Peace of Mind : Keheningan Mendalam yang Indah
oleh S S Hans
Selama empat bulan yang dingin di musim dingin Antartika tahun 1934, Admiral Bryd terlibat dalam sebuah pencarian data sains. Suatu hari, saat dia berdiri diam tak bergeming diatas lempengan es tak berpenghuni, dia secara kuat menyadari suatu keheningan yang begitu luas dan mendalam. Kemudian pada sore harinya dia menulis di buku hariannya : "Pada saat munculnya keheningan mendadak itu, sebuah pemahaman lahir di dalam diri saya bahwa saya adalah bagian dari Tuhan, bagian dari alam semesta dan bahwa saya tidak sendiri."
Admiral Bryd menyadari bahwa di dalam keheningan itu sesuatu di dalam relung hati kita menunggu untuk disadari dan ditemukan oleh kita. Saat pagi hari yang sepi di rumah, waktu sunyi yang singkat dalam waktu-waktu doa kita, atau bahkan saat berjalan sepi di taman. Seperti Byrd, kita juga dapat mengalami pengalaman kesunyian yang mendalam. Sri Aurobindo menggambarkan pengalaman pribadinya dalam puisi Savitri: "Sebuah keheningan absolut, bebas dari segala jenis komunikasi. Menyadari batasan tipis mengenai penemuan diri yang sesungguhnya di dalam sanubari." Dalam keheningan mutlak hadir sebuah kekuatan mutlak.
Secara umum, ketenangan, keredaan, kedamaian, kesunyian dan keheningan dianggap sebagai suatu gambaran perasaan. Tapi dalam kenyataannya tidaklah demikian. Semua kondisi di atas adalah urutan tingkat kesadaran, dimana keheningan adalah yang terdalam. Dalam kondisi keheningan yang mendalam, tidak akan ada pemikiran, perasaan, atau pergerakan batin yang dapat mengganggu atau mengubah kedamaian terdalam yang ada di dalam jiwa. Segala pemikiran manusiawi terhisap sirna ke dalam pusaran keheningan saat tersentuh dengan sumber asli dari energi, cinta, kemurnian dan kebahagiaan Sang Kuasa, yang akhirnya berujung pada penemuan keberadaan jiwa kita. Pikiran kita berubah menjadi Pikiran Terang. Transformasi inilah yang menjadi jembatan yang mengarahkan kita menjadi diri kita yang sesungguhnya. Di dalam kondisi ini, kehadiran Tuhan menjadi nyata, dan terjadi sebuah percakapan "sunyi" antara jiwa kita dengan Tuhan, tanpa kata-kata dan terasa begitu indah.
Bahkan sesungguhnya keheningan selalu mengetuk pintu hati kita, namun jarang sekali kita dapat mendengarnya. Kesunyian adalah sebuah harta terpendam, menunggu untuk digali dan ditemukan. Mencari keheningan adalah sebuah kebutuhan harian yang perlu dibiasakan agar kobaran api di dalam batin kita tetap menyala. Saat kita sendiri dan sepi, kita mengalami pemulihan dan mulai terisi dengan kekuatan dan inspirasi. Kesunyian adalah hal yang penting dalam pertumbuhan spiritual kita. Kita harus memelihara momen-momen kesunyian kita dengan baik dan tidak membiarkan rutinitas sehari-hari menghilangkan waktu kita untuk menikmati keheningan dalam kesendirian. Kesunyian dan meditasi memulihkan kondisi batin kita agar kita senantiasa siap menghadapi dunia dengan peremajaan diri dan perspektif yang segar setiap hari.
Kesunyian sangatlah penting dalam meditasi yang efektif. Tempat terbaik untuk menikmati keheningan dan meditasi adalah di alam terbuka. Saat-saat sunyi dalam perenungan di lingkungan alami mengenai keberadaan diri kita perlahan-lahan menghasilkan kepekaan terhadap suatu keadaan damai yang selalu dapat diraih, apapun kondisi yang sedang terjadi dalam hidup ini.
Keheningan bukan selalu berarti tanpa suara. Pada suatu titik, seseorang dapat mendengarkan suara dari keheningan yang sering disebut sebagai suara hati. Dalam puisi Silence is Shy, seorang filsuf Bhakta bernama Vimla Thakkur menulis "Kesunyian bersembunyi jauh di dalam lubuk hati manusia. Dia berbicara saat pikiran terdiam. Dia menjadi dirimu saat kau bukan dirimu."
Sebuah mitos Nasrani berkata : "Selalu ada keheningan dalam hati semua mahkluk. Kau akan menemukannya pada saat kau tidak mencarinya tetapi justru saat kau hanya berdiri dan menunggu seperti lembah atau pohon yang diam sesuai dengan keberadaannya. Saat itulah kau akan mendengar keheningan berbicara."
Saya dan seorang sahabat seringkali pergi berjalan-jalan menikmati keheningan yang mendalam dalam waktu yang cukup lama. Dia pernah berkata kepada saya bahwa dia terkadang merasakan (mendengar) musik surgawi - sebuah simponi astronomis - yang membuatnya "gembira" secara spiritual. Mungkin apa yang dikatakan oleh ibu dari Aurobindo Ashram, Pondicherry, secara parsial dapat menjelaskan ini : "Dalam kedalaman dari seluruh keberadaan kita, dalam perenungan sunyi, sebuah kuasa yang bercahaya membanjiri alam sadar kita dengan kedamaian yang begitu besar yang mampu untuk meruntuhkan segala reaksi-reaksi picik dan mempersiapkan kita untuk bersatu secara ilahi - sebuah tujuan akhir dari keberadaan individual."
Sumber : http://www.experiencefestival.com/a/Peace_of_Mind/id/219687
Sebuah pemahaman yang luar biasa mengenai kesunyian dan keheningan. Suatu pengalaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata, saat kita bisa mendengarkan kesunyian "berbicara" dan memberikan kekuatan kepada kita. Saatnya kita mundur dari hingar-bingar dunia ini, menikmati kesunyian dan keheningan agar esok kita dapat kembali menghadapi dunia ini dengan segala hiruk-pikuknya. Ambil sedikit waktu untuk memulihkan diri kita sendiri, jadikan hal ini sebagai suatu kebiasaan agar hidup ini terasa lebih berwarna. May this inspire you all, God bless you always...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar