Kamis, 17 Desember 2009

Sibuk...

Pada suatu hari ada seorang penebang pohon yang sangat kuat meminta pekerjaan pada sebuah perkebunan, dan dia mendapatkannya. Bayaran yang diterimanya sangatlah bagus demikian pula dengan suasana kerjanya. Oleh karena itu, sang penebang pohon bertekad untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.

Majikannya memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area yang harus dikerjakannya.

Hari pertama, sang penebang pohon membawa 18 pohon.

"Selamat," kata majikannya. "Lanjutkan ke arah sana!"

Sangat termotivasi oleh ucapan majikannya, sang penebang pohon berusaha lebih keras lagi keesokan harinya, namun dia hanya sanggup membawa 15 pohon. Pada hari ketiga bahkan dia mencoba lebih keras lagi, tapi dia hanya mampu membawa 10 pohon. Hari demi hari pohon yang dia bawa terus berkurang.

"Saya pasti telah kehilangan kekuatan saya," pikir sang penebang pohon. Dia pergi menghadap majikannya dan meminta maaf, sambil berkata bahwa dia sungguh-sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi.

"Kapan terakhir kali kamu mengasah kapakmu?" tanya si majikan.

"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak saya.
Saya telah terlalu sibuk berusaha untuk menebang pohon..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar