Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang gadis cantik berrambut hitam kemilau. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan kuharap aku bisa merasakan keceriaan itu. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Ternyata, dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika lewat dia tersenyum.
Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.
Aku berhenti untuk membeli bunga lili. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Engkau sudah begitu baik mau berbicara pada saya yang buta ini."
Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.
Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, tanyaku, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, nak?" Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar.
Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.
Dengan dua kaki untuk membawa aku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang mentari terbenam. Dengan dua telinga untuk mendengar apa yang ingin kudengar.
Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh...
Selasa, 22 Februari 2011
Jumat, 18 Februari 2011
Lagi Dan Lagi...
Sungguh senangnya hati ketika kendaraan yang kita pakai sehari-hari dicuci bersih. Sayangnya, secemerlang apa pun kendaraan kita setelah dicuci, kita tak dapat mempertahankannya terus begitu. Jika kita memakainya lagi untuk beraktivitas, maka dalam sekejap ia bisa kembali menjadi begitu kotor. Hingga pekerjaan mencuci ini harus diulang. Lalu, kotor lagi. Harus dicuci lagi. Begitu seterusnya...
Ada satu kemiripan antara mencuci kendaraan dengan mengampuni kesalahan sesama - yakni harus dilakukan lagi dan lagi. Perselisihan, kerap kali justru terjadi di antara orang-orang yang terdekat - keluarga, sahabat, rekan sekerja. Itu sebabnya budaya meminta ampun dan mengampuni harus menjadi gaya hidup kita. Sungguh egois apabila kita yang telah diampuni oleh Yang Kuasa tidak mau melakukan hal yang sama terhadap sesama kita. Sudah sewajarnya kita dapat mengampuni lagi dan lagi - setiap kesalahan yang tertimpa kepada kita dari sesama saudara.
Ada satu kemiripan antara mencuci kendaraan dengan mengampuni kesalahan sesama - yakni harus dilakukan lagi dan lagi. Perselisihan, kerap kali justru terjadi di antara orang-orang yang terdekat - keluarga, sahabat, rekan sekerja. Itu sebabnya budaya meminta ampun dan mengampuni harus menjadi gaya hidup kita. Sungguh egois apabila kita yang telah diampuni oleh Yang Kuasa tidak mau melakukan hal yang sama terhadap sesama kita. Sudah sewajarnya kita dapat mengampuni lagi dan lagi - setiap kesalahan yang tertimpa kepada kita dari sesama saudara.
Kita membutuhkan pengampunan Tuhan lagi dan lagi, mengapa kita tak mengampuni sesama lagi dan lagi juga?
Kamis, 17 Februari 2011
Pengkritik...
Walt Disney adalah salah satu raksasa entertainment terbesar di dunia ini. Apakah perjalanannya menuju sukses berlangsung mulus? Tidak selalu. Disney harus bertemu banyak pengkritik yang berusaha membunuh impiannya. Gagasan tentang tikus kartun pada zaman itu sangat konyol. Tak heran Disney harus menelan banyak kritik, sindiran, hinaan. Namun kini, anak-anak di seluruh dunia harus berterima kasih kepadanya karena berhasil mempertahankan impian dan tetap berusaha mewujudkannya.
Pengkritik tak memandang orang. Tak peduli betapa kerasnya Anda bekerja. Tak peduli betapa hebatnya gagasan Anda. Tak peduli betapa luar biasanya bakat dan kemampuan Anda. Tak peduli Anda sosok yang sempurna. Anda tetap menjadi sasaran kritik. Tak seorang pun bebas dari kritik. Semua dihadapkan pada pilihan: membiarkan kritik membunuh impiannya atau memilih mempertahankan impian itu!
Jika Walt Disney yang kreatif itu pun menuai kritikan hebat, apalagi kita. Ya, para pengkritik ada di mana-mana. Kita tak dapat lepas dari pengkritik. Solusi terbaik adalah menghadapi semua kritikan itu dengan jiwa besar dan tidak membiarkan kritikan itu membunuh semua impian kita.
Apakah Anda sedang menuai sorotan serta kritikan tajam? Mungkinkah semangat Anda meredup atau bahkan hampir mati karenanya? Lihatlah bagaimana orang-orang sukses menghadapi kritik. Bersemangatlah kembali dan raih lagi impian Anda...
Pengkritik tak memandang orang. Tak peduli betapa kerasnya Anda bekerja. Tak peduli betapa hebatnya gagasan Anda. Tak peduli betapa luar biasanya bakat dan kemampuan Anda. Tak peduli Anda sosok yang sempurna. Anda tetap menjadi sasaran kritik. Tak seorang pun bebas dari kritik. Semua dihadapkan pada pilihan: membiarkan kritik membunuh impiannya atau memilih mempertahankan impian itu!
Jika Walt Disney yang kreatif itu pun menuai kritikan hebat, apalagi kita. Ya, para pengkritik ada di mana-mana. Kita tak dapat lepas dari pengkritik. Solusi terbaik adalah menghadapi semua kritikan itu dengan jiwa besar dan tidak membiarkan kritikan itu membunuh semua impian kita.
Apakah Anda sedang menuai sorotan serta kritikan tajam? Mungkinkah semangat Anda meredup atau bahkan hampir mati karenanya? Lihatlah bagaimana orang-orang sukses menghadapi kritik. Bersemangatlah kembali dan raih lagi impian Anda...
“Criticism, like rain, should be gentle enough to nourish a man's growth without destroying his roots.”
Minggu, 13 Februari 2011
Sebuah Kisah Cinta Nyata di Hari Kasih Sayang
Di pihak manapun Anda berada (seorang aktivis anti-hari-valentine, atau seorang yang mempersiapkan coklat untuk kekasih spesialnya), topik tentang cinta selalu populer...
Jika Anda salah seorang yang takut berurusan dengan cinta, kisah nyata yang diceritakan seorang suster sebuah rumah jompo tentang cinta ini mungkin dapat mencairkan hati Anda yang mulai membeku. Pemeran utama kisah ini bukanlah Romeo dan Juliet, tapi George dan Pearl. Begini kisahnya...
Hari itu adalah musim panas yang lembab dengan langit biru di bulan Juli dan saya memulai pekerjaan saya di sebuah rumah jompo. Setiap pagi George, seorang pria berusia 85 tahun sampai di lokasi dengan diantar bus khusus, tepat waktu untuk menikmati sarapan dengan Pearl, istrinya yang berusia 60 tahun. "Sweet Girl Pearl" (sebagaimana George yang penuh kasih sayang menggambarkan istrinya) bergabung dalam rumah jompo kami pada bulan April dan George saat itu sedang berusaha untuk menyesuaikan diri untuk hidup terpisah dengan belahan jiwanya. George harus menghadapi kenyataan bahwa Pearl mungkin tidak akan pernah dapat meninggalkan rumah jompo ini.
Pearl didiagnosa menderita penyakit Alzheimer dan semakin lama kondisinya semakin memburuk. Pada tahap lanjutan, Pearl telah lupa cara berjalan dan terpaksa menggunakan kursi roda untuk berkeliling rumah didorong oleh George yang terus tersenyum. "Hanya mengajak istri tercinta tour keliling rumah," begitu responnya saat seseorang bertanya tentang istrinya. Saya biasanya melihat mereka berdua di teras, bergandengan tangan di tempat yang teduh. Mereka berdua duduk terdiam tapi mereka memberikan senyum manis mereka pada siapapun yang lewat. Mereka selalu bergandengan tangan kecuali pada saat George mendorong kursi roda Pearl.
Memasuki bulan Juni, Pearl mulai tidak mengenali George, tetapi hal ini sepertinya tidak jadi masalah bagi George. Setiap pagi George secara rutin datang ke rumah jompo, menyalami istrinya dengan sebuah kecupan lembut di pipi, dan mendorong kursi roda istrinya ke aula untuk menikmati sarapan bersama. George memegang garpu untuk menyuapi istrinya dengan satu tangan, dan dia menggunakan tangan lainnya untuk merangkul istrinya. Mereka tidak pernah melepaskan genggaman tangannya, tersenyum dan terus duduk dalam kesunyian.
Beberapa hari kemudian di bulan Juli saat saya mendorong kursi roda pasien lain menuju kantin, saya merasakan sesuatu yang salah. Sesuatu terasa berbeda. George dan Pearl tidak ada di tempat mereka biasanya, sambil menikmati sarapan bersama. Saya memanggil suster lain untuk menggantikan saya karena saya ingin melihat keadaan Pearl di kamarnya.
Saat saya memasuki ruangan Pearl, saya menemukan mereka berdua. Pearl sedang menatap langit-langit dan George sambil menggenggam tangan istrinya, mengangkat kepala dan melihat kepada saya. George menyapa saya, dan saya menyadari bahwa George baru saja menangis dengan mendengar suara sengaunya. Saat saya menghampiri tempat tidur Pearl, saya menyadari bahwa dia tidak bernapas dan segera memanggil dokter dilanjutkan dengan memberikan napas buatan. Setelah dokter tiba, beliau mengkonfirmasikan sesuatu yang telah saya ketahui sebelumnya. Pearl telah meninggal.
George bercerita pada saya bahwa Pearl telah menunggu dirinya. Dia duduk di samping tempat tidur, menggenggam tangannya dan untuk pertama kalinya setelah sekian bulan, Pearl mengenali suami tercintanya dan bicara padanya "George, cinta kita tidak akan pernah mati. Saya mencintaimu George." Sambil menutup matanya dan pergi dengan damai.
George sangatlah luar biasa. Dia berada di sana setiap hari walaupun kondisi fisik istrinya memburuk dan tidak dapat membalas setiap kebaikan George. Hal itu sepertinya tidak menjadi masalah bagi George. Dia hadir di sana untuk istrinya dan itu sudah cukup untuk membuatnya bahagia.
Sebelum George pergi, dia memberi saya sebuah pelukan yang hangat. Dia berterima kasih pada saya karena telah menolong istrinya, dan mendengar isakan saya sepertinya dia tahu bahwa saya juga kehilangan Pearl. Dia berkata pada saya jangan bersedih, dan segalanya baik-baik saja. Saya sangat malu saat dia menghibur saya dimana seharusnya sayalah yang harus menghibur dia.
Saya menunggu di depan bersama George. Bus yang biasa dinaikinya telah datang. Hal terakhir yang dia katakan sebelum dia meninggalkan rumah jompo kami untuk yang terakhir kalinya adalah "Pearl belum meninggalkan saya. Dia masih ada di sini. Dia akan selalu ada bersama saya. Cinta kami terlalu kuat untuk dapat mati." Saat saya melihat bus itu menjauh, George melambaikan tangannya di jendela. Sebagai balasannya saya memberikan sebuah senyum yang dibuat-buat untuk membalas semua sikap positifnya.
Saya berharap masih banyak George-George lainnya di luar sana yang mengerti apa arti sesungguhnya dari cinta.
Walaupun Jay Leno pernah berkata bahwa hari Valentine adalah sebuah hari untuk memeras kaum pria, tetaplah cintai pasanganmu. Belajar seperti George yang dapat mencintai istrinya tanpa syarat dan tanpa pamrih. Selamat Hari Kasih Sayang...
Jika Anda salah seorang yang takut berurusan dengan cinta, kisah nyata yang diceritakan seorang suster sebuah rumah jompo tentang cinta ini mungkin dapat mencairkan hati Anda yang mulai membeku. Pemeran utama kisah ini bukanlah Romeo dan Juliet, tapi George dan Pearl. Begini kisahnya...
“Real love stories never have endings” - Richard Bach
Hari itu adalah musim panas yang lembab dengan langit biru di bulan Juli dan saya memulai pekerjaan saya di sebuah rumah jompo. Setiap pagi George, seorang pria berusia 85 tahun sampai di lokasi dengan diantar bus khusus, tepat waktu untuk menikmati sarapan dengan Pearl, istrinya yang berusia 60 tahun. "Sweet Girl Pearl" (sebagaimana George yang penuh kasih sayang menggambarkan istrinya) bergabung dalam rumah jompo kami pada bulan April dan George saat itu sedang berusaha untuk menyesuaikan diri untuk hidup terpisah dengan belahan jiwanya. George harus menghadapi kenyataan bahwa Pearl mungkin tidak akan pernah dapat meninggalkan rumah jompo ini.
Pearl didiagnosa menderita penyakit Alzheimer dan semakin lama kondisinya semakin memburuk. Pada tahap lanjutan, Pearl telah lupa cara berjalan dan terpaksa menggunakan kursi roda untuk berkeliling rumah didorong oleh George yang terus tersenyum. "Hanya mengajak istri tercinta tour keliling rumah," begitu responnya saat seseorang bertanya tentang istrinya. Saya biasanya melihat mereka berdua di teras, bergandengan tangan di tempat yang teduh. Mereka berdua duduk terdiam tapi mereka memberikan senyum manis mereka pada siapapun yang lewat. Mereka selalu bergandengan tangan kecuali pada saat George mendorong kursi roda Pearl.
Memasuki bulan Juni, Pearl mulai tidak mengenali George, tetapi hal ini sepertinya tidak jadi masalah bagi George. Setiap pagi George secara rutin datang ke rumah jompo, menyalami istrinya dengan sebuah kecupan lembut di pipi, dan mendorong kursi roda istrinya ke aula untuk menikmati sarapan bersama. George memegang garpu untuk menyuapi istrinya dengan satu tangan, dan dia menggunakan tangan lainnya untuk merangkul istrinya. Mereka tidak pernah melepaskan genggaman tangannya, tersenyum dan terus duduk dalam kesunyian.
Beberapa hari kemudian di bulan Juli saat saya mendorong kursi roda pasien lain menuju kantin, saya merasakan sesuatu yang salah. Sesuatu terasa berbeda. George dan Pearl tidak ada di tempat mereka biasanya, sambil menikmati sarapan bersama. Saya memanggil suster lain untuk menggantikan saya karena saya ingin melihat keadaan Pearl di kamarnya.
Saat saya memasuki ruangan Pearl, saya menemukan mereka berdua. Pearl sedang menatap langit-langit dan George sambil menggenggam tangan istrinya, mengangkat kepala dan melihat kepada saya. George menyapa saya, dan saya menyadari bahwa George baru saja menangis dengan mendengar suara sengaunya. Saat saya menghampiri tempat tidur Pearl, saya menyadari bahwa dia tidak bernapas dan segera memanggil dokter dilanjutkan dengan memberikan napas buatan. Setelah dokter tiba, beliau mengkonfirmasikan sesuatu yang telah saya ketahui sebelumnya. Pearl telah meninggal.
George bercerita pada saya bahwa Pearl telah menunggu dirinya. Dia duduk di samping tempat tidur, menggenggam tangannya dan untuk pertama kalinya setelah sekian bulan, Pearl mengenali suami tercintanya dan bicara padanya "George, cinta kita tidak akan pernah mati. Saya mencintaimu George." Sambil menutup matanya dan pergi dengan damai.
George sangatlah luar biasa. Dia berada di sana setiap hari walaupun kondisi fisik istrinya memburuk dan tidak dapat membalas setiap kebaikan George. Hal itu sepertinya tidak menjadi masalah bagi George. Dia hadir di sana untuk istrinya dan itu sudah cukup untuk membuatnya bahagia.
Sebelum George pergi, dia memberi saya sebuah pelukan yang hangat. Dia berterima kasih pada saya karena telah menolong istrinya, dan mendengar isakan saya sepertinya dia tahu bahwa saya juga kehilangan Pearl. Dia berkata pada saya jangan bersedih, dan segalanya baik-baik saja. Saya sangat malu saat dia menghibur saya dimana seharusnya sayalah yang harus menghibur dia.
Saya menunggu di depan bersama George. Bus yang biasa dinaikinya telah datang. Hal terakhir yang dia katakan sebelum dia meninggalkan rumah jompo kami untuk yang terakhir kalinya adalah "Pearl belum meninggalkan saya. Dia masih ada di sini. Dia akan selalu ada bersama saya. Cinta kami terlalu kuat untuk dapat mati." Saat saya melihat bus itu menjauh, George melambaikan tangannya di jendela. Sebagai balasannya saya memberikan sebuah senyum yang dibuat-buat untuk membalas semua sikap positifnya.
“Cinta tidak harus berarti mengucapkan kata-kata, tapi cukup dengan mengetahui kita dicintai. Cukup hadir di sisinya.”
Saya berharap masih banyak George-George lainnya di luar sana yang mengerti apa arti sesungguhnya dari cinta.
Walaupun Jay Leno pernah berkata bahwa hari Valentine adalah sebuah hari untuk memeras kaum pria, tetaplah cintai pasanganmu. Belajar seperti George yang dapat mencintai istrinya tanpa syarat dan tanpa pamrih. Selamat Hari Kasih Sayang...
Selasa, 08 Februari 2011
Lemah Lembut
Kalau kamu tidak berubah, tinggalkan rumah ini!” seru Joe sang ayah pada Tim, anaknya, yang terlibat pergaulan bebas. Tim langsung minggat. Menyewa indekos. Suatu malam Joe ditelepon seseorang. “Anakmu ada di penjara. Ia terlibat perdagangan narkoba!” Segera Sang Ayah mencarinya di penjara, tetapi anaknya tidak ada di situ. Ternyata berita telepon itu salah sambung. Maka, Joe berusaha mencari tempat kos Tim. Menjelang subuh baru ketemu. Anaknya itu sedang tidur. Ia masuk ke kamarnya, berlutut dan memeluknya, lalu berkata: “Tim, kamu baik-baik saja, kan? Ayah sayang padamu!” Ketika Tim melihat kelemahlembutan ayahnya, hatinya pun tersentuh. Ia pun pulang dan bertobat.
Kelemahlembutan kadang dipandang sebagai kelemahan. Orang lebih suka bersikap keras untuk menunjukkan kuasa dan wibawa, padahal justru kelemahlembutan lebih ampuh! Berusaha mendengar dan memahami kebutuhan orang lain. Belajar merendah dan melayani. Sikap itulah yang membuat seseorang disegani.
Apakah kita dikenal sebagai orang yang kasar atau lemah lembut? Suka memotong pembicaraan atau membiarkan orang lain berbicara? Pemarah atau mudah mengalah? Jika kita mau dihormati, terapkan kelemahlembutan dalam hidup kita.
Kelemahlembutan kadang dipandang sebagai kelemahan. Orang lebih suka bersikap keras untuk menunjukkan kuasa dan wibawa, padahal justru kelemahlembutan lebih ampuh! Berusaha mendengar dan memahami kebutuhan orang lain. Belajar merendah dan melayani. Sikap itulah yang membuat seseorang disegani.
Apakah kita dikenal sebagai orang yang kasar atau lemah lembut? Suka memotong pembicaraan atau membiarkan orang lain berbicara? Pemarah atau mudah mengalah? Jika kita mau dihormati, terapkan kelemahlembutan dalam hidup kita.
Jumat, 21 Januari 2011
Arti Cinta Dalam Sebuah Pernikahan...
Berikut saya kutip sebuah kisah sederhana dari sebuah blog, yang menggambarkan arti cinta dalam sebuah pernikahan :
Itulah hidup dan cinta. Ketika seseorang diselimuti cinta, perasaan yang meluap mulai memudar, dan seseorang cenderung untuk mengacuhkan cinta sejati yang justru menjadi dasar dari perasaan yang ada.
Cinta hadir dalam berbagai bentuk, kecil maupun besar; cinta tidak pernah hadir dalam sebuah model tertentu, ia bisa menjadi bentuk yang paling membosankan... Bunga-bunga, dan momen-momen romantis hanya digunakan dan muncul di permukaan dari sebuah hubungan. Dasar dari semua ini, sebuah pilar cinta sejati berdiri... dan itulah hidup kita... Cinta, bukan kata-kata yang mengatasi segalanya...
Suami saya adalah seorang Insinyur, saya mencintai karakternya yang mantap dan saya mencintai perasaan hangat saat saya berbaring di bahu lebarnya.
Tiga tahun masa berpacaran, dua tahun menikah; harus saya akui bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan saya dahulu mencintainya telah berubah menjadi penyebab semua perasaan gelisah.
Saya adalah seorang wanita yang sentimentil dan sangat sensitif ketika berkaitan dengan nilai sebuah hubungan dan perasaan, saya merindukan masa-masa romantis bagai seorang gadis kecil mengharapkan permen manis. Sedangkan suami saya adalah kebalikan saya, sifat yang tidak sensitif dan ketidak mampuan untuk menghadirkan momen romantis dalam pernikahan kami telah mengecilkan arti cinta di dalam hati saya. Suatu hari saya akhirnya memutuskan untuk mengatakan kepadanya mengenai sebuah keputusan besar, bahwa saya ingin bercerai.
"Kenapa?" tanyanya, sambil terkejut. "Aku lelah, aku merasa tidak ada alasan untuk mempertahankan semua ini!" jawab saya. Dia terus terdiam sepanjang malam, sepertinya berpikir sangat dalam dengan ditemani rokok yang terus menyala. Perasaan kecewa saya semakin mendalam, hadir di depan saya seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kesulitannya, apa lagi yang dapat saya harapkan dari dia? Dan akhirnya dia bertanya kepada saya : "Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?"
Seseorang pernah berkata, sangat sulit untuk mengubah kepribadian seseorang, dan saya merasa telah kehilangan kepercayaan terhadapnya. Sambil menatap matanya dalam-dalam saya menjawab : "Aku akan menanyakan sebuah pertanyaan, jika kau dapat menjawabnya dan meyakinkan hatiku, aku akan berubah pikiran. Misalkan, aku menginginkan sekuntum bunga yang berada di tebing gunung yang curam, dan kita berdua tahu bahwa dengan mengambil bunga itu akan mengakibatkan kau meninggal, apakah kau tetap akan melakukannya buatku?" Dia menjawab : "Aku akan memberikan jawabannya besok..." Harapan saya pun kandas dengan mendengar respon seperti itu.
Saya bangun keesokan paginya dan tidak menemukan dia, namun sebagai gantinya ada sebuah kertas bertuliskan sesuatu di meja makan dekat pintu depan di bawah gelas susu, yang berkata... "Sayangku, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tapi biarkan aku menjelaskan alasannya lebih jauh..." Baris pertama telah menghancurkan hati saya. Namun saya terus membaca.
"Ketika kau menggunakan komputer dan kau selalu mengacaukan program-program di dalamnya, kau menangis di depan monitor. Aku harus menyimpan jari-jariku supaya aku dapat membantu memulihkan program-program yang kacau tersebut. Kau selalu ketinggalan kunci rumah sebelum berangkat, sehingga aku harus memelihara kaki-kakiku supaya dapat berlari untuk membukakan pintu untukmu. Kau suka bepergian tapi kau selalu kehilangan arah di sebuah kota baru, aku harus menjaga mataku untuk menunjukkan jalan kepadamu. Kau selalu mengalami keram ketika "sahabat baik"mu datang setiap bulan, aku harus menjaga telapak tanganku supaya aku dapat menenangkan keram di perutmu. Kau suka berada di dalam rumah, dan saya kuatir kau akan terjangkit penyakit autis. Aku harus menjaga mulutku supaya dapat bercerita lelucon-lelucon dan kisah-kisah menarik untuk menyembuhkan rasa bosanmu. Kau selalu menatap layar komputer, dan hal itu tidak baik bagi matamu, aku harus memelihara mataku supaya saat kita tua, aku dapat membantumu menggunting kuku dan membantumu mencabut rambut-rambut putih yang menjengkelkan. Juga supaya aku dapat menggandeng tanganmu ketika berjalan menyusuri pantai, sambil menikmati sinar mentari dan pasir yang indah... Dan memberitahumu warna bunga-bunga yang berseri seperti wajah mudamu... Demikian, sayangku, kecuali aku yakin bahwa ada seseorang yang dapat mencintaimu lebih dari aku... Aku tidak akan memetik bunga itu, dan mati..."
Air mataku jatuh menetes di atas kertas, memudarkan tinta tulisan tangannya... dan saat saya meneruskan membaca... "Sekarang, setelah kau selesai membaca jawabanku, jika kau puas, tolong bukakan pintu depan karena aku sedang berdiri di sana sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu... Saya berlari membuka pintu depan, dan melihat wajahnya yang penasaran, dengan kedua tangannya mencengkram sebotol susu dan sepotong roti...
Sekarang saya sangat yakin bahwa tidak akan ada orang lain yang mencintai saya seperti dia, dan saya memutuskan untuk tidak memetik dan membiarkan bunga bunga itu di tebing...
Sumber : http://academictips.org/blogs/great-marriage-story/
Itulah hidup dan cinta. Ketika seseorang diselimuti cinta, perasaan yang meluap mulai memudar, dan seseorang cenderung untuk mengacuhkan cinta sejati yang justru menjadi dasar dari perasaan yang ada.
Cinta hadir dalam berbagai bentuk, kecil maupun besar; cinta tidak pernah hadir dalam sebuah model tertentu, ia bisa menjadi bentuk yang paling membosankan... Bunga-bunga, dan momen-momen romantis hanya digunakan dan muncul di permukaan dari sebuah hubungan. Dasar dari semua ini, sebuah pilar cinta sejati berdiri... dan itulah hidup kita... Cinta, bukan kata-kata yang mengatasi segalanya...
Jumat, 07 Januari 2011
Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree
Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.
Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks bebas, perjudian, obat-obatan. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.
Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan... saya mau melihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Bukan sehelai...
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning... Bergantungan di pohon beringin itu... Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning!!!
Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan lagu tersebut...
Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks bebas, perjudian, obat-obatan. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.
Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan... saya mau melihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Bukan sehelai...
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning... Bergantungan di pohon beringin itu... Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning!!!
Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan lagu tersebut...
Kamis, 30 Desember 2010
11 Cara Untuk Menjadikan Tahun Ini Sebagai Tahun Yang Terbaik
Hari ini adalah waktu yang indah untuk melihat kembali dan bercermin pada momen-momen yang telah berlalu, kemenangan-kemenangan yang telah Anda raih, waktu yang telah Anda habiskan dengan keluarga dan teman, dan pilihan-pilihan baik yang telah Anda buat dalam usaha/karir Anda. Tapi untuk dapat bertumbuh dan berkembang baik secara pribadi maupun secara profesional, Anda juga harus melihat ke belakang dan mengakui ada beberapa hal yang telah menjadi tantangan bagi Anda, hal-hal yang tidak berjalan dengan baik.
Tidak ada yang salah dengan kemunduran, bahkan saya percaya jika kita tidak memiliki kendala yang perlu diatasi dalam kehidupan ini, kita tidak akan dapat belajar dan bertumbuh. Thomas Watson, pendiri IBM pernah berkata, "Jika Anda ingin meningkatkan tingkat keberhasilan Anda, lebih baik Anda bersiap-siap untuk meningkatkan tingkat kegagalan Anda."
Kita semua memiliki harapan dan mimpi untuk masa depan. Sebentar lagi lembaran rencana tahunan kita akan dihapus bersih dan memulai segalanya dengan baru dan segar. Mengapa tidak meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan tentang mimpi dan cita-cita Anda untuk tahun yang akan datang? Dalam bidang apa Anda ingin bertumbuh? Apa yang sesungguhnya penting bagi Anda? Tantangan apa yang ingin Anda hadapi? Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita dapat memperoleh sesuatu ketika kita melepaskan bakat tersembunyi yang kita miliki.
Untuk membantu Anda menjadikan tahun mendatang sebagai tahun yang terbaik, luangkan waktu sebentar untuk merenungkan 11 saran ini :
1. Tantang Diri Anda
Miliki pandangan yang jelas dan fokus pada apa yang ingin Anda capai dan tentukan kurun waktunya. Tantang diri Anda untuk menjadi yang terbaik dalam setiap waktu. Visualisasikan apa yang ingin Anda raih. Bayangkan hal itu dalam benak Anda. Tulis harapan-harapan Anda, buat sebuah rencana pelaksanaan, dan jangan pernah ragu rencana tersebut tidak akan berhasil.
2. Temukan Faktor Cinta
Tempatkan diri Anda dalam lingkungan orang-orang yang penuh kasih dan suportif. Jauhi orang-orang yang menjatuhkan Anda, orang-orang yang merendahkan mimpi-mimpi Anda. Hargai orang-orang istimewa dalam hidup Anda dan biarkan mereka mengetahui bahwa Anda menghargai mereka.
3. Dedikasikan Waktu Berkualitas
Hidup ini sangat berharga, manfaatkan sebaik-baiknya setiap hari. Bangun pagi, luangkan waktu berkualitas untuk diri Anda sendiri dan juga dengan orang-orang yang Anda kasihi. Pergilah berjalan-jalan, berolahraga, membaca buku. Hargai waktu-waktu yang Anda habiskan bukan hanya dengan orang-orang terdekat, tapi juga waktu yang Anda gunakan untuk diri Anda sendiri.
4. Perbesar Zona Nyaman Anda
Lakukan sedikitnya sebuah hal dalam sehari yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Paksa diri Anda, dan Anda akan terkejut mengetahui sejauh mana Anda dapat mendorong diri Anda sendiri. Ingatlah sisi lain dari rasa takut adalah kebebasan. Tetap stagnan berarti tidak bertumbuh. Untuk meraih potensi penuh, Anda harus bangkit di atas rasa takut dan membubung bagai seekor elang.
5. Bergairah
Tunjukkan gairah dalam setiap hal yang Anda lakukan. Biarkan hal itu terlihat melalui bahasa tubuh, dalam senyum dan suara Anda. Biarkan mata Anda berkilau. Biarkan dunia melihat dan mendengarkan antusiasme dan merasakan semangat Anda.
6. Layani Orang Lain
Jadilah teladan dan guru bagi orang lain. Jadikan diri Anda seorang sukarelawan dalam komunitas dan bantu orang lain untuk meraih mimpi mereka. Dunia Anda akan diperkaya dan menjadi lebih baik dengan berbagi talenta dan memberikannya secara gratis. Tinggalkan sebuah warisan yang abadi.
7. Jangan Dipusingkan Dengan Hal-Hal Kecil
Tinggalkan hal-hal kecil yang tidak dapat Anda kendalikan. Jangan menganggapnya terlalu serius. Sadari bahwa kesempurnaan bukanlah satu-satunya pilihan. Jangan biarkan ketidak-sempurnaan hidup mengganggu Anda. Ringankan perasaan Anda dan lihat sisi jenaka dari hal-hal yang berjalan salah, dan pelajarilah kesalahan tersebut. Jadilah toleran, tersenyum... Jangan habiskan energi Anda untuk hal-hal kecil, Anda masih memiliki hal-hal lain yang lebih besar untuk dikerjakan.
8. Hidup Dalam Kejujuran
Selalu jujur terhadap diri Anda sendiri. Banggalah dengan apa yang Anda lakukan. Hargai diri Anda sendiri. Terimalah orang lain dengan kekurangan mereka. Tunjukkan kasih, kepedulian dan niat baik sebagai sesama manusia. Hidup dengan bermartabat. Jalani sebuah kehidupan dengan tujuan dan hargailah nilai-nilai yang ada dalam diri Anda.
9. Tunjukkan Rasa Syukur
Tunjukkan rasa syukur dan katakan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu Anda. Kirimkan sebuah surat dengan tulisan tangan pribadi kepada orang-orang yang telah membantu dan menyentuh batin Anda. Telepon seorang sahabat atau orang yang Anda kasihi dan katakan betapa berharganya mereka bagi Anda. Berikan pujian pada sesama rekan kerja atau rekan bisnis pada saat mereka berprestasi. Tunjukkan pada orang bahwa Anda menghargai dan peduli terhadap mereka. Tindakan penuh kebaikan tidaklah sulit untuk dilakukan namun sangat berarti bagi mereka yang menerimanya.
10. Rayakan Keberhasilan
Banggalah terhadap prestasi Anda. Luangkan waktu untuk merayakan pencapaian Anda dan orang lain walaupun itu hanyalah sebuah kesuksesan kecil. Selain itu Anda juga harus tetap rendah hati dan bermartabat, peka terhadap orang-orang yang tidak seberuntung Anda.
11. Pancarkan Sikap Positif
Saya tidak dapat mengungkapkan betapa pentingnya untuk memiliki sebuah sikap positif dan percaya pada diri Anda sendiri. Ya, Anda bisa saja bertujuan baik, Anda bisa saja bertekad, namun tanpa sebuah sikap positif dalam diri dan kehidupan, Anda tidak akan berhasil. Impian akan mati, cita-cita akan menghilang, kemurungan dan kegelapan akan menggantikan langit biru dan sinar mentari dalam pikiran dan hati Anda.
Ingatlah bahwa orang seringkali melupakan apa yang Anda katakan atau lakukan bagi mereka, namun mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana Anda mempengaruhi perasaan mereka. Buat suatu komitmen bagi diri Anda sendiri bukan hanya untuk menjadikan tahun berikutnya sebagai tahun yang terbaik, tapi juga untuk menolong orang yang Anda kasihi untuk dapat memperoleh tahun yang terbaik juga bagi mereka.
Tidak ada yang salah dengan kemunduran, bahkan saya percaya jika kita tidak memiliki kendala yang perlu diatasi dalam kehidupan ini, kita tidak akan dapat belajar dan bertumbuh. Thomas Watson, pendiri IBM pernah berkata, "Jika Anda ingin meningkatkan tingkat keberhasilan Anda, lebih baik Anda bersiap-siap untuk meningkatkan tingkat kegagalan Anda."
Kita semua memiliki harapan dan mimpi untuk masa depan. Sebentar lagi lembaran rencana tahunan kita akan dihapus bersih dan memulai segalanya dengan baru dan segar. Mengapa tidak meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan tentang mimpi dan cita-cita Anda untuk tahun yang akan datang? Dalam bidang apa Anda ingin bertumbuh? Apa yang sesungguhnya penting bagi Anda? Tantangan apa yang ingin Anda hadapi? Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita dapat memperoleh sesuatu ketika kita melepaskan bakat tersembunyi yang kita miliki.
Untuk membantu Anda menjadikan tahun mendatang sebagai tahun yang terbaik, luangkan waktu sebentar untuk merenungkan 11 saran ini :
1. Tantang Diri Anda
Miliki pandangan yang jelas dan fokus pada apa yang ingin Anda capai dan tentukan kurun waktunya. Tantang diri Anda untuk menjadi yang terbaik dalam setiap waktu. Visualisasikan apa yang ingin Anda raih. Bayangkan hal itu dalam benak Anda. Tulis harapan-harapan Anda, buat sebuah rencana pelaksanaan, dan jangan pernah ragu rencana tersebut tidak akan berhasil.
2. Temukan Faktor Cinta
Tempatkan diri Anda dalam lingkungan orang-orang yang penuh kasih dan suportif. Jauhi orang-orang yang menjatuhkan Anda, orang-orang yang merendahkan mimpi-mimpi Anda. Hargai orang-orang istimewa dalam hidup Anda dan biarkan mereka mengetahui bahwa Anda menghargai mereka.
3. Dedikasikan Waktu Berkualitas
Hidup ini sangat berharga, manfaatkan sebaik-baiknya setiap hari. Bangun pagi, luangkan waktu berkualitas untuk diri Anda sendiri dan juga dengan orang-orang yang Anda kasihi. Pergilah berjalan-jalan, berolahraga, membaca buku. Hargai waktu-waktu yang Anda habiskan bukan hanya dengan orang-orang terdekat, tapi juga waktu yang Anda gunakan untuk diri Anda sendiri.
4. Perbesar Zona Nyaman Anda
Lakukan sedikitnya sebuah hal dalam sehari yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Paksa diri Anda, dan Anda akan terkejut mengetahui sejauh mana Anda dapat mendorong diri Anda sendiri. Ingatlah sisi lain dari rasa takut adalah kebebasan. Tetap stagnan berarti tidak bertumbuh. Untuk meraih potensi penuh, Anda harus bangkit di atas rasa takut dan membubung bagai seekor elang.
5. Bergairah
Tunjukkan gairah dalam setiap hal yang Anda lakukan. Biarkan hal itu terlihat melalui bahasa tubuh, dalam senyum dan suara Anda. Biarkan mata Anda berkilau. Biarkan dunia melihat dan mendengarkan antusiasme dan merasakan semangat Anda.
6. Layani Orang Lain
Jadilah teladan dan guru bagi orang lain. Jadikan diri Anda seorang sukarelawan dalam komunitas dan bantu orang lain untuk meraih mimpi mereka. Dunia Anda akan diperkaya dan menjadi lebih baik dengan berbagi talenta dan memberikannya secara gratis. Tinggalkan sebuah warisan yang abadi.
7. Jangan Dipusingkan Dengan Hal-Hal Kecil
Tinggalkan hal-hal kecil yang tidak dapat Anda kendalikan. Jangan menganggapnya terlalu serius. Sadari bahwa kesempurnaan bukanlah satu-satunya pilihan. Jangan biarkan ketidak-sempurnaan hidup mengganggu Anda. Ringankan perasaan Anda dan lihat sisi jenaka dari hal-hal yang berjalan salah, dan pelajarilah kesalahan tersebut. Jadilah toleran, tersenyum... Jangan habiskan energi Anda untuk hal-hal kecil, Anda masih memiliki hal-hal lain yang lebih besar untuk dikerjakan.
8. Hidup Dalam Kejujuran
Selalu jujur terhadap diri Anda sendiri. Banggalah dengan apa yang Anda lakukan. Hargai diri Anda sendiri. Terimalah orang lain dengan kekurangan mereka. Tunjukkan kasih, kepedulian dan niat baik sebagai sesama manusia. Hidup dengan bermartabat. Jalani sebuah kehidupan dengan tujuan dan hargailah nilai-nilai yang ada dalam diri Anda.
9. Tunjukkan Rasa Syukur
Tunjukkan rasa syukur dan katakan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu Anda. Kirimkan sebuah surat dengan tulisan tangan pribadi kepada orang-orang yang telah membantu dan menyentuh batin Anda. Telepon seorang sahabat atau orang yang Anda kasihi dan katakan betapa berharganya mereka bagi Anda. Berikan pujian pada sesama rekan kerja atau rekan bisnis pada saat mereka berprestasi. Tunjukkan pada orang bahwa Anda menghargai dan peduli terhadap mereka. Tindakan penuh kebaikan tidaklah sulit untuk dilakukan namun sangat berarti bagi mereka yang menerimanya.
10. Rayakan Keberhasilan
Banggalah terhadap prestasi Anda. Luangkan waktu untuk merayakan pencapaian Anda dan orang lain walaupun itu hanyalah sebuah kesuksesan kecil. Selain itu Anda juga harus tetap rendah hati dan bermartabat, peka terhadap orang-orang yang tidak seberuntung Anda.
11. Pancarkan Sikap Positif
Saya tidak dapat mengungkapkan betapa pentingnya untuk memiliki sebuah sikap positif dan percaya pada diri Anda sendiri. Ya, Anda bisa saja bertujuan baik, Anda bisa saja bertekad, namun tanpa sebuah sikap positif dalam diri dan kehidupan, Anda tidak akan berhasil. Impian akan mati, cita-cita akan menghilang, kemurungan dan kegelapan akan menggantikan langit biru dan sinar mentari dalam pikiran dan hati Anda.
Ingatlah bahwa orang seringkali melupakan apa yang Anda katakan atau lakukan bagi mereka, namun mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana Anda mempengaruhi perasaan mereka. Buat suatu komitmen bagi diri Anda sendiri bukan hanya untuk menjadikan tahun berikutnya sebagai tahun yang terbaik, tapi juga untuk menolong orang yang Anda kasihi untuk dapat memperoleh tahun yang terbaik juga bagi mereka.
Jumat, 24 Desember 2010
Saat Tuhan Berkata Tidak...
Saya meminta Tuhan untuk menghilangkan rasa sakit saya.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Yang harus dilakukan bukanlah Aku yang menghilangkan rasa sakit itu,
tapi justru bagimu untuk menyerahkan rasa sakit itu kepadaKu.
Saya meminta Tuhan untuk menghilangkan cacad dari tubuh saya.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Jiwamu sudah sempurna,
sedangkan tubuhmu hanya sementara.
Saya meminta Tuhan untuk memberikan saya kesabaran.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Kesabaran adalah buah dari kesengsaraan,
dan kesabaran bukanlah dianugrahkan, tapi diusahakan.
Saya meminta Tuhan untuk memberikan saya kebahagiaan.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Aku memberikan kepadamu anugrah dan berkat,
kebahagiaan itu tergantung dirimu sendiri.
Saya meminta Tuhan untuk menghilangkan penderitaan saya.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari hal-hal duniawi,
dan membawamu mendekat kepadaKu.
Saya meminta Tuhan untuk mendewasakan saya.
Tuhan berkata, Tidak.
Kau harus bertumbuh sendiri,
tapi Aku akan membantumu untuk berbuah lebat.
Saya meminta semua hal yang saya sukai dalam hidup.
Tapi Tuhan berkata, Tidak.
Aku akan memberimu kehidupan supaya kau dapat menikmati semua hal itu.
Saya meminta kepada Tuhan untuk dapat mencintai orang lain seperti Dia mencintai diri saya.
Dan Tuhanpun berkata...
Ahhhh, akhirnya kau mengerti.
Terkadang kita sebagai manusia sering mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita. Yang harus kita sadari adalah rencana dan waktuNya bukanlah rencana dan waktu manusia. Kuatkanlah keyakinan kita bahwa Tuhan itu ada, dan dia peduli terhadap kita. Seringkali hal-hal mengerikan terjadi justru untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi. Proses pembentukan dari Tuhan tidaklah mudah, bagaikan emas yang dimurnikan dengan bara api. Tapi saat semuanya selesai, hasilnya akan mengejutkan kita semua. Sebuah kehidupan yang berkenan dimataNya, yang telah dibentuk sesuai dengan rencanaNya.
Tuhan tidak selalu menjawab "Ya" dalam doa-doa kita. Tapi itu bukan berarti bahwa Tuhan tidak lagi peduli terhadap kita, dan justru sebaliknya, Tuhan terlalu peduli dengan manusia sehingga dia mau repot-repot membentuk manusia dalam proses kehidupan di dunia ini. Pada malam Natal ini marilah kita menyadari bahwa Tuhan itu baik, dan selalu baik walaupun banyak hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita. 2000 tahun yang lalu Dia datang ke dunia ini sebagai manusia biasa, sebuah anugrah terbesar bagi kita umat manusia. KasihNya saat itu tidak berubah sampai sekarang, Dia tetap mengasihi kita semua sampai detik ini. Jangan pernah merasa kecewa saat Tuhan berkata "Tidak" dalam kehidupan kita, sebab rancanganNya bukanlah rancangan kita.
Merry Christmas 2010 and Happy New Year 2011
Jumat, 17 Desember 2010
True To Yourself...
Semua orang tahu : Anda tidak dapat menjadi segalanya bagi semua orang. Anda tidak dapat melakukan segala hal sekaligus. Anda tidak dapat melakukan segalanya dengan baik secara merata. Anda tidak dapat melakukan semua hal dan menjadi lebih baik dari semua orang. Sisi kemanusiaan Anda sangat nampak jelas sama seperti orang-orang lain.
Jadi : Anda harus menemukan siapa diri Anda, dan jadilah seperti itu. Anda harus memutuskan hal apa yang utama, dan lakukanlah. Anda harus menemukan kekuatan Anda, dan mulai menggunakannya. Anda harus belajar untuk tidak bersaing dengan orang lain, karena tidak seorangpun berada dalam sebuah kontes untuk menjadi seperti Anda.
Lalu : Anda akan belajar menerima keunikan diri Anda. Anda akan belajar menentukan prioritas dan mengambil keputusan. Anda akan belajar untuk hidup dengan keterbatasan Anda. Anda akan belajar menghargai hal-hal yang memang patut dihargai. Dan Anda akan menjadi seorang manusia yang berarti.
Berani untuk percaya : Bahwa Anda adalah seorang pribadi yang indah dan unik. Menyadari bahwa diri Anda adalah bagian dari sejarah yang terjadi hanya sekali. Mengetahui bahwa untuk menjadi diri Anda bukan hanya hak Anda, tapi juga kewajiban Anda. Meyakini bahwa hidup bukanlah sebuah masalah untuk dipecahkan, tapi sebuah anugrah yang patut disyukuri. Dan akhirnya dengan semua ini Anda akan dapat terus bangkit dalam menghadapi hal-hal yang biasanya membuat Anda terpuruk.
Jadi : Anda harus menemukan siapa diri Anda, dan jadilah seperti itu. Anda harus memutuskan hal apa yang utama, dan lakukanlah. Anda harus menemukan kekuatan Anda, dan mulai menggunakannya. Anda harus belajar untuk tidak bersaing dengan orang lain, karena tidak seorangpun berada dalam sebuah kontes untuk menjadi seperti Anda.
Lalu : Anda akan belajar menerima keunikan diri Anda. Anda akan belajar menentukan prioritas dan mengambil keputusan. Anda akan belajar untuk hidup dengan keterbatasan Anda. Anda akan belajar menghargai hal-hal yang memang patut dihargai. Dan Anda akan menjadi seorang manusia yang berarti.
Berani untuk percaya : Bahwa Anda adalah seorang pribadi yang indah dan unik. Menyadari bahwa diri Anda adalah bagian dari sejarah yang terjadi hanya sekali. Mengetahui bahwa untuk menjadi diri Anda bukan hanya hak Anda, tapi juga kewajiban Anda. Meyakini bahwa hidup bukanlah sebuah masalah untuk dipecahkan, tapi sebuah anugrah yang patut disyukuri. Dan akhirnya dengan semua ini Anda akan dapat terus bangkit dalam menghadapi hal-hal yang biasanya membuat Anda terpuruk.
“Being happy doesn't mean that everything is perfect. It means that you've decided to look beyond the imperfections.”
Langganan:
Postingan (Atom)