan dalam menghadapi pengalaman itu dan tetap hidup untuk membagikannya kepada yang membutuhkan. Selama pengalaman itu mungkin Anda merasa merasakan berbagai perasaan bercampur aduk dan kesehatan fisik Anda terganggu. Anda secara emosional kering, lelah secara mental dan bukan tidak mungkin mengalami gejala-gejala gangguan kesehatan fisik yang tidak menyenangkan.
Hidup adalah kombinasi dari saat-saat indah dan saat-saat buruk, momen-momen bahagia dan momen-momen tidak bahagia. Bila Anda mengalami saat-saat buruk atau momen-momen tidak bahagia yang membawa Anda pada titik patah, bengkoklah, tapi jangan patah. Berusaha sebaik mungkin untuk tidak dikuasai oleh situasi.
Sebuah sikap penuh pengharapan akan membantu Anda menghadapi masa-masa tidak menyenangkan ini. Dengan harapan untuk hari esok yang lebih baik atau situasi yang lebih baik, keadaan jadi terlihat lebih ringan dari sebelumnya. Siksaan yang Anda hadapi akan lebih mudah dihadapi dengan melihat hasil akhir yang akan Anda dapatkan.
Jika keadaan menjadi buruk dan Anda pada titik patah Anda, tunjukkan ketahanan. Seperti pohon bambu, bengkok, tapi jangan sampai patah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar