Selasa, 10 November 2009

Uluran Tangan

Suster Gisela Borowka adalah seorang perempuan asal Jerman. Sejak tahun 1963, ia memilih mengabdikan diri merawat para penderita kusta di Pulau Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika pertama kali datang, Gisela harus berhadapan dengan kenyataan bahwa para penderita kusta dikucilkan masyarakat sekitar. Tidak ada yang mau mengurus mereka. “Biarlah mereka hidup bersama kita, mereka juga citra Tuhan. Jangan lukai hati mereka, mereka telah terluka; tidak saja sakit fisik, tetapi juga sakit hati,” kata Gisela. Saatnya mengubah kondisi yang membuat mereka dibenci oleh masyarakat, hingga akhirnya mereka juga membenci diri mereka sendiri.

Barangkali di sekitar kita pun tinggal orang-orang yang tersisihkan; mereka yang entah karena berbagai sebab, dianggap sebagai “sampah”, dibuang dan diasingkan. Ingat, mereka juga manusia. Jangan menambah luka mereka sebab mereka juga berhak menerima uluran dan jamahan kasih dari sesama. Tidakkah kita rindu berbagi kasih dengan mereka? Melalui uluran dan jamahan tangan, kesembuhan bisa terjadi. Kalaupun bukan kesembuhan lahiriah, paling tidak kesembuhan batiniah.

Sudahkah kita mengulurkan tangan kepada sesama yang terasing?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar