Kamis, 06 Mei 2010

Pianis Berjari 4...

Kisah ini akan menginspirasi Anda... untuk dapat menyadari bahwa siapapun dapat mengatasi kesulitan!

Apa yang Anda lakukan ketika Anda dilahirkan dengan dua jari pada setiap tangan dan kedua kaki Anda diamputasi dari lutut ke bawah ketika Anda berusia tiga tahun? Jika Anda seorang Hee Ah Lee, Anda akan menjadi seorang pianis konser. Dia sudah cukup professional sekarang, dan Anda akan sangat suka mendengarnya bermain piano... Silahkan saksikan video berikut ini :



Hee Ah Lee dilahirkan dengan cacad fisik yang cukup parah. Dia hanya memiliki dua jari pada setiap tangan. Dan kedua kakinya hanya utuh sampai ke lutut. Dokter yang merawatnya tidak berharap dia dapat bertahan hidup.

Tapi dia tetap bertahan hidup. Pada usia enam tahun dia mulai bermain piano. Saat itu keempat jarinya sangat lemah. Dia bahkan tidak dapat memegang sebuah pensil. Sang ibu berharap dengan bermain piano genggaman sang anak dapat menjadi lebih kuat.

Ternyata hal itu berhasil. Tetapi lebih dari itu, Lee menyadari panggilannya. Dia sekarang tur keliling dunia, bermain piano untuk para pemirsanya yang terkesan. Dia memainkan lagu-lagu yang bahkan sulit untuk dimainkan oleh manusia berjari lengkap.

Sebuah kisah nyata yang menggetarkan hati...

Kisah ini nyata dan Hee Ah Lee memang benar-benar ada. Ini adalah sebuah kisah mengenai seorang ibu dan seorang anak perempuan yang mampu mengatasi permasalahan dari awal.

Ibu Lee secara tidak diketahui hamil saat dia menikah dengan seorang yang lumpuh. Para dokter berkata akibat penggunaan obat tertentu mungkin anaknya tidak dapat dilahirkan normal. Namun dia memilih untuk melanjutkan kehamilannya dan pada tahun 1985 di Seoul, Korea Selatan, Hee Ah Lee kecil dilahirkan dengan hanya dua jari pada masing-masing tangan, kerusakan pada kedua kakinya, dan sedikit cedera otak. Pihak rumah sakit berkata kepada sang ibu bahwa dia tidak dapat merawat anaknya di rumah dan pihak keluarga menginginkannya untuk menempatkan anak tersebut untuk diadopsi di negara lain. Namun sang ibu tetap berpikir bahwa anaknya sempurna, dan bertekat bahwa anak tersebut dapat menjalani sebuah hidup yang sukses dan berhasil.

Pada masa kanak-kanak Lee, sang ibu memutuskan untuk memberikan anaknya pelajaran piano untuk dua alasan. Yang pertama adalah dengan belajar piano akan memperkuat kedua tangan anaknya sehingga dia dapat memegang pensil. Yang kedua adalah jika anak ini dapat menguasai permainan piano, dia dapat menguasai apapun. Begitu banyak kesulitan, pergumulan dan air mata yang dijalani pasangan ibu dan anak ini selama beberapa tahun. Dan pada usia 7 tahun Lee memenangkan Korea’s 19th National Handicap Conquest Contest dan mendapatkan penghargaannya langsung dari Presiden Korea.

Sekarang Lee berusia 22, memiliki banyak penghargaan, dan telah menjadi seorang pianis konser kelas dunia dengan lebih dari 200 pertunjukan. Album pertamanya berjudul “Hee-ah, a Pianist with Four Fingers” dirilis pada Juni 2008.

Lee memberikan penghargaan kepada ibunya untuk tantangannya menguasai piano dan berkata walaupun begitu banyak kesulitan pada masa-masa latihan, "dengan berlalunya waktu, sang piano menjadi sumber inspirasi saya dan sahabat saya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar