Hidup dapat menjadi hal yang paling kejam bagi beberapa orang dan ketika hal itu terjadi pada seseorang hanya tersisa dua pilihan. Mereka dapat mengalah dan menyerah, atau bahkan mencoba untuk bunuh diri, atau berusaha untuk melawan balik keadaan.
TinyRay Grier adalah seorang petarung. Pada tahun 1972 di usia 17 tahun TinyRay sedang bermain bola kaki di SMU ketika sebuah kecelakaan mengakibatkan kerusakan tulang belakang yang parah. Ini adalah momen yang menghapus semua impian pemuda itu dan meninggalkan dirinya dengan masa depan yang penuh ketidak pastian.
Operasi demi operasi berlangsung dan TinyRay menderita rasa sakit tiada akhir. Cedera tulang belakangnya menjadi komplikasi yang sangat parah akibat sebuah kecelakaan mobil dan beberapa gegar otak.
Tubuh ini tidak pernah dirancang untuk diam. Tubuh ini tidak dirancang untuk tetap berada dalam satu posisi di kursi roda walaupun menjalani latihan, TinyRay merasakan rasa sakit akibat berada dalam posisi lumpuh permanen ini.
Dalam beberapa tahun dia telah berjuang mengatasi beberapa penyakit ini:
Asthma - COPD
Degenerative Joint Disease
Strokes - April 98, July 98
Hypertension
Diabetes
Acid Reflux
Diastolic Dysfunction
Reflex Sympathetic Dystrophy
Spinal Stenosis
Spina Bifida - Occulta
Right Shoulder Impingement
Carpel Tunnel Syndrome
Calcified Granuloma - Bottom Lobe Right Lung
Sleep Apnea
Chronic Sinusitis - Allergies
Sebagian besar dari penyakit ini adalah dampak akibat kecelakaan yang diakibatkan ketika seorang pemuda pergi untuk menikmati sebuah permainan bola kaki tanpa menyadari bahwa itu adalah kesempatan terakhirnya untuk menikmati permainan tersebut.
Sampai saat ini TinyRay menunggu dengan penuh harap dan kesabaran untuk beberapa suntikan tulang belakang, yang *mungkin* menghalau rasa sakit yang menyiksa itu untuk sementara, atau untuk sebuah operasi, sebuah pilihan yang mungkin menjadikannya lebih lumpuh lagi dan lebih bergantung pada orang lain dibanding saat ini.
Tapi TinyRay Grier tidak pernah menyerah. Dia menggunakan bakat luar biasanya dalam menggambar dan melukis untuk mengungkapkan perasaannya, untuk melawan keganasan rasa sakit yang dihadapinya setiap hari. Bakat dan dedikasinya pada seni menjadikan dirinya dihormati diantara rekan-rekannya dan gaya lukisannya mencerminkan sebuah ciri khas.
Setiap hari dia melukis, bersantai bersama keluarga atau menikmati kebebasan yang diberikan kepadanya melalui dunia internet. Dia mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang dia nikmati, mengangkat rasa sakit dan mengalihkan pandangannya dari masalah yang ada di depannya.
Dalam menjalani tahun-tahun penuh rasa sakit TinyRay bisa saja mengembangkan rasa benci pada dunia karena dunia telah mengambil kemampuannya untuk berjalan dan dia tetap hidup untuk menjalani hari-hari penuh siksaan ini. Tapi hal itu tidak terjadi. TinyRay merasa jika dunia ini tidak mau membantunya, dengan imannya kepada Tuhan, keluarga dan teman-teman, dia akan memperjuangkan hidup ini langkah demi langkah, dan dia melakukannya, setiap hari dan dalam setiap cara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar