Masih dalam kondisi kaget karena memecahkan barang milik supermarket yang belum saya beli, datang seorang pegawai menghampiri saya menawarkan bantuannya. Pegawai itupun segera mengambil bohlam yang baru, mencolokkannya di soket, dan memberikannya kepada saya. Sementara pecahan yang berserakan di lantai itu juga dipungutinya, dimasukkan ke dalam kardusnya dan juga diberikan kepada saya. Jujur saja, saya merasa jengkel karena telah memecahkan barang yang belum saya beli, dan saya harus membayar untuk kelalaian saya. Setelah selesai dengan semua itu, sang pegawai pun meninggalkan saya, dan saya berdiri dengan dua kardus bohlam di dalam keranjang belanjaan saya. Saat itu sempat timbul sebersit pikiran jahat dalam benak saya untuk meletakkan kembali kardus bohlam yang pecah tersebut ke dalam rak. "Lagipula saat ini tidak ada orang di sekeliling saya, dan si pegawaipun sudah meninggalkan saya," muncul pembenaran sepihak dalam hati saya. Tapi saat itu juga saya diliputi oleh perasaan bersalah, dan seketika itu juga saya teringat dengan suatu bacaan mengenai integritas diri :
Apa Yang Anda Lakukan Mencerminkan Diri Anda Yang Sesungguhnya
oleh : Patricia Fripp, A Cup of Chicken Soup for the Soul
Pada hari Sabtu yang cerah sore di kota Oklahoma, teman saya Bobby Lewis sedang mengajak dua anak laki-lakinya untuk pergi bermain mini-golf. Dia berjalan menuju loket penjualan tiket dan berkata, "Berapa harga tiket masuknya?"
Sang penjaga loket menjawab, "3.00 $ untuk Anda dan 3.00 $ untuk anak-anak berusia enam tahun ke atas. Untuk anak-anak yang berumur enam tahun ke bawah kami tidak mengenakan biaya masuk. Berapa usia anak-anak Anda?"
Bobby menjawab, "Sang pengacara berumur tiga tahun dan sang dokter berumur tujuh tahun, jadi saya rasa saya perlu membayar 6.00 $ kepada Anda."
Sang penjaga loket itu berkata, "Hei Tuan, apakah Anda baru saja menang lotere atau sesuatu? Anda bisa saja menghemat tiga dolar. Anda bisa saja bilang kepada saya bahwa anak yang lebih tua berumur enam tahun; Saya pasti tidak akan menyadari kalau Anda berbohong mengenai usia mereka." Bobby menjawab, "Ya, bisa saja saya berbuat seperti itu, tetapi anak-anak saya tentu akan menyadari kalau saya berbohong kepada Anda mengenai usia mereka."
Seperti yang dikatakan oleh Ralph Waldo Emerson, "What you do speaks so loud that I cannot hear what you say." Pada saat cobaan datang dimana etika Anda diuji, pastikan Anda menjadi contoh yang baik bagi orang-orang di sekeliling Anda.
Dua buah kardus bohlam di tangan saya. Yang satu masih bagus, yang lainnya pecah berantakan. Saat itu saya mulai menemukan integritas diri saya, yang mencegah saya berbuat hal yang tidak etis. Mungkin dengan mengembalikan bohlam pecah itu ke dalam rak akan mengemat saya sejumlah uang, tapi apakah uang tersebut dapat membeli integritas diri saya? Akhirnya saya pun pergi ke kasir, dan membayar kedua bohlam tersebut. Mungkin ada rasa kecewa karena saya telah memboroskan uang akibat keteledoran saya, tapi setidaknya saya tidak kehilangan integritas diri saya. Tetaplah jaga integritas kita, apapun harga yang harus di bayar...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar