Sabtu, 03 Oktober 2009

Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya...

Hari ini saya menemui pengalaman lucu, tapi sekaligus menjadi pelajaran buat kita semua. Saat duduk di sebuah kafe, sambil menunggu rekan-rekan untuk ngopi bersama. Saat kami duduk-duduk memesan minuman, sang pelayan melayani kami dengan ramah dan sopan. Tak lama kemudian datang seorang pemuda separuh baya, duduk sambil mengeluarkan rokoknya. Sambil membaca koran, beliau menunggu pelayan melayani dia untuk mendapatkan pesanannya. Yang mengherankan, pelayan yang sama dengan pelayan yang melayani kami memperlakukan orang tersebut dengan acuh tak acuh, boleh dibilang sambil lalu saja. Sungguh suatu sikap yang kontras, dimana pelayan tersebut melayani kami dengan sikap yang sangat ramah dan bersahabat, sedangkan pelayanannya terhadap pemuda tersebut sangatlah acuh tak acuh. Melihat notebook-notebook bertebaran di atas meja, handphone-handphone dan blackberry tergeletak di meja kami membuat sang pelayan semakin ramah melayani kami, sedangkan sang pemuda yang hanya membaca koran mengalami perlakuan yang berbeda, bahkan boleh dibilang sangat berbeda dengan perlakuan yang kami terima.

Apakah pantas seseorang dibedakan karena penampilan luarnya? Haruskah kita membedakan antara orang-orang berdasi dengan orang yang hanya mengenakan cenala jeans, kaos belel, dan sendal jepit? Apakah karena seseorang memiliki gadget, menggendong tas notebook, menenteng blackberry pantas dibedakan dengan seseorang yang hanya menggulung koran di tangannya? Kalau memang harus dibedakan, alangkah kejamnya dunia ini, sehingga hanya orang-orang berduit saja yang layak mendapatkan rasa segan dan hormat dari dunia ini.

Ada satu pepatah yang selalu saya ingat sampai saat ini : "Kita dilahirkan ke dunia ini tanpa membawa apa-apa, demikian pula kita meninggalkan dunia ini tidak membawa apa-apa". Sadarilah bahwa apa yang kita miliki hanyalah titipan Yang Diatas. Kalau kita memiliki lebih dari orang lain, bersyukurlah, karena Tuhan mempercayakan kita hal yang lebih dari orang lain. Tapi tetaplah sadari, segala kelebihan itu hanyalah titipan Tuhan, bukan milik kita. Kalau Tuhan saja tidak membedakan umatNya berdasarkan materi, apalah hak kita sebagai manusia untuk membeda-bedakannya?

Don't Judge A Book Book By Its Cover, jangan menilai orang dari penampilan luarnya saja. Mereka juga manusia, yang memiliki kelebihan. Mungkin sebagian orang memiliki kekayaan materi dalam hidupnya, tapi bukan berarti orang yang tidak memilikinya berarti tidak memiliki apa-apa dalam hidupnya. Banyak hal yang lebih bernilai selain materi, seperti kekayaan mental dan akhlak, yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang pada zaman sekarang ini. Marilah kita bersama-sama belajar, bahwa manusia di mata Tuhan sama, dan Beliau tidak membeda-bedakan satu sama lain. Kalau Sang Pencipta saja berlaku adil terhadap umatNya, apalah hak kita yang sekedar manusia biasa untuk membeda-bedakan satu sama lain? God Bless You all...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar