Selasa, 22 Desember 2009

Menjadi Seorang Ibu...

Setelah 21 tahun menikah, istri saya ingin agar saya mengajak wanita lain untuk pergi makan malam dan menonton bioskop. Katanya, "Aku mencintaimu, tapi aku tahu bahwa wanita lain ini juga mencintaimu, dan dia sangat berharap untuk menghabiskan sedikit waktu bersamamu."

Wanita lain yang disebut-sebut oleh istri saya tadi adalah IBU saya, yang telah menjanda selama 19 tahun, dan karena tuntutan pekerjaan dan keluarga dengan tiga anak membuat saya jarang sekali dapat mengunjunginya. Malam itu saya menghubunginya untuk mengundangnya pergi makan malam dan menonton bioskop.

"Ada apa nak, semua baik-baik saja?" tanyanya. Ibu saya adalah tipe wanita yang selalu kuatir dan menganggap sebuah panggilan di malam hari atau undangan mendadak sebagai suatu pertanda kabar buruk.

"Saya hanya berpikir bahwa alangkah menyenangkannya untuk menghabiskan waktu bersama ibu," jawab saya. "Hanya kita berdua saja." Dia termenung untuk sesaat, dan berkata, "Saya sungguh menyukai hal itu."

Jumat itu seusai kerja, saat saya mengemudi untuk menjemputnya, saya merasa sedikit gugup. Ketika saya tiba di rumahnya, saya merasakan bahwa dia juga sedikit gugup mengenai acara ini. Dia menunggu di depan pintu lengkap dengan mantelnya. Dia menata rambutnya dan mengenakan gaun yang dipakai pada acara ulang tahun perkawinan terakhirnya. Dia tersenyum bagaikan senyum seorang malaikat.

"Saya memberi tahu teman-teman saya bahwa saya akan menghabiskan waktu berdua dengan anak saya, dan mereka benar-benar terkesima," katanya, sambil masuk ke dalam mobil. "Mereka tidak sabar untuk mendengar cerita tentang kencan kita ini."

Kami pergi ke sebuah restoran, walaupun tidak elegan, tapi terasa sangat menyenangkan dan nyaman. Ibu saya menggandeng tangan saya serasa seorang wanita terhormat. Saat kami duduk, kami mulai melihat menu makanan. Matanya yang sudah tua hanya dapat membaca huruf-huruf yang dicetak besar. Belum selesai membaca menu makanan tersebut, saya melihat ibu saya yang sedang duduk sambil menatap saya. Sebuah senyum bernada nostalgia terbersit di bibirnya.

"Dulu biasanya aku yang membacakan menu ketika kau masih kecil," katanya.

"Berarti sekarang waktunya untuk ibu bersantai dan ijinkan saya membalas budi ibu," respon saya.

Sepanjang makan malam, kami bercengkrama dengan sangat menyenangkan - tidak ada sesuatu yang luar biasa, hanya sekedar mengetahui perkembangan dari kehidupan masing-masing. Kami terlarut dalam percakapan sedemikian asiknya sehingga kami lupa waktu dan terlambat untuk acara nonton di bioskop.

Saat tiba di rumahnya, dia berkata, "Aku akan pergi lagi denganmu, tapi jika kau ijinkan aku yang mengundangmu." Saya pun menyetujuinya.

"Bagaimana kencan makan malammu?" tanya istri saya ketika saya tiba di rumah.

"Sangat menyenangkan. Jauh diluar dugaan saya," jawab saya.

Beberapa hari kemudian ibu saya meninggal karena serangan jantung. Semuanya terjadi begitu cepat dan saya tidak sempat berbuat apa-apa. Beberapa waktu kemudian, saya menerima sebuah amplop berikut sebuah salinan kwitansi restoran dari tempat yang sama saat kami pergi makan malam. Sebuah catatan terlampir bertuliskan : "Aku telah membayar tagihan ini di muka. Aku tidak yakin kalau aku dapat hadir di sana, walaupun demikian, aku membayar untuk dua orang - satu untukmu dan yang lainnya untuk istrimu. Kau tidak tahu betapa berartinya makan malam kemarin untuk aku. Aku mencintaimu, anakku."

Seketika itu juga, saya mengerti betapa pentingnya untuk mengucapkan: "AKU MENCINTAIMU" dan untuk meluangkan waktu buat orang-orang yang kita kasihi. Tidak ada hal yang lebih penting daripada keluarga dalam kehidupan Anda. Berikan waktu yang mereka layak dapatkan, karena hal-hal seperti ini tidak dapat ditunda sampai "lain waktu."

BEBERAPA FAKTA MENGENAI HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN IBU

Sebagian orang berkata butuh waktu sekitar enam minggu untuk kembali normal setelah memiliki seorang bayi... berarti mereka tidak tahu ketika Anda menjadi seorang ibu, kata "normal" tinggal sejarah.

Sebagian orang berkata Anda akan belajar menjadi seorang ibu secara naluriah... berarti mereka tidak pernah mengajak seorang anak kecil berusia tiga tahun pergi berbelanja.

Sebagian orang berkata menjadi seorang ibu adalah membosankan... berarti mereka tidak pernah naik mobil yang dikendarai oleh anak remajanya yang baru saja memiliki ijin mengemudi.

Sebagian orang berkata jika Anda adalah seorang ibu yang "baik", anak Anda juga akan menjadi seorang anak yang "baik"... berarti mereka berpikir bahwa seorang anak lahir dilengkapi dengan buku petunjuk dan garansi.

Sebagian orang berkata ibu yang "baik" tidak pernah berteriak pada anaknya... berarti mereka tidak pernah melihat anaknya melempar sebuah bola golf ke arah jendela tetangganya.

Sebagian orang berkata Anda tidak perlu pendidikan untuk menjadi seorang ibu... berarti mereka tidak pernah membantu pelajaran matematika seorang anak kelas empat sekolah dasar.

Sebagian orang berkata Anda tidak dapat mencintai anak kelima sebesar cinta Anda terhadap anak pertama... berarti mereka tidak memiliki lima anak.

Sebagian orang berkata seorang ibu dapat menemukan semua jawaban dalam merawat anaknya... berarti mereka belum pernah merasakan memiliki seorang anak yang kuping atau hidungnya kemasukan kacang.

Sebagian orang berkata bagian terberat dalam menjadi seorang ibu adalah saat persalinan... berarti mereka tidak pernah melihat anak mereka naik bis jemputan pada hari pertama sekolah... ataukah jangan-jangan dia naik sebuah bis yang menuju pusat kota?

Sebagian orang berkata seorang ibu dapat melakukan pekerjaannya dengan mata tertutup dan satu tangan terikat di belakang... berarti mereka tidak pernah mengurus tujuh anak kecil berlarian kesana-kemari di dalam rumah.


Sebagian orang berkata seorang ibu dapat berhenti kuatir saat anaknya menikah... berarti mereka tidak tahu bahwa pernikahan berarti menambah seorang "anak" menantu pada seorang ibu.

Sebagian orang berkata bahwa pekerjaan seorang ibu selesai saat anak terakhirnya pergi meninggalkan rumah... berarti mereka tidak pernah memiliki cucu.

Sebagian orang berkata ibu Anda tahu bahwa Anda mencintainya, sehingga Anda tidak perlu mengatakan hal tersebut kepadanya... berarti mereka bukanlah seorang ibu.

SELAMAT HARI IBU... untuk semua Ibu, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk setiap hari sepanjang tahun!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar