Senin, 05 Oktober 2009

Lapang Dada dan Kebesaran Hati, Sungguh Anugrah Tiada Ternilai...

Saya pernah mendengar bahwa lapang dada adalah salah satu kunci sukses hidup seseorang, dengan analogi ke-lapang dada-an seseorang akan meluaskan hatinya seumpama samudra luas yang akan mengecilkan arti segala sesuatu yang mencemari kesucian, kemurnian dan ketenangan samudra tadi. Sebuah pemikiran yang sangat logis, seperti dikisahkan berikut ini :

Suatu hari seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah datang menemui Orang Bijak. Saat bertemu, si pemuda langsung menceritakan semua masalahnya. Sang Orang Bijak mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam garam lalu mengambil segelas air. Ditaburnya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya hingga tercampur merata. "Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya", kata si Orang Bijak. "Asin sekali", jawab sang pemuda. Orang Bijak itupun tersenyum, lalu mengajak pemuda ini berjalan menuju sebuah telaga. Kedua orang itu berjalan bersama dan tiba di tepi telaga yang tenang itu. Sesampainya disana, Orang Bijak itupun kembali menaburkan segenggam garam ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya. "Coba minum air dari telaga ini dan katakan bagaimana rasanya." Saat si pemuda mereguk air itu, si pemuda berkata "Segar sekali". "Apakah kamu merasakan asin di dalam air itu ?" tanya si Orang Bijak. "Tidak." sahut pemuda itu. Si Orang Bijak itu tersenyum sambil berkata : "Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasanyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan, kekecewaan, sakit hati dan kegagalan dalam hidup, hanya satu hal yang perlu kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan hidup itu. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah seperti telaga yg mampu menampung setiap kepahitan hidup, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian."

Sungguh suatu kisah yang membuka mata hati saya, menyadari bahwa melapangkan dada membuat dunia terasa luas, dan sebaliknya, mengecilkan dada membuat dunia terasa sempit, padahal kenyataannya dunia di luar sana tetaplah luas. Hope this can inspire you all, God Bless You always...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar