Pada 1787, Andrew telah tinggal di negara bagian Tennessee. Jackson telah menjadi seorang pengacara ternama, dan akan dicalonkan sebagai anggota kongres pertama ketika Tennessee resmi menjadi sebuah negara bagian di tahun 1796. Jackson dilantik oleh Senat Amerika Serikat pada tahun 1797, dan mengundurkan diri pada tahun 1798, dan kemudian dia menempati sebuah kursi di pengadilan tinggi negara. Jackson juga melayani sebagai kolonel milisi negara, dan selama perang di tahun 1812, angkatan militer Jackson mengalahkan "The Red Stick Creeks" pada perang "Horseshoe Bend" di Alabama pada 27 Maret 1814. Karir militer Jackson menanjak pesat, dan mencapai puncaknya pada Perang New Orleans, yang diperangkan pada 8 Januari 1815. Pada perang ini, Jackson memimpin pasukan sebesar enam ribu personil melawan armada Inggris yang berisi dua belas ribu personil, dan mengalahkan mereka dengan mudah. Jackson dijuluki "Old Hickory," mengingat ketangguhannya yang legendaris.
Ini hanyalah sebuah kisah dari ribuan kisah-kisah lainnya yang luar biasa tentang seorang anak kecil yang serba kekurangan, tertindas, bertahan, dan akhirnya bersinar bagaikan sebuah berlian yang belum diasah, perlahan-lahan mulai menunjukkan kilaunya saat diproses menjadi batu mulia. Kita tidak bisa memilih dimana kita dilahirkan. Kita sama sekali tidak memiliki kendali terhadap apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Mengapa saya harus dilahirkan tidak sempurna? Mengapa saya harus lahir di keluarga yang miskin? Mengapa kedua orang tua saya harus berpisah? Mengapa begitu banyak orang yang kejam dan jahat di sekeliling saya? Mengapa saya tidak memiliki bakat yang luar biasa seperti orang lain? Mengapa saya tidak memiliki kesempatan untuk mengecap pendidikan yang layak? Mengapa fisik saya tidak secantik atau setampan orang lain? Mengapa saya harus mengalami kegagalan dalam percintaan dan rumah tangga? Mengapa saya terus menderita? Dan berbagai "mengapa-mengapa" lainnya akan berlanjut tidak berujung jika kita mau memikirkan betapa nestapanya hidup ini.
Semua orang dilahirkan unik, untuk tujuannya masing-masing. Seorang Nick Vujicic (baca kisah lengkapnya) yang lahir tanpa tangan dan kaki melewati proses yang berat dan menjadi bukti bahwa kebahagiaan bukan datang dari keadaan lahiriah. Seorang Marion Luna Brem (baca kisah lengkapnya) yang mengidap kanker dan divonis mati, terus berjuang menjalani hidup dan tetap hidup sampai detik blog ini dibuat, bahkan dia sekarang sangat sukses sebagai seorang pengusaha wanita. Sepasang ayah dan anak Dick dan Rick Hoyt (baca kisah lengkapnya) yang sangat membara semangatnya dalam menembus rintangan, walaupun si anak lumpuh total dan semua orang menertawakannya saat mereka hendak ikut dalam perlombaan atletik. Dan masih banyak lagi kisah-kisah hidup pribadi-pribadi yang kurang beruntung tapi pada akhirnya menjadi berkat dan inspirasi bagi orang lain.
Apakah kita bisa menjadi seperti mereka? Kalau mau direnungkan lagi, kita memiliki banyak kelebihan dibanding mereka. Kita masih memiliki tangan dan kaki, tidak seperti Nick Vujicic yang benar-benar tanpa tungkai. Kita masih sehat walafiat, dibanding Marion Luna Brem yang mengidap kanker dan divonis mati dalam beberapa tahun. Kita memiliki keluarga yang sehat, yang dengan mudah saling menolong satu sama lain, tidak seperti Dick dan Rick Hoyt yang mengorbankan banyak hal untuk dapat saling membantu. Mengapa kita tidak bisa seperti mereka, menjadi orang yang luar biasa dan bersinar di tengah-tengah keriuhan dunia ini? Ada beberapa hal yang membedakan kita dengan mereka. Yang pertama, Rasa Syukur. Mereka mensyukuri keadaan yang ada, dan berusaha untuk mencari solusi masalahnya dengan lapang dada. Sebaliknya kita, bukannya memikirkan solusi, justru kita malah menghabiskan waktu untuk menggerutu dan mengeluh. Yang kedua, Keteguhan Hati. Saat mereka dihadapkan dengan situasi yang sebegitu sulitnya, mereka tidak menyerah dan berujung pada depresi dan bunuh diri. Mereka terus berusaha, berusaha, dan berusaha. Tidak terhitung jatuh bangun yang dialami oleh mereka, tapi mereka tetap bertahan. Apakah kita sudah memiliki mental Keteguhan Hati seperti mereka? Apakah justru saat mengalami situasi sulit kita memilih untuk melarikan diri daripada menghadapinya?
"Oke, oke, mudah bicara sulit melakukannya. Bagaimana caranya saya harus bersyukur dan tegar dalam menghadapi hal yang sedemikian buruknya?" mungkin saja Anda bertanya seperti itu. Kunci dari semua ini adalah CARA PANDANG. Apapun keadaannya, semua bisa menjadi lebih baik hanya dengan mengubah cara Anda memandang. Apakah Anda memandang situasi dan keadaan yang sulit sebagai suatu tekanan, ataukah justru suatu tantangan? Sebagai sebuah tekanan, tentu saja Anda akan merasa dongkol dan menjalaninya dengan setengah hati. Tapi sebagai suatu tantangan, masalah apapun akan bisa dihadapi dengan lapang dada dan keteguhan hati, sebab kita berfokus bukan pada keadaan sekarang, tapi pada keadaan di masa depan. Sebuah VISI, menjadikan apapun situasi kita saat ini, baik atau buruk, sebagai pijakan ke arah depan yang lebih baik....
“Keep your dreams alive. Understand to achieve anything requires faith and belief in yourself, vision, hard work, determination, and dedication. Remember all things are possible for those who believe.”
- Gail Devers -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar