Apakah Anda pernah mendengar tentang kisah seorang ayah yang luar biasa yang mau berkorban demi sepercik kebahagiaan anaknya? Saya yakin semua ayah pasti lebih dari ingin untuk melakukannya, dan saat ini saya ingin membagikan kisah keluarga Hoyt, sebuah kisah mengenai pengorbanan seorang ayah demi sang anak yang sungguh luar biasa.
Dick dan Rick Hoyt adalah tim ayah dan anak dari Massachusetts yang bersama-sama telah menyelesaikan secara luar biasa 224 Triathlon, 65 Marathon (termasuk 25 Boston Marathon) dan 6 Ironmans - dan juga banyak kompetisi-kompetisi lainnya. Mereka juga telah mendaki banyak gunung dan pernah melintasi Amerika sejauh 3.735 mil dalam waktu 45 hari.
Ini adalah suatu rekor mengenai pengerahan tenaga yang luar biasa - terlebih lagi jika Anda tahu bahwa Rick tidak dapat berjalan dan berbicara. Pada saat kelahiran Rick tahun 1962 tali pusar melilit lehernya dan menghambat aliran oksigen ke otaknya. Dick dan istrinya, Judy, divonis oleh tim medis bahwa tidak ada harapan bagi tumbuh dan kembang anaknya. Tanpa gentar, pasangan itu membawa pulang anaknya dan memutuskan untuk membesarkannya se-"normal" mungkin.
Setelah bertahun-tahun berjuang melawan birokrasi pendidikan setempat, Rick akhirnya mendapat pengakuan dan bisa masuk ke sekolah publik pada tahun 1975. Dua tahun kemudian, Rick memberi tahu ayahnya (melalui sebuah program komputer baru yang dirancang oleh Universitas Tufts) bahwa dia ingin berpartisipasi pada sebuah lomba lari amal untuk seorang pemain lacrosse lokal yang lumpuh dalam sebuah kecelakaan sejauh lima-mil. Dick, yang bukan seorang pelari jarak jauh, setuju untuk mendorong Rick di atas kursi rodanya. Mereka menyelesaikan lomba pada urutan nomor dua dari akhir tetapi mereka merasa telah meraih sebuah kemenangan. Malam itu Dick ingat perkataan Rick, "Saya tidak merasa lumpuh saat kami berlomba" dan kehidupan keduanya semenjak saat itu berubah selamanya.
Dick Hoyt yang tidak pernah berlari satu milpun dalam sekali tempuh - tidak keberatan untuk berlari sejauh lima mil, bahkan mendorong anaknya beserta kursi roda seberat 50 pon bersamanya. Seorang teman sempat mengambil foto sang ayah dan anak saat mereka melewati garis finish saat itu. "Itu adalah senyum terbesar yang pernah kau lihat dalam hidupmu," Dick menggambarkan wajah anaknya. "Rick masih memiliki foto itu di rumah."
Begitulah cerita "Tim Hoyt" dimulai dan mereka mulai ikut berbagai lomba semenjak itu. Dalam dua puluh lima tahun terakhir, Dick Hoyt telah mendorong dan menarik anaknya menyebrangi negeri dan melewati ratusan garis finish. Ketika Dick berlari, Rick berada di atas kursi roda yang didorongnya. Ketika Dick menggenjot sepeda, anaknya duduk di kursi khusus yang dipasang pada bagian depan sepeda. Pada saat kompetisi renang, Rick berada di dalam perahu kecil yang berat dan stabil sambil ditarik oleh ayahnya.
Sikap saling mendukung dan menguatkan dari sesama anggota keluarga Hoyt mulai merangkul dan menginspirasi orang lain - banyak penonton dan sesama peserta lomba yang melihat Tim Hoyt sebagai sebuah contoh dashyat tentang kebulatan tekad.
Ini adalah sebuah kesaksian yang luar biasa mengenai kekuatan cinta antara orang tua dan anak.
Sebuah video sebagai penghormatan mengenai perjuangan seorang ayah yang tidak pernah menyerah dan seorang anak yang tidak pernah berhenti berharap. Sebuah tindakan luar biasa, yang patut mendapat rasa hormat dan kagum.
Semoga kisah ini dapat menginspirasi Anda dan saya untuk tetap memelihara kasih kita dalam keluarga apapun pengorbanan yang harus dibayar. God bless you always...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar