Owa Jawa (hylobates moloch) adalah sejenis kera kecil (lesser apes) yang hidup di Pulau Jawa, meskipun banyak penduduk di Pulau Jawa yang tidak mengetahui keberadaan satwa yang sudah di ambang kepunahan ini. Owa Jawa, sebagaimana beberapa jenis owa lain, biasanya hidup berpasangan dan monogami. Untuk mendapatkan pasangan yang cocok, Owa Jawa kadang memerlukan waktu yang panjang. Namun setelah mendapatkannya, pasangan ini akan bertahan seumur hidup. Benar-benar tak tergantikan. Jika pasangannya mati, owa tersebut biasanya tidak akan mencari pasangan lagi. Sampai mati.
Pengagungan cinta kasih manusia tentu saja dan semestinya melebihi cinta kasih satwa, walaupun kini tengah marak fenomena perpisahan dalam hubungan suami-istri. Ada cinta kasih dan kesetiaan yang dituntut dalam hubungan antara suami dan istri. Dan hubungan yang dipersatukan oleh Tuhan harus dipelihara dengan baik sebagai wujud ungkapan syukur kepadaNya, “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia” Bahkan kematian pun hanya memisahkan manusia secara fisik.
Apakah kita sudah mengasihi pasangan kita? Atau, mungkin kita masih harus belajar dari kera kecil yang hampir punah di beberapa kawasan hutan yang tersisa di Pulau Jawa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar