Jumat, 09 Oktober 2009

Sebuah Batu Bata...

Sadarilah hidup ini singkat, semua berlangsung begitu cepat, sehingga tanpa sadar kita sudah membuang waktu kita dengan hal-hal yang tidak bermakna. Berikut saya bagikan sebuah cerita yang mungkin dapat menjadi titik balik bagi kita semua untuk lebih memperhatikan hal-hal kecil namun bermakna di dalam hidup kita...

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, seorang eksekutif muda yang sangat berhasil bernama Josh sedang berkendara di jalanan Chicago. Saat itu dia sedang mengendarai mobilnya yang baru berumur dua bulan, sebuah Jaguar XKE hitam 12 silinder yang apik, dan dia mengemudi sedikit agak cepat.

Ketika dia sedang menikmati mengemudi mobil barunya yang mewah, dia terkejut sekali melihat seorang anak kecil melemparkan sesuatu ke arah mobilnya. Sebuah batu bata melayang dan menghantam pintu mobil Jaguar hitamnya yang mengkilap. Dia langsung menginjak rem dalam-dalam, dan mengendarai mobilnya mundur dengan kencang menuju tempat dimana mobilnya tadi dihantam oleh batu bata. Josh seketika melompat keluar dari mobil dan langsung mencengkram anak kecil tersebut. Josh pun berteriak keras kepada anak itu "Apa yang kau lakukan?" Semakin kemarahannya memuncak, dia berkata "Itu Jaguar baru saya, kau akan menyesal pernah melemparkan batu bata itu ke mobil baru saya. Kenapa kau melakukan itu?"

Sang anak pun memohon kepada Josh "Tolong Tuan, Tolonglah... Maafkan saya. Saya tidak tahu apalagi yang harus saya perbuat..." "Saya melempar batu bata tersebut karena orang-orang tidak mau berhenti." ujar anak tersebut sambil menangis dan menunjukkan jarinya ke arah jalan. Anak tersebut melanjutkan ucapannya "Tolong kakak saya Tuan. Dia jatuh dari kursi rodanya dan saya tidak kuat untuk mengangkatnya. Bisakah Tuan membantu saya mengangkat dia kembali ke kursi rodanya? Dia terluka, dan dia terlalu berat untuk saya angkat seorang diri."

Seketika itu juga amarahnya padam, dan sang eksekutif muda langsung membantu anak tersebut mengangkat kakaknya kembali ke kursi rodanya. Dia mengambil saputangannya, memeriksa luka kakak anak tersebut, membersihkannya dan membalut luka sang kakak. Seketika itu juga, kemarahannya berganti menjadi belas kasih.

Josh tidak pernah memperbaiki pintu mobil Jaguar mewahnya. Dia tetap membiarkan goresan dan lekukan di pintu mobilnya untuk terus mengingatkan dirinya agar tidak menjalani hidup dengan sangat cepat, sampai seseorang harus melemparkan batu bata ke arahnya untuk mendapatkan perhatiannya.

Apakah selama ini kita terus berlari dan mengejar sesuatu dalam hidup ini dengan sedemikian cepat, sampai-sampai orang-orang di sekitar kita harus melemparkan "batu bata" untuk mendapatkan perhatian kita? Apakah selama ini kita terlalu berfokus pada sesuatu, sehingga kita tidak menyadari kalau ada orang-orang disekitar kita yang butuh kita perhatikan? Mulailah mengurangi kecepatan, dan mulailah melihat orang-orang di sekeliling kita, sehingga mereka tidak perlu melemparkan "batu bata" ke arah kita...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar